Usai Rugi, Medco Energi Raih Laba Rp 269,8 Miliar di Kuartal III 2019

Laba Medco ditopang oleh naiknya pendapatan dari bisnis utama dan dari pajak penghasilan yang lebih rendah.
Image title
Oleh Fariha Sulmaihati
7 Januari 2020, 20:06
Medco Energi, laba bersih, kinerja kuartal iii
Arief Kamaludin|KATADATA
Medco Energi berhasi membalikkan kinerja keuangannya dari rugi US$ 11,08 juta pada kuartal III 2018 menjadi laba US$ 19,27 juta periode yang sama 2019.

PT Medco Energi Internasional Tbk (MEDC) merilis laporan keuangan konsolidasi untuk sembilan bulan pertama 2019. Pada periode tersebut Medco berhasil mencetak laba bersih US$ 19,27 juta atau sekitar Rp 269,78 miliar (asumsi kurs Rp 14.000/US$).

Padahal, pada periode yang sama pada tahun lalu (year on year), perusahaan rugi US$ 11,08 juta atau sekitar Rp 155,12 miliar. Adapun berbaliknya kinerja keuangan perusahaan salah satunya didorong kinerja gabungan dengan Ophir Energy plc. sejak empat bulan setelah akusisi.

Pada 1 Juni 2019 Ophir menyumbang pendapatan sebelum bunga, pajak, depresiasi, dan amortisasi (earnings before interest, taxes, depreciation, and amortization/EBITDA) sebesar US$ 65 juta. Adapun pada 2020 dan seterusnya Ophir akan menyumbang US$ 50 juta per tahun.

"Kami terus memberikan kinerja operasional yang kuat dan meningkatkan kinerja kami portofolio melalui akuisisi dan divestasi selektif," ujar CEO Medco Energi Internasional Roberto Lorato, pada keterangan resminya, Selasa (7/1).

(Baca: Medco Dapatkan Produksi Minyak dari Blok Migas di Thailand)

Perusahaan pun mencatatkan kenaikan pendapatan 12,7% secara tahunan menjadi US$ 1,02 triliun dari US$ 900,6 miliar pada kuartal III 2018. Penjualan minyak dan gas sebesar US$ 852,27 juta berkontribusi paling besar terhadap pendapatan, disusul penjualan tenaga listrik dan jasa terkait US$ 161,92 juta, dan pendapatan jasa US$ 1,31 juta yang turun secara tahunan.

Pada saat yang sama beban pokok penjualan dan biaya langsung lainnya turut melonjak 39,6% menjadi US$ 576,2 juta dari US$ 412,7 juta. Sehingga laba kotornya turun 9,87% dari US$ 487,86 juta menjadi US$ 439,71 juta. Kenaikan terutama didorong oleh naiknya biaya produksi dan lifting, amortisasi, beban eksplorasi, dan biaya jasa.

Namun Medco juga mencatatkan kenaikan pendapatan dari operasi yang dilanjutkan yakni pendapatan bunga yang melonjak 76,76% menjadi US$ 13 juta, keuntungan pembelian diskon dari sebelumnya nihil menjadi US$ 79,49 juta, serta pendapatan lain-lain naik 122,88% menjadi US$ 29,06 juta.

Selain itu beban pajak penghasilan yang lebih rendah, yakni US$ 138,54 juta dibandingkan US$ 169,22 juta pada periode sebelumnya, juga turut menopang laba bersih perusahaan.

(Baca: Medco Rampungkan Proses Akhir Pembiayaan Pembangkit Gas di Riau)

Meski mencatatkan kinerja yang lebih baik, harga saham Medco pada perdagangan hari ini malah turun 0,55% menjadi Rp 900 per saham. Saham MEDC ditransaksikan sebanyak 5.009 kali dengan total nilai transaksi Rp 65,84 miliar dari 73,82 juta saham yang diperdagangkan. 

Sebagai informasi Medco telah menyelesaikan penjualan aset migas di Amerika Serikat (AS), Tunisia, Blok 5 di Meksiko, serta menjual 35% saham kepemilikan Blok Migas di Rimau, Sumatera Selatan. Tahun ini Medco akan mulai mengebor di Blok Sokang Utara, yang terletak di Natuna Timur.

Reporter: Fariha Sulmaihati

Video Pilihan

Artikel Terkait