Investor Antisipasi Kenaikan Tarif Dagang 15 Desember, IHSG Naik 0,11%

Sikap hati-hati investor tercermin dari nilai transaksi bursa yang hanya mencapai Rp 6,14 triliun.
Image title
Oleh Happy Fajrian
9 Desember 2019, 17:51
ihsg naik, perang dagang, kenaikan tarif dagang
ANTARA FOTO/Wahyu Putro A
IHSG Senin (9/12) naik 0,11% ke level 6.193,79. Investor masih berhati-hati dalam bertransaksi tercermin dari nilai transaksi yang hanya mencapai Rp 6,14 triliun.

Indeks harga saham gabungan (IHSG) menutup perdagangan di awal pekan ini, Senin (9/12), naik 6,92 poin atau 0,11% ke level 6.193,79. Sementara itu bursa Asia menutup perdagangan hari ini dengan kinerja yang bervariasi.

Sejalan dengan indeks domestik, indeks Shanghai naik 0,08%, sedangkan Nikkei, dan Kospi naik 0,33%. Sementara itu indeks Strait Times dan Hang Seng terkoreksi masing-masing sebesar 0,47% dan 0,01%.

Kinerja bursa Asia yang bervariasi ini dipengaruhi oleh sikap investor yang mengantisipasi kesepakatan dagang tahap satu seiring dengan rencana kenaikan tarif pada Minggu 15 Desember 2019 dari AS dan Tiongkok.

Sementara itu rilis data ekonomi yang lemah dari Tiongkok semakin menegaskan ekses negatif dari perang dagang yang telah berlangsung selama 17 bulan ini.

(Baca: Kepercayaan Pasar Terhadap Erick Thohir Dorong Penguatan Rupiah)

Sikap hati-hati juga ditunjukkan investor di bursa domestik. Pasalnya IHSG kembali mencatatkan nilai transaksi perdagangan yang rendah yakni hanya Rp 6,14 triliun dari 9,08 miliar saham.

Sepanjang hari ini IHSG banyak bergerak di teritori positif walau beberapa kali masuk ke zona negatif. Sebanyak 206 saham naik, 184 saham turun, dan sisanya tidak bergerak alias stagnan.

Saham-saham yang paling signifikan menopang laju positif IHSG di antaranya Bank Mandiri (BMRI) naik 1,05%, H.M. Sampoerna (HMSP) naik 0,96%, Gudang Garam (GGRM) 1,99%, Charoen Pokphand Indonesia (CPIN) 1,45%, serta Media Nusantara Citra (MNCN) melejit 7,89%.

Sementara itu investor asing membukukan penjualan bersih (net sell) saham di seluruh pasar sebesar Rp 56,21 miliar. Namun di pasar reguler investor asing membukukan pembelian bersih (net buy) sebesar Rp 71,72 miliar.

(Baca: Rasio Keuangan Terjaga, Prospek Utang WIKA Naik Jadi Stabil)

Video Pilihan

Artikel Terkait