Dipengaruhi Debat Capres Minggu Malam, IHSG Melesat Naik 1,70%

Kenaikan IHSG salah satunya dipengaruhi oleh paparan calon presiden nomor urut 1 Joko Widodo terkait program infrastruktur dan kebijakan B20.
Image title
18 Februari 2019, 18:58
BEI
Ajeng Dinar Ulfiana | KATADATA
Bursa Efek Indonesia mengadakan konferensi pers mengenai Pengumuman Perdagangan Bursa Efek Indonesia 2018 di Bursa Efek Indonesia, Jakarta Selatan (27/12). Direktur Utama BEI Inarno Djajadi mengatakan dirinya optimis dengan pergantian tahun ini, meski tahun depan memasuki tahun politik. Justru tantangan terbesar datang dari faktor eksternal yang tak bisa dihindari.

Indeks harga saham gabungan (IHSG) mengakhiri perdagangan saham pertama pekan ini dengan kenaikan yang signifikan sebesar 1,70% ke level 6.497,82. IHSG juga sempat kembali menembus level 6.500 menjelang akhir perdagangan, walau gagal bertahan di level tersebut.

Analis Panin Sekuritas William Hartanto mengatakan, secara teknikal IHSG sudah berada di area "oversold" sejak Jumat (15/2) kemarin, dan telah terindikasi laju penurunannya akan berakhir.

Selain itu, dia menilai Debat Capres putaran kedua yang berlangsung Minggu (17/2) malam memiliki efek yang positif terhadap pergerakan IHSG hari ini. Menurut William, pemaparaan program calon presiden nomor urut 1 Joko Widodo (Jokowi) memberikan sentimen yang positif terhadap beberapa sektor.

Terutama pemaparan mengenai program pembangunan infrastruktur dan kebijakan B20 yang akan terus ditingkatkan hingga B100, membawa sentimen positif terhadap sektor konstruksi dan perkebunan sawit. Ïnilah dua faktor utama penguatan IHSG hari ini. Kalau faktor eksternalnya karena pasar Asia menguat signifikan hari ini," ujar William di Jakarta, Senin (18/2).

Advertisement

(Baca: Optimisme Perundingan Dagang AS-Tiongkok Dongkrak IHSG Naik 1,2%)

Sementara itu transaksi saham di Bursa Efek Indonesia (BEI) hari ini tercatat mencapai Rp 9,66 triliun dengan volume saham yang diperdagangkan mencapai 13,1 miliar saham yang ditransaksikan sebanyak 430.217 kali oleh investor.

Sebanyak 264 saham kinerjanya menghijau, 148 saham memerah, dan 118 saham lainnya bergerak mendatar. Hari ini masih terjadi aliran modal asing keluar dari pasar saham walaupun IHSG mencatatkan kenaikan yang signifikan. Investor asing membukukan penjualan bersih saham senilai Rp 147,02 miliar, dengan Rp 66,95 miliar dilakukan di pasar reguler.

Lima saham yang paling signifikan mendorong kenaikan IHSG hari ini, menurut data BEI, di antaranya PT Bank Central Asia Tbk (BBCA) yang sahamnya melesat naik 2,24%, PT HM Sampoerna Tbk (HMSP) naik 2,97%, PT Astra International Tbk (ASII) naik 3,62%, PT Telekomunikasi Indonesia Tbk (TLKM) naik 2,90%, serta PT Unilever Indonesia Tbk (UNVR) naik 2,97%.

Senada dengan IHSG, bursa saham di Asia lainnya juga mengalami kenaikan yang signifikan. Indeks Nikkei naik paling tinggi sebesar 1,82%, diikuti IHSG (1,70%), Hang Seng (1,60%), Shanghai (1,22%), Strait Times (0,81%), PSEi (0,79%), Kospi (0,67%), dan KLCI (0,23%) di urutan terakhir.

(Baca: Dirut BEI: Beda Prospek Pasar JP Morgan dan Credit Suisse Hal Biasa)

Kinerja bursa saham Asia hari ini terutama dipengaruhi optimisme investor seputar lanjutan perundingan dagang Amerika Serikat (AS)-Tiongkok yang akan berlangsung pekan ini di Washington D.C. Perwakilan Dagang AS Robert Lighthizer, mengatakan bahwa pertemuan dengan Presiden Tiongkok Xi Jinping selama dua hari pada akhir Januari kemarin berjalan dengan baik.

"Kami merasa telah membuat kemajuan dalam menyelesaikan masalah yang sangat, sangat penting dan sulit," kata Lighthizer, seperti dikutip dari Reuters.

Sementara itu Presiden Xi juga menyatakan harapannya untuk mencapai kesepakatan yang saling menguntungkan dengan AS, terutama terkait beberapa isu pelik terkait kebijakan teknologi dan perdagangan Tiongkok yang dipermasalahkan oleh pihak AS.

Reporter: Antara
News Alert

Dapatkan informasi terkini dan terpercaya seputar ekonomi, bisnis, data, politik, dan lain-lain, langsung lewat email Anda.

Dengan mendaftar, Anda menyetujui Kebijakan Privasi kami. Anda bisa berhenti berlangganan (Unsubscribe) newsletter kapan saja, melalui halaman kontak kami.
Video Pilihan

Artikel Terkait