Baru Diangkat Jadi Dirut BTN, Suprajarto Mengundurkan Diri

Suprajarto menyatakan belum ada pembicaraan dengan Kementerian BUMN terkait penunjukan dirinya sebagai Direktur Utama BTN.
Image title
Oleh Fariha Sulmaihati
29 Agustus 2019, 20:22
direktur utama btn, suprajarto, mundur, direktur utama bri
ANTARA FOTO/Prasetyo Utomo
Direktur Utama BTN yang baru Suprajarto menyatakan mundur dari hasil keputusan RUPSLB BTN.

Direktur Utama Bank Rakyat Indonesia (BRI) Suprajarto menyatakan dirinya mengundurkan diri dari jabatan barunya sebagai Direktur Utama Bank Tabungan Negara (BTN) pada Kamis (29/8) malam.

Diangkatnya Suprajarto sebagai pemimpin baru Bank BTN dan menggantikan Maryono berdasarkan Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa (RUPSLB) yang diadakan pada sore tadi.

Suprajarto menolak jabatan dengan alasan pemegang saham, yakni Kementerian Badan Usaha Milik Negara (BUMN) tidak pernah membahas penunjukan dirinya sebagai Dirut BTN. Bahkan, dia mengetahui kabar tersebut dari pemberitaan di media massa.

"Saya tidak pernah diajak bicara sebelumnya. Apalagi diajak musyawarah. Saya memutuskan mengundurkan diri dari hasil keputusan RUPSLB," ujarnya saat konferensi pers di Jakarta, Kamis malam (29/8).

(Baca: Alasan Kementerian BUMN Angkat Suprajarto Jadi Dirut BTN)

Pernyataannya berbeda dengan yang disampaikan Deputi Bidang Usaha Jasa Keuangan, Jasa Survei dan Konsultan Kementerian BUMN Gatot Trihargo. Gatot menyatakan Suprajarto telah mengetahui rencana penunjukannya sebagai Direktur Utama BTN. "Sudah (tahu)," ujarnya.

Saat ditanya mengenai rencana ke depan, Suprajarto belum dapat memastikannya. Ia menegaskan bahwa selama ini ia bekerja secara profesional dan tidak pernah punya persoalan dengan pihak mana pun. Ia juga tak berandai-andai untuk pindah ke perusahaan BUMN lainnya.

"Belum ada rencana, saya mau liburan, yang penting saya happy dan enjoy.  Saya tidak pernah ada persoalan dengan orang, rasanya ya. Karena selama ini saya profesional," katanya. 

Pergantian jajaran pengurus bank pelat merah ini terkesan mendesak. Sebelumnya Presiden Joko Widodo (Jokowi) telah melarang perubahan kepengurusan di BUMN maupun pejabat eselon I kementerian/lembaga di masa transisi ke pemerintahan baru.

(Baca: Menteri Rini Angkat Dirut BRI Suprajarto Jadi Dirut BTN)

Ada pun Suprajarto baru menjabat sebagai Dirut BRI selama 2 tahun 5 bulan. Sebelum menjadi dirut BRI, ia pernah menjabat sebagai Wakil Direktur Utama BNI. Namun, kariernya selama ini lebih banyak dihabiskan di BRI.

Dengan demikian, saat ini ada posisi pimpinan di  dua bank pelat merah yang mengalami kekosongan. Pasalnya, dengan hasil keputusan RUPSLB BTN yang menunjuk Suprajarto sebagai Direktur Utama BTN, maka sesuai Undang-undang BUMN dia sudah tidak menjabat lagi sebagai Direktur Utama BRI.

"Kalau dengan ditetapkan disini (RUPSLB BTN) sesuai UU BUMN, otomatis beliau sudah tidak (menjabat di BRI)," kata Gatot.

Dia juga menambahkan bahwa penunjukkan pelaksana tugas (PLT) Direktur Utama BRI akan menjadi kewenangan jajaran komisaris BRI. "Masih ada waktu," tegasnya.

(Baca: Suprajarto, Dirut BRI yang Menolak Pimpin BTN)

Reporter: Fariha Sulmaihati

Video Pilihan

Artikel Terkait