Neraca Pembayaran Surplus, IHSG Turun 0,7% terseret Bursa Saham Asia

Neraca pembayaran surplus US$ 4,3 miliar pada triwulan IV 2019, namun IHSG turun terseret kekhawatiran virus corona yang menyelimuti bursa Asia.
Image title
10 Februari 2020, 14:04
ihsg hari ini, ihsg sesi i, virus corona, neraca pembayaran
ANTARA FOTO/Reno Esnir
IHSG sesi I Senin (10/2) turun 0,7% meski neraca pembayaran triwulan IV 2019 surplus sebesar US$ 4,3 miliar.

Indeks harga saham gabungan (IHSG) pada sesi I perdagangan Senin (10/2), turun 42,27 poin atau 0,70% ke level 5.957,34. Kinerja IHSG terseret bursa saham Asia lainnya yang juga turun, dengan hanya indeks Shanghai Composite yang bergerak positif pada siang ini.

Hingga pukul 12.45, indeks Strait Times memimpin koreksi bursa saham Asia dengan koreksi 0,71%, diikuti indeks Hang Seng yang turun 0,68%, Kospi turun 0,63%, serta Nikkei 225 turun 0,55%. Sedangkan indeks Shanghai naik tipis 0,07%.

Koreksi pada IHSG terjadi di tengah positifnya neraca pembayaran Indonesia kuartal IV yang mencatatkan surplus  US$ 4,3 miliar, lebih baik dibandingkan periode triwulan sebelumnya yang defisit US$ 46 juta.

Namun IHSG terseret kinerja bursa saham global dan Asia yang memerah. Sementara ini hanya indeks Shanghai yang hijau karena aktivitas bisnis di sana sudah dimulai kembali setelah pemerintah mencabut sejumlah restriksi, dan sarana transportasi sudah mulai beroperasi meski jumlah korban virus corona terus bertambah.

Advertisement

(Baca: Kekhawatiran Virus Corona Mereda, IHSG Diprediksi Naik Hari Ini)

“Market berbalik naik tipis merefleksikan kabar bahwa aktivitas bisnis di Tiongkok sudah dimulai kembali. Tapi secara keseluruhan masih ada kekhawatiran pasar belum sepenuhnya menyerap dampak wabah virus corona,” kata analis Argonaut James McGlew seperti dilansir Reuters.

Dia menilai kebijakan pemerintah Tiongkok membuka kembali aktivitas bisnis lebih merupakan gestur simbolis bukan karena mereka berhasil mengendalikan wabah.

Hingga hari ini wabah virus corona telah menyebabkan jumlah korban meninggal lebih banyak dibandingkan wabah SARS pada 2002/2003. Lebih dari 900 orang meninggal, virus pun telah menyebar ke 27 negara menginfeksi lebih dari 300 orang di luar Tiongkok.

Adapun total perdagangan saham di bursa domestik hingga siang ini mencapai 2,97 miliar saham dengan nilai transaksi mencapai 2,57 triliun. Sebanyak 254 saham harganya turun, 94 saham naik, dan 120 lainnya tidak bergerak alias stagnan.

908 Orang Tewas akibat Corona, Pekerja di Tiongkok Mulai Beraktivitas

Koreksi terutama didorong oleh beberapa indeks sektoral seperti agri yang turun hingga 2,12%, diikuti aneka industri 1,48%, industri dasar 1,29%, konsumer 0,56%, serta finance 0,80%.

Beberapa saham yang signifikan menekan laju IHSG di antaranya Astra Agro Lestari Tbk (AALI) yang turun 2,49%, Astra International Tbk (ASII) turun 1,95%, Indah Kiat Pulp and Paper Tbk (INKP) turun 3,31%, serta Pabrik Kertas Tjiwi Kimia Tbk (TKIM) turun 3,11%.

Selain itu saham Indocement Tunggal Prakasa Tbk (INTP) juga turun 1,3%, Indofood Sukses Makmur Tbk (INDF) turun 1,27%, serta saham-saham bank juga berguguran menekan indeks sektor keuangan.

(Baca: Korban Meninggal Virus Corona Lampaui SARS, Rupiah Melemah Hari Ini)

News Alert

Dapatkan informasi terkini dan terpercaya seputar ekonomi, bisnis, data, politik, dan lain-lain, langsung lewat email Anda.

Dengan mendaftar, Anda menyetujui Kebijakan Privasi kami. Anda bisa berhenti berlangganan (Unsubscribe) newsletter kapan saja, melalui halaman kontak kami.
Video Pilihan

Artikel Terkait