Dilanda Profit Taking Usai Pilpres, IHSG di Awal Pekan Ini Turun 0,8%

IHSG dilanda profit taking namun analis meyakini kepastian yang terbentuk pasca Pilpres 2019 akan mendorong IHSG ke level yang lebih tinggi.
Image title
22 April 2019, 10:38
Sejumlah pekerja beraktivitas di Bursa Efek Indonesia (BEI), Jakarta, Selasa (16/4/2019).Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) pada sehari menjelang Pemilu 2019 ditutup menguat 0,72 persen atau 46,39 poin pada level 6.481.
ANTARA FOTO/ADITYA PRADANA PUTRA
Sejumlah pekerja beraktivitas di Bursa Efek Indonesia (BEI), Jakarta, Selasa (16/4/2019).Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) pada sehari menjelang Pemilu 2019 ditutup menguat 0,72 persen atau 46,39 poin pada level 6.481.

Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) naik 3,87 poin atau 0,06% pada pembukaan perdagangan saham Bursa Efek Indonesia (BEI) awal pekan ini, Senin (22/4). Namun tak lama setelah perdagangan dimulai, IHSG langsung bergerak ke zona merah.

Hingga pukul 10.00, IHSG telah berada pada posisi 6.452,72 atau terkoreksi 0,84%. Sementara itu bursa saham utama Asia lainnya bergerak bervarasi. Indeks Strait Times naik 0,25%, Shanghai terkoreksi 0,41%, Nikkei naik 0,09%, Kospi naik 0,15%, KLCI nak 0,45%, serta PSEi naik 0,21%.

Sejumlah analis memperkirakan IHSG hari ini masih berpotensi untuk bergerak naik seiring masih adanya sentimen dari hasil hitung cepat Pilpres 2019.

Direktur Riset dan Investasi Pilarmas Investindo Sekuritas Maximilianus Nico Demus menilai sentimen dari pemilu pekan lalu masih bakal berlanjut pada pekan ini."Sebetulnya, memang yang harus dilihat adalah seusai pemilu ini ada apa. Karena sebetulnya masih tersisa (sentimennya)," katanya Minggu (21/4).

Advertisement

(Baca: Laju IHSG Pekan ini Masih Dipengaruhi Pemilu 2019)

Selain itu, pergerakan IHSG pekan ini juga akan dipengaruhi oleh hasil Rapat Dewan Gubernur Bank Indonesia (BI) yang akan berlangsung 24-25 April mendatang. Hasil RDG ini akan menjadi perhatian investor karena ada potensi penurunan suku bunga acuan.

Analis Indosurya Sekuritas William Surya Wijaya dalam risetnya dia menuliskan, kondisi kepastian pasca-pemilu yang mulai terbentuk akan menjadi salah satu faktor pendorong untuk kembali naiknya IHSG hingga beberapa waktu mendatang.

Selain itu, arus masuk modal (capital inflow) yang diperkirakan terus kembali mengalir ke pasar modal Indonesia, akan turut mendongkrak performa dari IHSG dalam jangka panjang. Tercatat, sejak awal tahun ini, investor asing melakukan beli bersih hingga Rp 15,21 triliun.

"Peluang untuk kembali mencetak rekor tertinggi baru terlihat sangat kuat dapat terealisasi dalam waktu dekat," katanya. Untuk hari ini William memperkirakan IHSG akan bergerak di level 6.442 hingga 6.676.

(Baca: Sempat Melesat Hingga 6.636, IHSG Ditutup Menguat Terbatas 0,4%)

Senada dengan William, Kepala Riset Valbury Sekuritas Indonesia Alfiansyah juga menilai kepastian yang muncul pasca Pilpres akan mengembalikan kepercayaan investor karena akan ada kebijakan ekonomi yang lebih pasti yang diusung pemerintah. "Ini menimbulkan kepastian bagi investor. Investor juga melihat bagaimana kebijakan pemerintah terpilih bisa menangani masalah struktural di Indonesia," ujar Alfiansyah dalam risetnya.

Beberapa sentimen lainnya yang akan mendorong laju IHSG di antaranya kepercayaan investor asing yang masih melihat Indonesia sebagai pasar yang prospektif. Kepercayaan tersebut karena pertumbuhan ekonomi Indonesia mencapai rata-rata 5% per tahun di tengah guncangan perekonomian global.

Sementara itu pada perdagangan Kamis (18/4) indeks Amerika Serikat (AS) kompak ditutup pada teritori positif. Dow Jones naik 0,44%, S&P 500 naik 0,16%, dan Nasdaq positif 0,02%. Penguatan bursa AS dipengaruhi optimisme seputar perundingan dagang AS-TIongkok serta rilis data ekonomi AS yang positif seperti data penjualan ritel periode Maret 2019 yang naik 1,6% secara bulanan, serta data pengangguran yang turun ke level terendah dalam 50 tahun.

Hingga berita ini ditulis, total perdagangan saham di BEI mencapai Rp 5,30 triliun dari 6,04 miliar saham yang diperjualbelikan oleh investor. Sebanyak 219 saham berada di teritori negatif, 121 saham positif, dan 119 saham lainnya tak bergerak. Investor asing membukukan pembelan bersih saham Rp 18,23 miliar di seluruh pasar.

(Baca: Jokowi Unggul Hasil Hitung Cepat, Harga Saham BUMN Karya Kompak Naik)

Reporter: Ihya Ulum Aldin
News Alert

Dapatkan informasi terkini dan terpercaya seputar ekonomi, bisnis, data, politik, dan lain-lain, langsung lewat email Anda.

Dengan mendaftar, Anda menyetujui Kebijakan Privasi kami. Anda bisa berhenti berlangganan (Unsubscribe) newsletter kapan saja, melalui halaman kontak kami.
Video Pilihan

Artikel Terkait