Minim Sentimen Positif Dalam Negeri, IHSG Awal Pekan Turun 0,45%

Rilis data ekonomi beberapa negara yang mengecewakan menjadi sentimen negatif penekan IHSG dan bursa Asia lainnya.
Image title
Oleh Happy Fajrian
30 September 2019, 18:34
ihsg, bursa, ihsg hari ini, saham
ANTARA FOTO/Muhammad Adimaja
Layar pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG). IHSG awal pekan ini, Senin (30/9) turun 0,45% lantaran minimnya sentimen positif dari dalam negeri untuk menahan gempuran sentimen negatif eksternal.

Indeks harga saham gabungan (IHSG) awal pekan ini, Senin (30/9) berakhir dengan koreksi sebesar 27,79 poin atau 0,45% ke level 6.169,1. Sejalan dengan IHSG, mayoritas bursa saham utama di Asia juga berakhir lebih rendah.

Dari bursa Asia, tercatat hanya indeks Hang Seng dan Kospi yang berakhir positif. Hang Seng ditutup naik 0,53%, sedangkan Kospi naik 0,64%. Selain itu, Strait Times turun 0,18%, Shanghai turun 0,92%, serta Nikkei turun 0,56%.

Menurut analis Binaartha Sekuritas M. Nafan Aji Gusta, koreksi pada IHSG hari ini disebabkan oleh minimnya sentimen positif dari dalam negeri. “Pelemahan (turunnya) IHSG juga seiring dengan data-data ekonomi sejumlah negara yang terkoreksi,” jelasnya, dilansir dari Antara.

Data produksi industri Jepang periode September misalnya, mengalami penurunan 1,2% dbandingkan periode bulan sebelumnya yang masih mencatatkan pertumbuhan sebesar 1,3%.

(Baca: Analis KIC: Dampak Demonstrasi ke IHSG Kecil, Pasar Memang Bearish)

Sementara itu data Purchasing Manager’s Index (PMI) manufaktur Tiongkok juga masih di bawah level 50, yang menandakan bahwa industri manufaktur di negeri Panda tersebut masih terus terkontraksi. Sedangkan dari Eropa, tepatnya Inggris, produk domestik bruto (PDB)-nya tercatat turun 0,2%.

Kendati demikian, Nafan memprediksi meredanya sentimen perang dagang antara Amerika Serikat (AS) dan Tiongkok, serta dinamika politik di AS terkait usulan pemaksulan yang dilancarkan kubu Demokrat terhadap presiden Donald Trump, akan menjadi sentimen penggerak IHSG pekan ini.

“Data-data inflasi Indonesia yang diproyeksikan membaik, data PMI Indonesia yang diprediksi akan ekspansif, data indeks keyakinan bisnis yang diprediksi stabil, dan data-data PMI Tiongkok serta AS, dan data tenaga kerja non pertanian AS akan mempengaruhi laju IHSG pekan ini,” jelas Nafan.

(Baca: IHSG Sesi I Turun 0,57%, Dibayangi Aksi Demostrasi Mahasiswa)

Saham-saham Penggerak Indeks

Berdasarkan RTI Infokom, total transaksi saham sepanjang hari ini mencapai Rp 8,71 triliun dari 20,84 miliar saham yang ditransaksikan sebanyak 451.496 kali oleh investor. Sebanyak 258 saham turun, 165 saham naik, dan sisanya stagnan.

Saham-saham yang paling signifikan menekan laju IHSG hari ini di antaranya Sinar Mas Multiartha Tbk (SMMA) yang anjlok 19,45% menjadi Rp 8.800 per saham, Bank Rakyat Indonesia Tbk (BBRI) turun 1,44% menjadi Rp 4.120, Unilever Indonesia Tbk (UNVR) turun 1,06% menjadi Rp 46.500.

Selain itu ada juga saham Elang Mahkota Teknologi Tbk (EMTK) yang anjlok 8,02% menjadi Rp 5.450, serta Transcoal Pacific Tbk (TCPI) jatuh 6,41% menjadi Rp 7.300 per saham.

Di sisi lain investor asing terpantau masih melepas sahamnya di bursa domestik dengan penjualan bersih (net sell) sebesar Rp 68,91 miliar di seluruh pasar. Dua saham yang menjadi sasaran jual investor asing hari ini yaitu BBRI sebesar Rp 91 miliar dan Telekomunikasi Indonesia Tbk (TLKM) Rp 73,5 miliar.

(Baca: Asosiasi Emiten Sebut Investor Asing Enggan Masuk karena Banyak Aturan)

Reporter: Antara

Video Pilihan

Artikel Terkait