ESDM Hapus Kandungan Minyak Sayur HVO dalam Biodiesel B35

Muhamad Fajar Riyandanu
13 Januari 2023, 17:59
biodiesel, b35,
Arief Kamaludin | Katadata
Biodiesel murni dan campuran solar dengan kadar 10 dan 20 persen.

Kementerian ESDM menyampaikan bahwa kandungan biodiesel untuk campuran BBM jenis Solar pada program B35 yang akan mulai berjalan pada Februari tahun ini seluruhnya berasal dari fatty acid methyl ester (FAME) minyak sawit.

Direktur Jenderal Energi Baru Terbarukan dan Konservasi Energi (EBTKE), Dadan Kusdiana menyampaikan komposisi penggunaan FAME sebagai bahan baku utama campuran B35 ini lebih tinggi daripada implementasi uji jalan B40.

"Untuk saat ini B35 masih 100% FAME. Untuk uji jalan B40 punya komposisi 30% FAME dan 10% HVO (hydrotreated vegetable oil)," kata Dadan kepada Katadata.co.id, melalui pesan singkat pada Jumat (13/1).

FAME merupakan minyak nabati turunan dari minyak sawit mentah yang mengandung asam lemak dengan kadar 61%-62%. Karakteristik fisik dari FAME mirip dengan bahan bakar fosil, namun kandungannya bergantung pada minyak sayur yang digunakan.

FAME juga punya kandungan fisik yang mirip dengan dengan diesel konvensional. Selain dari minyak sawit, FAME juga bisa diproduksi dari bahan baku minyak jelantah, lemak hewan, minyak keledai, minyak biji rami dan minyak bunga matahari.

Mengutip catatan Buletin Digital Badan Pengelola Dana Perkebunan Kelapa Sawit (BPDPKS) Triwulan IV, FAME mudah menghasilkan gums dan partikulat yang mampu berkontribusi terhadap adanya endapan pada injektor dan penyumbatan pada filter bahan bakar.

Kualitas FAME yang rendah akan menyebabkan dampak yang besar terhadap kualitas bahan bakar. Prinsipnya, semakin tinggi persentase FAME yang digunakan untuk pencampuran maka potensi terjadinya pengendapan juga makin tinggi.

Sementara itu, HVO merupakan diesel terbarukan yang diproduksi melalui proses hidrogenasi dan hydocracking dengan menggunakan hidrogen. Produk utama dari HVO dapat disebut sebagai green diesel atau D100.

HVO memiliki sifat kelarutan yang rendah terhadap aromatic sehingga akan meningkatkan resiko pengendapan dari FAME. HVO juga memiliki nilai cetane yang sangat tinggi, lebih dari 10 sehingga akan menyebabkan mesin cepat mengalami overheat.

Kendati demikian, Kementerian ESDM telah menyelesaikan uji jalan penggunaan bahan bakar B40 pada kendaraan bermesin diesel dengan hasil akhir yang positif. "Kita sudah melakukan uji jalan B40 dengan mencampur 30% FAME dan 10% HVO, hasil bagus, tidak ada masalah dalam mesin setelah uji jalan 50 ribu KM," ujar Dadan.

Adapun tahun ini pemerintah menyiapkan total alokasi biodiesel untuk program B35 di tahun 2023 diperkirakan mencapai 13,15 juta kiloliter (KL). Langkah ini diharap bisa menekan impor solar dan mengantisipasi kenaikan harga minyak dunia.

Advertisement

Reporter: Muhamad Fajar Riyandanu
News Alert

Dapatkan informasi terkini dan terpercaya seputar ekonomi, bisnis, data, politik, dan lain-lain, langsung lewat email Anda.

Dengan mendaftar, Anda menyetujui Kebijakan Privasi kami. Anda bisa berhenti berlangganan (Unsubscribe) newsletter kapan saja, melalui halaman kontak kami.
Video Pilihan

Artikel Terkait