Bank Mandiri Cetak Laba Bersih Rp 25 Triliun di 2018

Pertumbuhan kredit yang mencapai 12,4% menjadi Rp 820,1 triliun menopang pertumbuhan laba bersih yang mencapai 21%.
Image title
28 Januari 2019, 20:58
Bank Mandiri
Agung Samosir|KATADATA
Bank Mandiri

PT Bank Mandiri (Persero) Tbk. berhasil mencetak laba bersih sebesar Rp 25 triliun sepanjang tahun 2018. Capaian tersebut naik 21,2% dibandingkan capaian laba bersih pada tahun sebelumnya senilai Rp 20,6 triliun.

Laba bersih tersebut ditopang oleh pendapatan bunga bersih (net interest income/NII) yang mencapai Rp 57,3 triliun atau tumbuh 5,28% dibandingkan tahun sebelumnya, serta pendapatan atas jasa (fee based income) senilai Rp 28,4 triliun atau tumbuh  20,1% dibandingkan tahun sebelumnya.

Ada pun, penyaluran kredit Bank Mandiri pada tahun 2018 tumbuh 12,4% dibanding tahun sebelumnya dari Rp 729,5 triliun menjadi Rp 820,1 triliun. Pertumbuhan kredit yang mencapai Rp 90,5 triliun ini menjadi pertumbuhan tertinggi Bank Mandiri secara nominal.

(Baca: Salurkan Pembiayaan ke UMKM, Bank Mandiri Gandeng Bukalapak)

Advertisement

Direktur Utama Bank Mandiri Kartika Wirjoatmodjo mengatakan, dari capaian tersebut, pembiayaan produktif Bank Mandiri tercatat sebesar Rp 558,7 triliun atau 77,71% dari portofolio kredit. "Kinerja ini pun kemudian berdampak pada kenaikan nilai aset konsolidasi perseroan menjadi Rp1.202,3 triliun pada akhir tahun lalu,” kata Tiko, panggilan akrabnya, di Plaza Bank Mandiri, Jakarta, Senin (28/1).

Sayangnya, pertumbuhan kredit yang berhasil dicapai diikuti dengan penghimpunan dana pihak ketiga (DPK) yang seret. Sepanjang 2018 DPK yang berhasil dihimpun Bank Mandiri hanya tumbuh 3,1% menjadi Rp 840,9 triliun. Sehingga, rasio kredit terhadap simpanan atau loan to deposit ratio (LDR) melonjak ke level 97,08%

Tiko mengatakan, walau DPK hanya tumbuh 3,1%, namun dari sisi sustainabilitas mengalami perbaikan. "Hal ini terlihat dari tingkat average balance DPK (bank only) yang tumbuh 7,2% secara tahunan. Hal ini sejalan dengan strategi perseroan yang mendorong pertumbuhan DPK agar lebih sustain” katanya.

(Baca: Bank Mandiri Salurkan KUR ke Sektor Produksi Rp 9,8 Triliun Tahun Lalu)

Reporter: Ihya Ulum Aldin
News Alert

Dapatkan informasi terkini dan terpercaya seputar ekonomi, bisnis, data, politik, dan lain-lain, langsung lewat email Anda.

Dengan mendaftar, Anda menyetujui Kebijakan Privasi kami. Anda bisa berhenti berlangganan (Unsubscribe) newsletter kapan saja, melalui halaman kontak kami.
Video Pilihan

Artikel Terkait