Investor Belum Respons Positif Stimulus Corona, IHSG Sesi I Turun 0,2%

IHSG belum merespons dengan positif berbagai stimulus penangkal corona yang disiapkan pemerintah, BI, dan OJK. Sama seperti bursa Asia lainnya.
Happy Fajrian
11 Maret 2020, 13:29
ihsg sesi i, ihsg hari ini, virus corona, bursa saham asia
ANTARA FOTO/Aprillio Akbar
Karyawan melewati monitor pergerakan angka Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) di Plaza Bank Mandiri, Jakarta. IHSG sesi I Rabu (11/3) terkoreksi 0,21% meski berbagai stimulus sudah disiapkan pemerintah untuk menangkal dampak virus corona terhadap perekonomian.

Indeks harga saham gabungan (IHSG) turun tipis 11,1 poin atau 0,21% ke level 5.209,72 pada akhir sesi I perdagangan saham siang ini, Rabu (11/3). Indeks berfluktuasi cukup tajam dengan sempat naik ke level 5264,48  dan langsung turun ke level 5.178,57 pada 25 menit pertama perdagangan pagi ini.

Kinerja IHSG pun sejalan dengan bursa saham Asia lainnya seiring kekecewaan investor terhadap respons pemerintah Amerika Serikat (AS) yang hingga kini belum mengeluarkan stimulus untuk menangkal dampak wabah virus corona terhadap perekonomian.

Sedangkan dari dalam negeri, stimulus juga telah diberikan pemerintah, Bank Indonesia, dan juga Otoritas Jasa Keuangan (OJK) untuk menangkal dampak virus corona terhadap perekonomian. Namun pasar belum merespon hal tersebut dengan positif.

“Korban yang terus berjatuhan akibat wabah virus Corona dan studi yang menggambarkan dampak terburuk wabah ini bagi ekonomi,  menjadi alasan sulitnya bagi pasar global untuk mengabaikan sentimen ini,” kata analis Valbury Sekuritas Alfiansyah dalam risetnya hari ini.

Advertisement

(Baca: IHSG Diramal Naik Lagi Didorong Banyak Stimulus, Ini Saham Pilihannya)

Dia menambahkan bahwa sinyal negatif bagi pasar juga terindikasi dari pergerakan Dow Jones Future yang melemah. “Faktor tersebut akan menjadi potensi tekanan bagi IHSG pada perdagangan hari ini,” ujarnya.

Sementara analis CMC Markets, Michael McCarthy, mengatakan bahwa pasar mengharapkan pemerintahan AS untuk segera bertindak memberikan stimulus.

“Jika sampai detik ini belum juga dikeluarkan, sepertinya akan ditunda. Makanya pasar bereaksi negatif. Dari perspektif investor global, saat ini pasar memiliki terlalu banyak risiko,” ujar McCarthy seperti dikutip Reuters, Rabu (11/3).

Adapun pada bursa dalam negeri, perdagangan saham sepanjang sesi I mencapai 3,44 miliar saham dengan nilai Rp 3,19 triliun. Sebanyak 257 saham turun, 106 saham naik, dan 122 saham lainnya tidak bergerak alias stagnan.

(Baca: Pasar Saham yang Tergelincir Minyak dan Terinfeksi Virus Corona)

Beberapa saham yang mendorong kinerja indeks ke zona merah di antaranya Barito Pacific (BRPT) yang turun 4,85%, Wijaya Karya (WIKA) turun 4,19%, Adaro Energy (ADRO) turun 3,88%, Pakuwon Jati (PWON) turun 3,61%.

Kemudian Indah Kiat Pulp & Paper (INKP) turun 3,08%, Kalbe Farma (KLBF) turun 3,03%, Perusahaan Gas Negara (PGAS) turun 2,49%, Waskita Karya (WSKT) turun 2,35%, serta Telekomunikasi Indonesia (TLKM) turun 1,72%.

Sementara itu bursa saham Asia lainnya juga ikut terkoreksi dipimpin indeks Kospi yang anjlok 2,89%, Nikkei 225 turun 2,07%, Straits Times turun 1,03%, Hang Seng turun 0,58%, serta Shanghai Composite turun 0,25%.

(Baca: Mulai Hari Ini, Bursa Setop Perdagangan 30 Menit jika IHSG Turun 5%)

News Alert

Dapatkan informasi terkini dan terpercaya seputar ekonomi, bisnis, data, politik, dan lain-lain, langsung lewat email Anda.

Dengan mendaftar, Anda menyetujui Kebijakan Privasi kami. Anda bisa berhenti berlangganan (Unsubscribe) newsletter kapan saja, melalui halaman kontak kami.
Video Pilihan

Artikel Terkait