Pemerintah akan Lelang Dua Wilayah Kerja Panas Bumi Way Ratai dan Nage

Kementerian ESDM akan melelang dua wilayah kerja panas bumi. Dalam lelang tersebut ESDM akan menerapkan aturan Perpres No.112 Tahun 2022.
Muhamad Fajar Riyandanu
20 Desember 2022, 19:24
lelang panas bumi, kementerian esdm
ANTARA FOTO/Anis Efizudin/tom.
Sumur produksi Pembangkit Listrik Tenaga Panas Bumi (PLTP) PT Geo Dipa Energi di kawasan dataran tinggi Dieng Desa Kepakisan, Batur, Banjarnegara, Jawa Tengah, Selasa (6/9/2022).

Kementerian ESDM bakal membuka lelang pada dua wilayah kerja panas bumi (WKP) Way Ratai yang berlokasi di Kabupaten Pesawaran, Lampung dan WKP Nage di Kabupaten Ngada, Nusa Tenggara Timur pada Rabu (21/12).

Direktur Jenderal Energi Baru Terbarukan dan Konservasi Energi (EBTKE), Dadan Kusdiana mengatakan, lelang tersebut diharap dapat membuka peluang bagi para pelaku usaha untuk mengeksploitasi potensi listrik panas bumi yang mencapai 55 megawatt (MW) untuk WKP Way Ratai dan 10 MW untuk WKP Nage.

"Proses pendaftaran sebagai peserta pelelangan dimulai 21 Desember. Adapun untuk kapasitas PLTP yang diharapkan dapat dikembangkan pada WKP Way Ratai sebesar 55 MW dan WKP Nage 10 MW," kata Dadan kepada Katadata.co.id melalui pesan singkat pada Selasa (20/12).

Dalam pelelangan tersebut, pemerintah bakal menerapkan regulasi yang tertuang dalam Peraturan Presien (Perpres) Nomor 112 tahun 2022 tentang Percepatan Pengembangan Energi Terbarukan untuk Penyediaan Tenaga Listrik.

Lebih lanjut, Dadan menjelaskan bahwa pemerintah tidak menjadikan harga penawaran tenaga listrik sebagai tolak ukur pemenang lelang. Adapun salah satu variabel yang digunakan dalam penilaian lelang dilakukan berdasarkan negosiasi dengan batas atas berdasarkan harga patokan tertinggi yang diaturdalam Perpres 112.

"Dalam proses pelelangan WKP tersebut tidak menggunakan penawaran harga sebagai penentu peringkat pemenang lelang," ujar Dadan.

Sebelum mengadakan lelang pada WKP Way Ratai dan WKP Nage, Kementerian ESDM juga pernah melelang tiga WKP, yakni WKP Lainea di Sulawesi Tengah, WKP Gunung Galunggung di Jawa Barat dan WKP Gunung Wilis di Jawa Timur. Namun, hingga kini tiga WKP tersebut tak kunjung dilirik oleh investor panas bumi.

"Pelelangan ketiga WKP tersebut telah dilaksanakan namun sampai batas waktu pendaftaran peserta lelang tidak diperoleh badan usaha yang mendaftar," kata Dadan.

Sebagai informasi, menurut Rencana Usaha Penyediaan Tenaga Listrik (RUPTL) PLN 2021-2030, Indonesia memiliki potensi panas bumi sebesar 23.965 megawatt (MW). Potensi terbesarnya ada di Pulau Sumatra, yakni sebesar 9.679 MW.

Meski punya potensi terbesar, kapasitas pembangkit listrik tenaga panas bumi (PLTP) terpasang di Sumatera saat ini baru sebesar 562 MW atau 5,8% dari total potensinya. Artinya, masih ada sekitar 94% potensi yang belum digarap.

Pulau Jawa memiliki potensi terbesar kedua, yakni 8.107 MW. PLTP yang terpasang baru berkapasitas 1.254 MW atau 15,5% dari potensinya. Kemudian Sulawesi dengan potensi 3.068 MW namun kapasitas terpasang baru 120 MW (3,9%).

Kemudian Nusa Tenggara dengan potensi sebesar 1.363 MW dan kapasitas terpasang 12,5 MW. Selanjutnya, Maluku memiliki potensi 1.156 MW, Bali 335 MW, Kalimantan 182 MW, dan Papua 75 MW. Belum ada kapasitas terpasang di keempat pulau tersebut.

Reporter: Muhamad Fajar Riyandanu
News Alert

Dapatkan informasi terkini dan terpercaya seputar ekonomi, bisnis, data, politik, dan lain-lain, langsung lewat email Anda.

Dengan mendaftar, Anda menyetujui Kebijakan Privasi kami. Anda bisa berhenti berlangganan (Unsubscribe) newsletter kapan saja, melalui halaman kontak kami.
Video Pilihan

Artikel Terkait