Ahli Teknik Kimia UI Ragu Alat Nikuba 100% Tak Pakai BBM

Ahli teknik kimia dari Fakultas Teknik Universitas Indonesia menduga cara kerja alat Nikuba meningkatkan efisiensi bahan bakar pada kendaraan bermotor, tak sepenuhnya menggantikan BBM.
Image title
13 Mei 2022, 15:45
nikuba
Instagram @nikubahidrogen.
Aryanto Misel, warga asal Cirebon, Jawa Barat, penemu alat Nikuba yang diklaim bisa mengubah air menjadi bahan bakar yang dapat menggerakkan kendaraan bermotor.

Alat Nikuba hidrogen temuan warga asal Kabupaten Cirebon, Jawa Barat, Aryanto Misel, menjadi sorotan karena diklaim mampu mengubah air menjadi bahan bakar untuk menggerakkan motor atau mobil.

Nikuba merupakan akronim dari kata bahasa Jawa, “niku banyu”, yang artinya “itu air”. Alat ini bekerja dengan cara memisahkan hidrogen (H2) dan oksigen (O2) yang terkandung di dalam air (H2O) melalui proses elektrolisis.

Dosen Teknik Kimia Fakultas Teknik (FT) Universitas Indonesia (UI), Widodo Wahyu Purwanto, menilai bahwa Nikuba bukan alat yang bisa menggantikan BBM yang biasa digunakan sebagai bahan bakar kendaraan bermotor.

Alumnus Institut National Polytechnique de Toulouse Prancis ini pun mengatakan bahwa cara memisahkan antara hidrogen (H2) dan oksigen (O2) yang terkandung di dalam air (H2O) melalui proses elektrolisis memerlukan energi yang besar.

Advertisement

“Kalau gak salah Nikuba itu ada kemungkinan itu dia pakai HHO, jadi hidrogen dan oksigennya tidak terpisah atau disebut brown gas. Kalau dibilang gak pakai BBM 100%, saya kira itu tidak bisa ya,” kata Widodo kepada Katadata.co.id, dikutip Jumat (13/5).

Ia menegaskan bahwa air tidak bisa diubah menjadi BBM karena air tidak memiliki kandungan karbon layaknya BBM. Meski begitu, ia mengatakan bahwa Nikuba kemungkinan meningkatkan efisiensi pembakaran pada mesin sepeda motor.

Widodo menambahkan, teori cara kerja Nikuba sudah ada sejak beberapa tahun lalu dengan menggunakan alat yang disebut dengan elektolizer.

Widodo pun mengaku belum melihat langsung alat Nikuba yang dimaksud. Guna membuktikan kajian ilmiahnya, Widodo menyarankan Nikuba untuk diteliti lebih lanjut ke Lembaga berwenang seperi Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN).

Nikuba menjadi sorotan setelah mendapat dukungan dari anggota TNI. Beredar video di media sosial saat Nikuba dipasang di kendaraan dinas milik anggota TNI dari Koramil Lemahabang Serda Muhammad Sutami.

Mengutip dari akun Twitter Nikuba, @NikubaHidrogen, dijelaskan bahwa alat ini berfungsi memisahkan antara hidrogen (H2) dan oksigen (O2) yang terkandung di dalam air (H2O) yang dimasukkan ke alat tersebut.

Namun Air yang digunakan adalah air yang sudah tidak mengandung logam berat. Nantinya, hidrogen hasil pemisahan itu yang akan dialirkan ke ruang pembakaran menjadi bahan bakar kendaraan.

Sedangkan, oksigen yang telah dipisahkan dielektrolisis lagi menjadi hidrogen. Kemudian, alat akan mengalirkannya lagi ke ruang pembakaran sebagai bahan bakar. Untuk memisahkan antara hidrogen dan oksigen, Nikuba mengandalkan aki (accu) bawaan kendaraan.

Rektor Universitas Teknologi Sumbawa Chairul Hudaya mengatakan bahwa proses mengubah air melalui proses elektrolisis hingga menjadi energi sulit dilakukan. "Untuk memecah hidrogen dari air perlu energi yang besar dan alat yang khusus," katanya.

Ia mengatakan, inovasi bahan bakar untuk kendaraan sebenarnya telah banyak dikembangkan sebelumnya. “Banyak yang free energy, tapi akhirnya terkuak sebagai fake. Kalau mau fair, ini bisa dibedah bersama,” ujarnya.

Reporter: Muhamad Fajar Riyandanu
News Alert

Dapatkan informasi terkini dan terpercaya seputar ekonomi, bisnis, data, politik, dan lain-lain, langsung lewat email Anda.

Dengan mendaftar, Anda menyetujui Kebijakan Privasi kami. Anda bisa berhenti berlangganan (Unsubscribe) newsletter kapan saja, melalui halaman kontak kami.
Video Pilihan

Artikel Terkait