Mandiri Siapkan Rp 1 Triliun untuk Investasi Startup Tahun Depan

Mandiri akan fokus mengembangkan startup yang sejalan dengan core business-nya.
Agatha Olivia Victoria
Oleh Agatha Olivia Victoria
11 Desember 2019, 20:14
bank mandiri, investasi startup,
ANTARA FOTO/Reno Esnir
Seorang model menunjukkan tampilan layanan Mandiri Online pada layar ponsel pintar. Bank Mandiri akan berinvestasi Rp 1 triliun pada startup tahun depan.

PT Bank Mandiri (Persero) Tbk melalui anak usahanya, Mandiri Capital Indonesia (MCI) berencana menyuntikkan dana hingga Rp 1 triliun kepada perusahaan rintisan atau startup tahun depan. MCI akan berkolaborasi dengan gabungan berbagai investor atau venture fund.

Senior Executive Vice President Corporate Transformation Office Bank Mandiri Pantro Pander Silitonga mengatakan, MCI akan menyuntikkan modal sebesar Rp 500 miliar. "Sedangkan yang dari venture fund kita targetkan ada fund rising sekitar Rp 500 miliar," ujarnya saat ditemui di Ritz Carlton, Pacific Place, Jakarta, Rabu (11/12).

Lebih lanjut, dia menuturkan bahwa beberapa investor tersebut nantinya akan berasal dari dalam negeri dan luar negeri. Hingga kini sudah ada tiga hingga empat investor yang tertarik bergabung. "Investornya tak hanya berasal dari bank saja. Ada (investor) dari Jepang yang tertarik masuk ke dunia startup Indonesia. Kita akan fasilitasi," ujar Pantro.

Meski begitu, Bank Mandiri tidak hanya akan memberikan pendanaan kepada startup yang sudah ada saja, startup yang baru terbentuk juga memiliki peluang untuk mendapatkan pendanaan. Namun Pantro menegaskan, investasi akan fokus pada startup yang sejalan dengan core business Bank Mandiri.

(Baca: Strategi Bank Beternak Startup Lewat Modal Ventura)

Pada kesempatan yang sama, Presiden Direktur Bank Mandiri Royke Tumilaar menyebutkan, saat ini pihaknya telah memberikan pendanaan kepada 13 startup. "Dengan total investasi sebesar Rp 980 miliar," ujarnya.

Bank Mandiri membuka kerja sama dalam pembayaran digital hingga pembukaan layanan registrasi. Dari 13 perusahaan teknologi digital yang dirangkul, sama beberapa di antaranya yaitu Amartha, Investree, Moka, Privyid, Linkaja, Halofina, Yokka!, cashlez, Mekari, PTEN, DAM.

Royke menjelaskan bahwa salah satu alasan Bank Mandiri berinvestasi pada startup karena startup menawarkan inovasi yang dapat meningkatkan kualitas layanan kepada para nasabah perseroan. Contohnya, sepanjang tahun ini Bank Mandiri mencatatkan 6.534 akun kartu kredit dan 5.456 registrasi akun Mandiri Sekuritas baru dengan teknologi milik Privyid.

"Jadi kolaborasi korporasi dengan startup mampu mengembangkan potensi produk-produk terbaik bagi dunia usaha," kata dia. Adapun startup yang telah mendapat suntikan modal terbesar dari Mandiri saat ini yaitu Amartha dan Moka. Bank Mandiri berkomitmen mempertahankan posisi saham di kedua startup tersebut karena model bisnisnya yang sesuai.

(Baca: Mandiri Gandeng Startup Kembangkan Layanan Chatbot "MITA")

Reporter: Agatha Olivia Victoria

Video Pilihan

Artikel Terkait