Pertamina: Pembangunan Kilang Cilacap Tetap Jalan Meski Tanpa Aramco

Belum ada kejelasan dari Saudi Aramco terkait proyek RDMP Kilang CIlacap, sehingga Pertamina melanjutkan proyek ini secara mandiri.
Image title
Oleh Verda Nano Setiawan
28 Mei 2020, 20:04
pertamina, kilang cilacap, saudi aramco
ANTARA FOTO/Idhad Zakaria
Kilang Cilacap. Pertamina memastikan megaproyek RDMP Kilang CIlacap akan terus berjalan meski tanpa kerja sama dengan Saudi Aramco.

Pertamina memastikan pembangunan megaproyek Refinery Development Master Plan (RDMP) Kilang Cilacap tetap berjalan meski kerjasama dengan Saudi Aramco batal. Hal ini demi mewujudkan cita-cita meraih kemandirian dan ketahanan energi nasional.

Vice President Corporate Communication Pertamina Fajriyah Usman mengatakan pihaknya akan memaksimalkan dan mengoptimalkan penyelesaian proyek pengembangan kilang dan pembangunan kilang baru agar dapat sesuai target.

“Pertamina tetap menjalankan rencana investasi yang telah tertuang dalam RKAP, sekaligus memastikan amanah Pemerintah untuk mewujudkan kemandirian dan ketahanan energi nasional melalui pembangunan kilang," ujar Fajriyah berdasarkan keterangan tertulis, Kamis (28/5).

Dia melanjutkan, jika proyek ini rampung, nantinya kapasitas kilang akan meningkat dua kali lipat menjadi 2 juta barel perhari (bph). Dengan demikian kebutuhan bahan bakar minyak (BBM) dapat dipenuhi tanpa impor.

(Baca: Pertamina Akan Lanjutkan Proyek Kilang Cilacap Tanpa Saudi Aramco)

Fajriyah pun meyakinkan, kondisi pandemi global corona, turunnya permintaan BBM, serta tekanan nilai tukar, tidak akan mengurangi fokus Pertamina untuk menuntaskan proyek strategis nasional ini. Apalagi proyek ini merupakan amanah dari pemerintah, sebagai bagian dari proyek RDMP/GRR Pertamina.

“Dengan penuntasan RDMP/GRR, Pertamina berharap dapat memenuhi target pemerintah untuk menyetop impor BBM pada tahun 2026,” ujar dia.

Adapun, melalui proyek pengembangan kilang Cilacap, kapasitas kilang yang semula 348 ribu bph akan naik menjadi 370 ribu bph. Selain itu produksi bensin (gasoline) akan naik dari 59 ribu bph menjadi 138 ribu bph, serta produksi diesel naik dari 82 ribu bph menjadi 137 ribu bph.

“Kami juga telah menuntaskan proyek Langit Biru Cilacap dan saat ini menjadi bagian dari RU IV Cilacap. Kilang telah beroperasi penuh, dan sejak pandemi Covid 19 operasional tetap berjalan dengan protokol keamanan dan kesehatan," kata Fajriyah.

(Baca: Pertamina Dinilai Akan Sulit Kembangkan Kilang Cilacap Tanpa Aramco)

Sebelumnya, Pertamina telah menyatakan untuk melanjutkan pembangunan proyek Kilang Cilacap secara mandiri. Keputusan ini diambil lantaran hingga saat ini belum ada kejelasan dari mitra awalnya, Saudi Aramco. Saat ini Pertamina tengah mencari mitra baru.

"Pertamina akan melanjutkan RDMP Cilacap secara mandiri, secara paralel akan dilakukan pencarian strategic partner," ujar Fajriyah, Selasa (26/5).

Reporter: Verda Nano Setiawan

Video Pilihan

Artikel Terkait