Tren Harga Emas Naik, J Resources Optimistis 2019 Laba Tumbuh 10%

J Resources mengasumsikan harga emas sepanjang 2019 senilai US$ 1.250 per oz, nyatanya harga emas saat ini sekitar US$ 1.400 per oz.
Image title
27 Februari 2019, 07:58
Emas Antam
ANTARA FOTO/Aditya Pradana Putra
Ilustrasi emas batangan. Tren harga emas yang terus naik membuat J Resources optimistis dapat tumbuh 10% tahun ini.

PT J Resources Asia Pasifik Tbk. menargetkan bisnis mereka akan tumbuh sejalan dengan prediksi naiknya harga emas di tahun 2019. Perusahaan berkode saham PSAB ini menargetkan pendapatan bisa tumbuh lebih dari 5%, sedangkan laba ditargetkan tumbuh di atas 10% dibandingkan capaian tahun sebelumnya.

Direktur J Resources Asia Pasifik Edi Permadi mengatakan, mereka memiliki target produksi emas tahun sekitar 168 ribu ounce (oz). Produksi tersebut, sedikit menurun dari tahun 2018 yang sebanyak 174 ribu oz karena tahun ini mereka memilih untuk fokus pada pengembangan tambang baru.

Meski begitu, Edi tetap optimistis dengan target tersebut karena kenaikan harga emas, di mana dalam rencana kerja dan anggaran biaya (RKAB), mereka menetapkan harga emas sepanjang 2019 senilai US$ 1.250 per oz. Sedangkan, saat ini tren emas sedang menanjak dengan asumsi Edi berada di kisaran US$ 1.400 per oz.

"Jadi, sebenarnya, tahun ini lebih optimis angkanya," kata Edi saat ditemui di Jakarta, Selasa (26/2). Jika mengikuti RKAB, target pendapatan tahun ini sekitar US$ 210 juta. Namun jika mengikuti tren harga emas saat ini, pendapatan melonjak menjadi sekitar US$ 235,2 juta.

Advertisement

(Baca: J Resources Jual Saham untuk Biayai Belanja Modal Rp 4,3 Triliun)

Sementara pendapatan dan laba perusahaan tahun lalu masing-masing hanya tumbuh 1,5% dibandingkan tahun 2017. Rendahnya pertumbuhan bisnis tahun 2018 disebabkan penurunan produksi. Namun, pendapatan dan laba tetap bisa tumbuh karena ada kenaikan harga emas di sepanjang tahun 2018.

Adapun pada 2017 lalu, J Resources mengantongi pendapatan sebesar US$ 219,4 juta. Dengan begitu, pendapatan mereka tahun 2018 sekitar US$ 222,6 juta. Sementara, untuk laba pada tahun tersebut, mereka mendapatkan US$ 27,9 juta. Berarti laba mereka tahun 2018 sekitar US$ 28,3 juta.

Untuk mengejar target pertumbuhan tahun ini, J Resources telah menganggarkan belanja modal atau capital expenditure (capex) senilai US$ 300 juta atau setara Rp 4,35 triliun (kurs Rp 14.500 per dolar) untuk pengembangan dua tambang emasnya, yaitu tambang Pani di Kabupaten Pohuwato, Provinsi Gorontalo dan tambang Doup di Kabupaten Bolaang Mongondow, Provinsi Sulawesi Utara.

Untuk memenuhi kebutuhan belanja modal tersebut, J Resources akan melakukan dengan penambahan modal tanpa memberikan hak memesan efek terlebih dahulu atau private placement,  menggunakan kas internal perusahaan, serta akan mempertimbangkan untuk menerbitkan surat utang atau obligasi, dan pinjaman bank. "Private placement salah satu upaya untuk memenuhi capex itu," kata Edi.

(Baca: Yakini Pasar Lebih baik, 5 Perusahaan Siap Melantai di Bursa Tahun Ini)

Reporter: Ihya Ulum Aldin
News Alert

Dapatkan informasi terkini dan terpercaya seputar ekonomi, bisnis, data, politik, dan lain-lain, langsung lewat email Anda.

Dengan mendaftar, Anda menyetujui Kebijakan Privasi kami. Anda bisa berhenti berlangganan (Unsubscribe) newsletter kapan saja, melalui halaman kontak kami.
Video Pilihan

Artikel Terkait