Walau Pasar Minim Sentimen, IHSG Ditutup Terkoreksi 0,23%

Bursa saham hari ini relatif minim sentimen baik dari interal maupun eksternal. Namun, investor asing yang melakukan penjualan bersih saham menekan IHSG.
Image title
27 Februari 2019, 18:51
Bursa
ANTARA FOTO/Akbar Nugroho Gumay
Ilustrasi

Indeks harga saham gabungan (IHSG) menutup perdagangan saham di Bursa Efek Indonesia (BEI) dengan terkoreksi sebesar 0,23% ke level 6.525,68. Sementara itu indeks kelompok 45 saham unggulan atau LQ45 terkoreksi 0,31% menjadi 1.021,78.

IHSG mengawali perdagangan saham hari ini dengan langsung terkoreksi sebesar 0,14%. Sepanjang hari ini IHSG konsisten bergerak di zona merah hingga akhir perdagangan. IHSG bergerak pada kisaran 6.539,29 hingga 6.499,82.

Delapan dari sepuluh indeks sektoral terkoreksi, dipimpin oleh sektor pertanian dengan koreksi terbesar 1,34%. Dua indeks yang berhasil mengalami kenaikan yaitu properti sebesar 0,89%, dan industri dasar sebesar 0,03%.

Analis Panin Sekuritas William Hartanto menilai, meski terkoreksi, perdagangan saham hari ini minim sentimen baik dari internal maupun eksternal. "Hanya perdagangan biasa, yang penting pelemahannya masih stabil, tidak mengalami perubahan yang signifikan," ujarnya di Jakarta, Rabu (27/2).

Advertisement

Total nilai transaksi saham hari ini tercatat Rp 10,33 triliun dari 13,54 miliar saham yang diperdagangkan oleh investor. Sebanyak 235 memerah, 178 menghijau, dan 136 saham lainnya tidak berubah.

(Baca: Investor 'Wait and See' Perundingan AS-Tiongkok, IHSG Turun 0,14%)

Beberapa saham yang paling cuan di tengah pasar yang memerah ini di antaranya saham PT Charoen Pokphand Indonesia Tbk (CPIN) yang mengalami kenaikan 5,56%, kemudian PT Gudang Garam Tbk (GGRM) yang sahamnya naik 2,49%, PT HM Sampoerna Tbk (HMSP) naik 0,79%, PT MNC Kapital Indonesia Tbk (BCA) meroket 32,9%, dan PT Jasa Marga Tbk (JSMR) naik 5,21%.

Selain itu tiga saham terpantau paling besar kontribusinya dalam mendorong kinerja IHSG turun, yaitu PT Bank Rakyat Indonesia Tbk (BBRI) yang sahamnya turun 1,78%, PT Unilever Indonesia Tbk (UNVR) turun 1,95%, serta PT Bank Mandiri Tbk (BMRI) turun 1,03%.

Di tengah kinerja IHSG yang memerah, investor asing membanjiri pasar saham melalui pasar negosiasi dan pasar tunai. Total pembelian bersih saham investor asing di pasar tersebut mencapai Rp 411,47 miliar. Sedangkan di pasar reguler investor asing membukukan penjualan saham bersih senilai Rp 150,57 miliar.

Hari ini investor asing paling banyak melepas saham Bank Mandiri yakni mencapai Rp 64,1 miliar, disusul saham PT JAPFA Tbk (JPFA) Rp 48,2 miliar, dan PT Astra International Tbk (ASII) Rp 35,2 miliar. Namun investor asing terpantau memborong saham PT Bank Central Asia Tbk (BBCA) hingga Rp 130,4 miliar.

Kinerja serupa IHSG juga terjadi di mayoritas bursa saham Asia. Indeks Strait Times turun 0,36%, Hang Seng 0,05%, PSEi 1,24%, dan KLCI 0,32%. Tiga bursa Asia yang berhasil mencatatkan kinerja yang positif yaitu Indeks Shanghai dengan kenaikan 0,42%, Nikkei 0,5%, dan Kospi 0,37%.

(Baca: Imbas Gejolak Ekonomi, Pendapatan Asuransi Jiwa 2018 Turun 19,4%)

News Alert

Dapatkan informasi terkini dan terpercaya seputar ekonomi, bisnis, data, politik, dan lain-lain, langsung lewat email Anda.

Dengan mendaftar, Anda menyetujui Kebijakan Privasi kami. Anda bisa berhenti berlangganan (Unsubscribe) newsletter kapan saja, melalui halaman kontak kami.
Video Pilihan

Artikel Terkait