Akhir Pekan IHSG Turun 0,54%, Saham Bank dan Rokok Paling Terpukul

Saham Bank Mandiri, BNI, Gudang Garam, dan Sampoerna menjadi saham-saham yang paling menekan laju IHSG hari ini ke zona merah.
Image title
27 September 2019, 18:30
ihsg hari ini, ihsg turun, bursa, saham,
ANTARA FOTO/NOVA WAHYUDI
Layar pergerakan saham di gedung Bursa Efek Indonesia, Jakarta. Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) Jumat (27/9) ditutup turun 33,45 poin atau 0,54% ke level 6.196,89. Saham BMRI, BNI, GGRM, dan HMSP adalah saham-saham yang paling menekan laju IHSG hari ini.

Indeks harga saham gabungan (IHSG) kembali berakhir di zona merah pada penutupan perdagangan hari ini, Jumat (27/9), setelah kemarin mengakhiri reli koreksinya pekan ini dengan rebound cukup tinggi sebesar 1,37%. IHSG hari ini turun 0,54% ke posisi 6.196,89.

"Hari ini IHSG terkena sentimen bursa saham Asia terkait perang dagang, dan window dressing sehingga menurun sedikit," kata Analis Panin Sekuritas William Hartanto dilansir dari Antara, Jumat.

Mayoritas bursa saham Asia hari ini memang tercatat berakhir lebih rendah dibandingkan posisi penutupan sebelumnya. Hanya indeks Shanghai yang berakhir positif dengan kenaikan 0,11%.

Sementara lainnya, seperti indeks Kospi turun hingga 1,19%, atau tertinggi di antara bursa Asia lainnya. Kemudian disusul Nikkei yang turun 0,77%, Hang Seng turun 0,33%, dan Strait Times turun tipis sebesar 0,01%.

(Baca: IHSG Turun, Saham Yelooo, Adaro, dan Matahari Cetak Kenaikan Tertinggi)

Secara sektoral, koreksi IHSG hari ini terutama dipimpin oleh saham-saham di sektor properti yang turun 0,9%, kemudian infrastruktur turun 0,86%, tambang turun 0,73%, industri dasar turun 0,74%, serta pertanian dan aneka industri turun 0,57%.

Namun jika dilihat dari saham penggeraknya, turunnya IHSG ditekan oleh saham bank dan rokok. Saham Bank Mandiri Tbk (BMRI) memimpin di urutan pertama sebagai saham yang paling signifikan menekan IHSG. Ada juga saham Bank Negara Indonesia Tbk (BBNI).

Saham BMRI hari ini tercatat turun 1,76% ke level Rp 6.975 per saham, sedangkan saham BBNI turun 1,66% ke level Rp 7.425 per saham.

Kemudian dua saham rokok, yakni H.M. Sampoerna Tbk (HMSP) yang turun 1,29% ke level Rp 2.300 per saham, dan Gudang Garam Tbk (GGRM) yang turun 2,82% ke Rp 52.500 per saham juga turut menekan laju IHSG.

(Baca: Asing Jualan Saham Rp 2,3 Triliun Sepekan, Korbannya Sektor Perbankan)

Sementara itu saham Telekomunikasi Indonesia Tbk (TLKM) melengkapi lima saham yang paling menekan laju IHSG dengan terkoreksi 1,15% ke level Rp 4.310 per saham.

Tercatat total transaksi saham hari ini mencapai Rp 6,93 triliun dari 15,06 miliar saham yang ditransaksikan dengan frekuensi 367.458 kali oleh investor. Sebanyak 250 saham ditutup lebih rendah, 147 saham naik, dan sisanya stagnan.

Investor asing masih terus melepas sahamnya di bursa domestik. Sepanjang hari ini ivestor asing membukukan penjualan bersih saham (net sell) sebesar Rp 338,34 miliar di seluruh pasar, dengan Rp 185,16 miliar dilakukan di pasar reguler.

Dengan demikian, selama sepekan ini dana asing yang keluar dari pasar saham mencapai Rp 1,82 triliun di pasar reguler, dan Rp 159,39 miliar di pasar negosiasi/tunai.

(Baca: Agung Podomoro Land Dapat Dana Segar Rp 2,6 Triliun untuk Bayar Utang)

Untuk hari ini, investor asing tidak melakukan penjualan yang signifikan pada saham tertentu. Saham yang mencatatkan net sell asing terbesar yaitu saham TLKM yakni Rp 74,5 miliar dan United Tractors Tbk (UNTR) Rp 62,3 miliar.

Investor asing malah kembali menyerbu saham Bank Central Asia Tbk (BBCA) dengan total pembelian bersih atau net buy mencapai Rp 144,8 miliar.

Video Pilihan

Artikel Terkait