Ciputra Berencana Terbitkan Kontrak Investasi Real Estate Rp 6 Triliun

Ciputra akan melihat kondisi pasar sebelum menerbitkan instrumen KIK DIRE, apalagi investor belum terlalu akrab dengan instrumen ini.
Image title
26 Juni 2019, 21:21
Ciputra
KATADATA
Ciputra

PT Ciputra Development Tbk merencanakan penerbitan kontrak investasi kolektif dana investasi real estat (KIK-DIRE) alias real estat investment trusts (REITs). Rencananya mereka menerbitkan DIRE senilai Rp 6 triliun dari potensi Rp 8 triliun untuk pengembangan proyek-proyek yang tengah dikerjakan.

Direktur Ciputra Artadinata Djangkar mengatakan, dengan penerbitan KIK-DIRE tersebut aset-aset pendapatan berulang atau recurring income yang mereka miliki, nilainya bisa meningkat. Saat ini aset recurring income mencapai Rp 25 triliun dengan aset yang berpotensi untuk dimasukkan ke dalam DIRE senilai Rp 8 triliun.

Namun, Artadinata belum bisa memastikan kapan Ciputra akan menerbitkan instrumen tersebut karena masih melihat kondisi pasar. Menurutnya, pasar saat ini belum akrab dengan instrumen tersebut sehingga diperkirakan belum banyak investor yang tertarik untuk menyerapnya.

(Baca: Ciputra Lepas Ascott Kuningan ke Capitaland)

Advertisement

"Potensi DIRE Rp 8 triliun tapi belum akan tahun ini (diterbitkan) karena kami lihat dulu kondisi pasarnya," kata Artadinata saat ditemui di Ciputra Artpreuneur, Jakarta, Rabu (26/6). Dia memastikan, realisasi penerbitannya tidak tahun ini meski tidak memberi sinyal juga bakal menerbitkan tahun depan atau tidak.

Untuk itu, dia mengatakan, bakal melihat kondisi pasar dari perusahaan-perusahaan lain dalam rangka menerbitkan KIK-DIRE ini, sehingga perusahannya mampu melihat respons pasar terhadap instrumen tersebut. Selain mengamati pasar, dia juga tengah menanti suku bunga yang lebih murah untuk menjalankan rencana tersebut.

Hingga saat ini, baru ada satu perusahaan yang menerbitkan instrumen KIK-DIRE, yaitu PT Ciptadana Asset Management. Ciptadana Asset Management pertama kali menerbitkan instrumen ini pada 2012 dengan aset portofolio Solo Grand Mall, dan instrumen kedua dirilis akhir Januari 2019 dengan aset portofolio Hotel Padjadjaran Suites.

Namun, PT Sinarmas Asset Management dikabarkan juga akan segera meluncurkan instrumen investasi ini dengan nilai total sebesar Rp 10,4 triliun. Aset portofolio yang akan dijaminkan yaitu Plaza Indonesia.

(Baca: Ciputra Ekspansi Rp 8,5 Triliun)

News Alert

Dapatkan informasi terkini dan terpercaya seputar ekonomi, bisnis, data, politik, dan lain-lain, langsung lewat email Anda.

Dengan mendaftar, Anda menyetujui Kebijakan Privasi kami. Anda bisa berhenti berlangganan (Unsubscribe) newsletter kapan saja, melalui halaman kontak kami.
Video Pilihan

Artikel Terkait