ESDM Lelang WK Panas Bumi, Pengusaha Soroti Insentif untuk Investor

Muhamad Fajar Riyandanu
11 Januari 2023, 14:29
panas bumi, lelang, insentif
ANTARA FOTO/ANIS EFIZUDIN
Sejumlah pekerja beraktivitas di area instalasi sumur Geothermal atau panas bumi milik PT Geo Dipa Energi kawasan dataran tinggi Dieng Desa Kepakisan, Batur, Banjarnegara, Jawa Tengah, Selasa (10/10/2018).

Pelaku usaha panas bumi berharap pemerintah bisa memberikan kepastian terkait insentif investor yang berminat mengembangkan wilayah kerja panas bumi di Indonesia. Salah satunya terkait kepastian pembelian listrik oleh PLN.

Langkah ini dinilai sebagai salah satu cara untuk menarik para investor panas bumi seiring upaya pemerintah dalam melelang dua wilayah kerja panas bumi (WKP) Way Ratai, Lampung, dan WKP Nage, Nusa Tenggara Timur (NTT).

Ketua Asosiasi Panas Bumi Indonesia (API), Priyandaru Effendi, mengatakan pemerintah musti mengubah syarat dan ketentuan lelang WKP yang lebih menarik sejalan dengan terbitnya Peraturan Presiden (Perpres) Nomor 112 Tahun 2022 tentang Percepatan Pengembangan Energi Terbarukan Untuk Penyediaan Tenaga Listrik.

Penawaran insentif kepada calon pengembangan panas bumi dinilai bisa mencegah kondisi minimnya peminat pada lelang tiga WK panas bumi, yakni WKP Lainea di Sulawesi Tengah, WKP Gunung Galunggung di Jawa Barat dan WKP Gunung Wilis di Jawa Timur.

"Kami berharap ada dua aspek yang diperhatikan pemerintah. Pertama insentif untuk keekonomian proyek dan kepastian pembeli oleh PLN sebagai satu-satunya pembeli dengan negosiasi yang tidak berlarut-larut," kata Priyandaru Rabu (11/1).

Dia menyebut bahwa lelang WKP Way Ratai dan WKP Nage merupakan potensi bisnis yang menarik minat investor. WKP Way Ratai berdiri di lahan 70.710 hektare dengan perkiraan temperatur reservoir 203-247 derajat celsius. Potensi listrik yang bisa dihasilkan mencapai 55 megawatt (MW) dari cadangan mungkin 100 MW.

Sementara WKP Nage memiliki luas wilayah kerja panas bumi 10.410 hektare dengan cadangan terduga 46 MW dan perkiraan temperatur reservoir 278-2840 derajat celsius. Adapun rencana kapasitas pengembangan 20 MW.

"Ada beberapa perusahaan yang secara verbal menyatakan minatnya untuk ikut lelalng. Tapi coba nanti kita lihat realisasinya pada 13 Januari, karena disebut untuk ikut lelang perlu masuk bid duit jaminan lelang Rp 2 miliar," ujar Priyandaru.

Kementerian ESDM melelang WKP Way Ratai dan WKP Nage sejak Desember 2022. Direktur Panas Bumi, Harris, mengatakan bahwa sudah ada beberapa perusahaan energi asing maupun lokal yang berminat. Namun ia tak memerinci lebih lanjut nama-nama perusahan tersebut.

"Saat ini sudah ada beberapa perusahaan yang antusias menyatakan minat untuk Way Ratai maupun Nage, baik perusahaan asing maupun lokal. Pengumunan hasil lelang insya Allah April atau Mei 2023," kata lewat pesan singkat pada Selasa (10/1).

Direktur Jenderal Energi Baru Terbarukan dan Konservasi Energi (EBTKE), Dadan Kusdiana mengatakan bahwa dalam pelelangan tersebut pemerintah bakal menerapkan regulasi yang tertuang dalam Peraturan Presien (Perpres) Nomor 112 tahun 2022 tentang Percepatan Pengembangan Energi Terbarukan untuk Penyediaan Tenaga Listrik.

Advertisement

Lebih lanjut, Dadan menjelaskan bahwa pemerintah tidak menjadikan harga penawaran tenaga listrik sebagai tolak ukur pemenang lelang. Adapun salah satu variabel yang digunakan dalam penilaian lelang dilakukan berdasarkan negosiasi dengan batas atas berdasarkan harga patokan tertinggi yang diaturdalam Perpres 112.

"Dalam proses pelelangan WKP tersebut tidak menggunakan penawaran harga sebagai penentu peringkat pemenang lelang," ujar Dadan melalui pesan singkat pada Selasa (20/12/2022).

Reporter: Muhamad Fajar Riyandanu
News Alert

Dapatkan informasi terkini dan terpercaya seputar ekonomi, bisnis, data, politik, dan lain-lain, langsung lewat email Anda.

Dengan mendaftar, Anda menyetujui Kebijakan Privasi kami. Anda bisa berhenti berlangganan (Unsubscribe) newsletter kapan saja, melalui halaman kontak kami.
Video Pilihan

Artikel Terkait