Pascakebakaran, Pertamina Targetkan CPP Gas Gundih Beroperasi November

Hingga awal Juli progres pemulihan CPP Gas Gundih mencapai 44%. Saat ini Pertamina menunggu fabrikasi waste heat recovery unit selesai.
Image title
Oleh Verda Nano Setiawan
13 Juli 2020, 18:26
cpp gas gundih, kebakaran, pertamina,
Pertamina
Fasilitas Central Processing Plant (CPP) Gundih yang dioperasikan Pertamina EP sempat terbakar pada Kamis (9/4). Pertamina EP menargetkan fasilitas pengolahan CPP Gundih akan beroperasi pada November 2020.

Pertamina EP menargetkan fasilitas Central Processing Plant (CPP) Gas Gundih dapat mulai beroperasi pada November 2020. Fasilitas pengolahan gas ini terpaksa berhenti beroperasi pasca-kebakaran unit Thermal Oxidizer (TOx) pada April lalu.

General Manager Pertamina EP Asset 4 Agus Amperianto mengungukapkan, pemulihan fasilitas pengolahan gas CPP Gundih hingga awal Juli mencapai sekitar 44%. Saat ini perusahaan tengah menunggu fabrikasi Waste Heat Recovery Unit selesai.

"Untuk penggantian Waste Heat Recovery Unit yang terbakar kemarin, fabrikasi akan selesai dan bisa running target November. Makanya saya substitusi dulu dengan Thermal Oil Heater rental untuk memproses H2S-nya," ujar Agus kepada Katadata.co.id, Senin (13/7).

Dia menjelaskan, secara garis besar struktur proses utama dari CPP Gundih terdiri dari proses separasi, proses AGRU, Dehidration Unit (DHU), dan terakhir Gas dialirkan ke konsumen.

(Baca: Pasokan Gas Rumah Tangga di Semarang Aman Pascainsiden CPP Gundih)

Adapun untuk proses pemulihan fasilitas pengolahan CPP Gundih berfokus pada area Thermal Oxidizer (TOX), optimasi Biological Sulfur Recovery Unit (BSRU), dan Maintenance & Preservasi CPP Gundih serta beberapa area lainnya.

Lebih lanjut, progres per bagian pekerjaan masih sesuai target. Misalnya area TOX yang mencapai progres perbaikan 59%, kemudian optimasi BSRU yang telah mencapai 83%, dan pekerjaan Maintenance & Preservasi 65%. Adapun per 23 Juni 2020 yang lalu tahapan pembongkaran dan penurunan WHRU telah selesai 100%.

Selain itu, Agus menambahkan bahwa sebanyak sekitar 125 orang yang bekerja di area CPP Gundih tetap menerapkan protokol pencegahan Covid-19. Pihaknya pun sangat memperhatikan aspek keamanan dalam pelaksanaan pekerjaan, termasuk juga kesehatan seluruh pihak yang terlibat dalam pekerjaan pemulihan CPP Gundih.

"Protokol pencegahan Covid-19 menjadi sebuah kewajiban bagi seluruh pihak di sana. Terapkan physical distancing, gunakan masker, dan untuk yang bekerja di ketinggian wajib menggunakan safety harness," ujarnya.

(Baca: Pertamina EP Percepat Pemulihan CPP Gundih Akibat Kebakaran Pekan Ini)

Seperti diketahui, CPP Gundih menyalurkan gas untuk PT SPP, PLTGU Tambak Lorok Semarang, jaringan gas atau jargas PGN di Blora dan Semarang. Gas untuk CPP Gundih diambil dari Lapangan Cepu yang dikelola Pertamina EP Asset 4.

Akibat kebakaran di CPP Gundih, PGN harus mencari pasokan gas dari sumber lain. Salah satunya dengan mendatangkan pasokan compressed natural gas (CNG) dari Jawa Timur.

CNG digunakan untuk memenuhi kebutuhan rata-rata harian pelanggan Gaskita di Semarang sebesar 1.100-1.300 meter kubik dan pelanggan jargas di Blora sebesar 280-300 meter kubik.

(Baca: CPP Gundih Terbakar, PGN Siapkan CNG untuk Jargas Semarang & Blora)

Reporter: Verda Nano Setiawan

Video Pilihan

Artikel Terkait