Dapat Rp 16 M dari Bellrigde, Ini Penjelasan Bumi Minerals

Bellridge menggunakan jasa BRMS untuk studi kelayakan dan akuisisi tambang di Indonesia.
Image title
Oleh Fariha Sulmaihati
6 November 2019, 16:52
bumi resources minerals, kinerja triwulan iii 2019, bellridge
www.bumiresources.com
Ilustrasi. Bumi Minerals mendapat sokongan dana dari Bellridge Holding.

Perusahaan tambang milik Grup Bakrie PT Bumi Resources Minerals Tbk menggelar paparan kinerja perusahaan pada Rabu (6/11). BRMS pun menjelaskan asal dana sebesar US$ 1,18 juta atau sekitar Rp 16,57 miliar yang menjadi penopang kinerja perusahaan pada triwulan III 2019.

Direktur dan Investor Relations Bumi Resources Minerals Herwin Hidayat menyebutkan dana tersebut berasal dari jasa konsultasi pertambangan untuk Bellridge Holdings Limited. Adapun konsultasi yang dilakukan berupa studi kelayakan maupun akusisi tambang di Indonesia.

Meski terus melakukan pendekatan dengan perusahaan lainnya, sejauh ini baru Bellridge yang menggunakan jasa konsultan milik Bumi Resources Minerals. "Jasa kami melakukan survei untuk kesempatan berinvestasi di industri tambang Indonesia," ujar Herwin di Jakarta.

Bellridge sendiri merupakan perusahaan jasa konstruksi yang berbasis di Australia. Bellridge dan perusahaan tambang berkode emiten BRMS ini telah menandatangani perjanjian jasa penasehat pertambangan pada 11 Januari 2018 dan akan berlaku hingga 2023.

(Baca: Setelah Rugi, Emiten Grup Bakrie Ini Akhirnya Cetak Untung Rp 14 M)

Herwin optimistis apabila tambang emas di Poboya, Sulawesi Tengah berpoduksi, maka laba perusahaan tidak lagi bertopang pada jasa konsultan, melainkan dari penjualan emas.

Tambang emas tersebut dimiliki anak usaha Bumi Resources Minerals yakni PT Citra Palu Mineral (CPM). Uji coba produksi ditargetkan pada kuartal empat tahun ini. Tahap uji coba pertama diharapkan bisa memproduksi sekitar 100 ribu ton bijih emas.

Perlu diketahui, pada periode Januari-September 2019 perusahaan membukukan laba bersih sebesar US$ 1,016 juta atau sekitar Rp 14,27 miliar. Capaian tersebut membaik dibandingkan kinerja pada periode yang sama tahun lalu yang merugi US$ 93,95 juta.

Kinerja positif ini utamanya ditopang oleh tidak adanya rugi pelepasan investasi pada sembilan bulan pertama tahun ini. Sedangkan, pada periode sama tahun lalu, pos ini membebani pendapatan sebesar US$ 84,50 juta.

Selain itu, pendapatan usaha tercatat sebesar US$ 3,46 juta, naik 193% dibandingkan periode sama tahun lalu US$ 1,18 juta. Pendapatan tersebut disokong oleh jasa konsultan pertambangan untuk Bellridge sebesar US$ 1,18 juta. Di sisi lain, beban usaha tercatat sebesar US$ 3,45 juta, turun 21,94% dari periode sama tahun lalu US$ 4,42 juta.

(Baca: Bangun Smelter, Bumi Resources Jajaki Kerja Sama dengan Freeport)

Reporter: Fariha Sulmaihati

Video Pilihan

Artikel Terkait