Harga Cabai, Bawang, Beras Naik, Inflasi Januari Ditaksir BI 0,42%

Inflasi bulan Januari 2020 menjadi inflasi bulanan terendah dalam lima tahun terakhir.
Agatha Olivia Victoria
24 Januari 2020, 16:22
bank indonesia, inflasi januari, harga cabai bawang beras naik
Ilustrasi. Bank Indonesia (BI) memproyeksikan inflasi bulan Januari sebesar 0,42% secara bulanan, dipengaruhi kenaikan harga produk pertanian seperti cabai merah, bawang merah, beras, dan sayuran.

Bank Indonesia(BI) memperkirakan inflasi di Januari akan mencapai 0,42% secara bulanan berdasarkan hasil survei pemantauan harga (SPH) hingga minggu keempat bulan ini.

"Sampai minggu keempat Januari inflasi bulan Januari diperkirakan 0,42% secara bulanan, kalau secara tahunan 2,82%," kata Gubernur BI Perry Warjiyo saat ditemui di Kompleks BI, Jakarta, Jumat (24/1).

Menurut dia, perkiraan inflasi secara bulanan tersebut lebih rendah dari rata-rata inflasi bulanan selama lima tahun terakhir yang sebesar 0,64%.

Perry menjelaskan naiknya harga sejumlah komoditas pertanian seperti cabai merah, bawang merah, beras, dan beberapa sayuran, menjadi penyumbang utama inflasi Januari. "Tekanan harga komoditas tersebut karena musim hujan yang berpengaruh pada panen," ujarnya.

Advertisement

Kendati demikian, terdapat pula komoditas yang mengalami deflasi atau penurunan harga. Salah satunya yaitu harga tiket angkutan udara, bensin, hingga ayam mengalami penurunan.

(Baca: Awal 2019, BI Catat Aliran Modal Asing Masuk Rp 25,8 Triliun)

Dengan perkiraan inflasi bulanan tersebut, Perry meyakini inflasi tahun ini akan sesuai target yakni sebesar 3%±1%. Dengan demikian, selama lima tahun terakhir BI sukses menjaga tingkat inflasi sesuai target sasarannya.

Adapun, inflasi indeks harga konsumen pada 2019 tercatat 2,72% secara tahunan, lebih rendah dibandingkan dengan inflasi 2018 yang mencapai sebesar 3,13% atau sesuai dengan target sasarannya sebesar 3,5%±1%.

Perry menjelaskan bahwa inflasi yang terus menurun dan terkendali dalam sasaran dipengaruhi beberapa perbaikan struktural  seperti pengaruh penguatan nilai tukar rupiah, turunnya harga impor, serta dampak rambatan kenaikan inflasi volatile food dan inflasi administered prices kepada inflasi inti yang berkurang.

Tekanan inflasi volatile food  berkurang sehingga dapat mengurangi tekanan gejolak harga pangan saat terjadi kenaikan permintaan atau penurunan pasokan. Sementara itu, inflasi administered prices tercatat rendah sejalan minimalnya kebijakan terkait tarif dan harga barang dan jasa yang diatur pemerintah di tahun lalu.

(Baca: Harga Cabai Naik, Menakar Dampak Banjir Terhadap Inflasi)

Reporter: Agatha Olivia Victoria
News Alert

Dapatkan informasi terkini dan terpercaya seputar ekonomi, bisnis, data, politik, dan lain-lain, langsung lewat email Anda.

Dengan mendaftar, Anda menyetujui Kebijakan Privasi kami. Anda bisa berhenti berlangganan (Unsubscribe) newsletter kapan saja, melalui halaman kontak kami.
Video Pilihan

Artikel Terkait