Jelang Pilpres, Investor Khawatirkan Ekonomi Global Daripada Politik

Sebagian besar responden meyakini kondisi politik saat ini dan tiga bulan mendatang masih dalam kondisi yang stabil.
Image title
30 Januari 2019, 14:13
Katadata KIC
Ajeng Dinar Ulfiana | KATADATA
Damhuri Nasution (kanan) selaku Kepala Danareksa Research Institut dalam acara mengenai paparan survei Katadata Investror Confidence Index (KICI) bersama Katadata di Jakarta, Selasa (30/1).

Hasil survei Katadata Investor Confidence Index (KICI) menunjukkan investor lebih mengkhawatirkan kondisi perekonomian global dibandingkan kondisi keamanan dan politik dalam negeri. Investor menilai risiko dari ekonomi global yang melambat seiring dengan perang dagang dan normalisasi kebijakan moneter paling besar mempengaruhi keputusan investasi mereka.

Menurut hasil survei KICI, gejolak perekonomian global menjadi perhatian utama responden. Namun mereka tetap optimistis terhadap prospek usahanya saat ini dan untuk tiga bulan ke depan.

Kekhawatiran investor terhadap perkembangan ekonomi global mencapai 40,1% mengalahkan kekhawatiran terhadap risiko pasar modal lainnya yaitu faktor keamanan dalam negeri 20,3%, politik dalam negeri 25,6%, serta geopolitik internasional 9,9%. Kondisi perekonomian dalam negeri menjadi urutan buncit terkait risiko yang mempengaruhi kondisi pasar modal yaitu hanya 4,1%.

(Baca: Pilpres Mampu Pengaruhi Investor Asing di Pasar Modal)

"Meski menghadapi pilpres (pemilihan presiden), faktor politik memang tidak terlalu dikhawatirkan oleh investor seperti halnya kondisi ekonomi global," kata salah satu Panel Ahli Katadata Insight Center (KIC) Wahyu Prasetyawan, Rabu (30/1).

Hasil survei KICI menunjukkan bahwa 66,3% responden menyatakan kondisi politik saat survei dilakukan masih kondusif. Begitupun untuk tiga bulan ke depan, meski menurun, namun 54% responden menyatakan bahwa kondisi politik domestik masih stabil dan sangat stabil.

Dengan adanya keyakinan soal stabilitas politik dan ekonomi dalam negeri, para investor pun memiliki keyakinan tinggi terhadap prospek pasar keuangan di Indonesia.

Seperti diketahui perlambatan ekonomi menjadi isu yang paling dikhawatirkan investor di dunia. Perang tarif yang berkecamuk antara Amerika Serikat dan Tiongkok tidak hanya telah melukai ekonomi kedua negara yang terlibat perang tarif tersebut, tapi perekonomian global secara keseluruhan juga ikut merasakan dampaknya.

(Baca: IHSG Bergerak Positif Jelang Negosiasi Lanjutan Dagang AS-Tiongkok)

Bahkan International Monetary Fund (IMF) telah merevisi kebawah proyeksi pertumbuhan ekonomi global sebesar 0,2% lebih rendah untuk tahun ini, dan 0,1% lebih rendah tahun depan.

Sementara itu, kondisi geopolitik dan kondisi perekonomian dalam negeri menjadi dua faktor terakhir yang dikhawatirkan oleh investor. Hal ini dapat mengindikasikan bahwa kondisi fundamental ekonomi nasional saat ini dalam kondisi yang stabil. Sedangkan kondisi geopolitik tidak berpengaruh besar terhadap keputusan investasi investor domestik.

Hasil lengkap survei investor institusi dan Katadata Investor Confidence Index (KICI) ini dapat Anda unduh di link ini.

News Alert

Dapatkan informasi terkini dan terpercaya seputar ekonomi, bisnis, data, politik, dan lain-lain, langsung lewat email Anda.

Dengan mendaftar, Anda menyetujui Kebijakan Privasi kami. Anda bisa berhenti berlangganan (Unsubscribe) newsletter kapan saja, melalui halaman kontak kami.
Video Pilihan

Artikel Terkait