PLN Serap Listrik Bersih dari Dua PLTS Milik Grup Medco di Bali

Dua PLTS milik Grup Medco, PLTS Bali Barat dan PLTS Bali Timur, ditargetkan beroperasi sebelum KTT G20 Bali berjalan.
Image title
25 Maret 2022, 18:53
plts, pln, medco energi, ebt, energi baru terbarukan, listrik bersih
ANTARA FOTO/Ahmad Subaidi/foc.
Ilustrasi PLTS.

PLN telah menandatangani Perjanjian Jual Beli Tenaga Listrik (PJBTL) untuk menyerap listrik dari PLTS Bali Barat dan PLTS Bali Timur yang dikembangkan oleh PT Medco Energi Internasional Tbk.

PLTS yang dikembangkan dua anak usaha Medco Energi ini, Medco Solar Bali Barat dan Medco Solar Bali Timur, memiliki daya masing-masing 25 megawatt peak (MWp). Kedua PLTS ini akan menjadi PLTS ground-mounted terbesar di Indonesia dan ditargetkan bakal beroperasi sebelum KTT G20 digelar di Bali.

Penandatanganan tersebut dilakukan di sela perhelatan Energy Transition Working Group (ETWG) G20 di Yogyakarta pada 24 Maret 2022 disaksikan Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Arifin Tasrif dan secara virtual oleh Wakil Menteri BUMN I, Pahala N. Mansyuri.

"Sebagai key player dalam transisi energi di Tanah Air, PLN terus meningkatkan penggunaan pembangkit berbasis energi baru terbarukan (EBT). Termasuk di Bali yang akan menjadi lokasi acara puncak Presidensi G20 Indonesia," kata Direktur Utama PLN Darmawan Prasodjo dalam keterangan tertulis, Jumat (25/3).

Advertisement

Pembangunan proyek strategis nasional yang juga masuk dalam pilar green transformasi PLN ini diharapkan berkontribusi dalam pencapaian target bauran EBT nasional sebesar 23% pada 2025.

"Beroperasinya dua PLTS ini akan menambah kapasitas pembangkit EBT eksisting nasional sebesar 0,6%. Sekaligus menambah kapasitas terpasang PLTS eksisting nasional sebesar 61,7%," kata Darmawan. Simak databoks berikut:

Selain meningkatkan bauran EBT, pengoperasian kedua PLTS ini juga akan menambah keandalan sistem kelistrikan di Bali serta menjadi perwujudan misi PLN dalam mendukung target net zero emission Indonesia pada 2060.

"Pengembangan EBT menjadi prioritas bagi PLN karena dapat mengurangi penggunaan bahan bakar minyak (BBM) pada pembangkitan," ujar Darmawan.

Saat ini, daya mampu kelistrikan di Bali sebesar 1.322 MW. Perkiraan beban puncak saat KTT G20 sebesar 970 MW. Sehingga, masih tersisa cadangan sebesar 341,1 MW atau 25,9 persen.

"Menghadapi KTT G20, memang demand-nya bertambah. Kalau sekarang beban puncaknya 770 MW, saat KTT G20 akan naik menjadi 970 MW. Kami berharap kehadiran dua pembangkit ini makin memperkuat pasokan listrik Bali," ucap Darmawan.

Darmawan pun mengapresiasi dukungan dan kerja sama yang dilakukan dengan Medco, sehingga pembangunan PLTS ground-mounted terbesar di Indonesia ini dapat terealisasi. "Proyek ini sulit terwujud kalau ini hanyalah inisatifnya dari PLN, sehingga dibutuhkan kolaborasi dari berbagai pihak," ujarnya.

Presiden Direktur Medco Power Eka Satria mengatakan perusahaan berkomitmen untuk terus mengembangkan pembangkit listrik berbasis energi terbarukan.

"Saat ini kami sedang menyelesaikan pengembangan PLTS di Sumbawa yang diharapkan akan mulai beroperasi pada bulan April 2022, serta proyek energi terbarukan lainnya termasuk pengembangan panas bumi Ijen di Jawa Timur dan proyek PLTS Pulau Bulan," kata Eka dikutip dari keterangan tertulis.

Sementara itu, CEO Medco Energi Roberto Lorato mengatakan penandatanganan itu menjadi bagian dari strategi Perubahan Iklim dalam pengembangan portofolio ketenagalistrikan dari energi terbarukan.

Reporter: Antara
News Alert

Dapatkan informasi terkini dan terpercaya seputar ekonomi, bisnis, data, politik, dan lain-lain, langsung lewat email Anda.

Dengan mendaftar, Anda menyetujui Kebijakan Privasi kami. Anda bisa berhenti berlangganan (Unsubscribe) newsletter kapan saja, melalui halaman kontak kami.
Video Pilihan

Artikel Terkait