Beberapa Strategi Ditjen Pajak Kejar Target Pertumbuhan Pajak 20%

Pemerintah tetapkan target pertumbuhan pajak yang cukup ambisius yakni sebesar 20%. DJP memiliki beberapa strategi untuk mencapai target tersebut.
Image title
25 Januari 2019, 16:59
Spt pajak
Katadata | Arief Kamaludin

Direktorat Jendral Pajak (DJP) Kementerian Keuangan menargetkan penerimaan pajak pada tahun 2019 sebesar Rp 1.579 triliun. Target tersebut tumbuh sebesar 20,1% dari realisasi penerimaan pajak tahun lalu yang sebesar Rp 1.315 triliun.

Direktur Jenderal Pajak Kementerian Keuangan Robert Pakpahan mengatakan, target penerimaan pajak tahun ini cukup menantang karena target pertumbuhan ekonomi sebesar 5,3% dan inflasi di angka 3,5%. "Tetapi, kami upayakan yang terbaik," katanya ketika ditemui di Gedung Bursa Efek Indonesia (BEI), Jakarta, Jumat (25/1).

Namun, Robert tetap meyakini target tersebut dapat tercapai dengan menerapkan beberapa strategi di tahun ini. Pihaknya akan melanjutkan perbaikan-perbaikan di proses bisnis. Seperti perbaikan dan peningkatan pelayanan, meningkatkan edukasi penyuluhan perpajakan, termasuk meningkatkan mutu pengawasan.

(Baca: BEI dan DJP Kerjasama Awasi Laporan Keuangan Emiten)

Advertisement

Ada pun peningkatan mutu pengawasan yang dilakukan oleh DJP, dijelaskan oleh Robert, supaya pihaknya lebih akurat dalam manajemennya. "Mana yang berisiko, mana yang tidak, supaya kita tidak memeriksa yang tidak perlu," katanya.

Kemudian, Robert menambahkan, di proses pemeriksaan, mereka juga perbaiki mutunya supaya metodenya lebih akurat dengan ada standardisasi di jajaran staf DJP. Hal itu supaya tidak ada perbedaan dalam memeriksa, apa lagi ketika wajib pajak harus diperlakukan sama.

Di luar perbaikan pada proses bisnis, mereka juga banyak mengerjakan soal dukungan pada back office DJP. Mereka memanfaatkan teknologi sehingga terjadi reformasi administrasi, supaya sistem informasi yang mendukung otomasi kerja.

"Itu sedang berlangsung, dipimpin langsung oleh Bu Menteri Keuangan dengan kerja sama dengan beberapa pihak seperti BPKP, BPK, KPK juga ikut bantu untuk melaksanakan transparansi dalam pelaksanaan," katanya.

(Baca: Pantau Perdagangan via Medsos, Ditjen Pajak Rencanakan Sistem Otomatis)

Seperti diketahui, Kementerian Keuangan mencatat data sementara penerimaan pajak 2018 sebesar Rp 1.315,9 triliun. Realisasi tersebut hanya 92,4% dari target dalam Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) yang sebesar Rp 1.424 triliun. Ini artinya, kekurangan penerimaan (shortfall) pajak tahun lalu mencapai Rp 108,1 triliun.

Pencapaian sementara tersebut lebih rendah dari proyeksi yaitu 94,8% dari target atau kurang Rp 73,1 triliun. Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati menjelaskan, shortfall terjadi pada pajak nonmigas. Namun, untungnya ada kompensasi dari pajak penghasilan (PPh) migas.

"Pajak nonmigas masih shortfall (dengan realisasi penerimaan) di 90,3%. Kita kumpulkan Rp 1.251,2 triliun dari target Rp 1.385,9 triliun. (Tapi) ini dikompensasi dengan PPh migas kita yang penerimaannya tinggi,” ujarnya dalam Konferensi Pers APBN Kita di kantornya, Rabu (2/1).

Reporter: Ihya Ulum Aldin
News Alert

Dapatkan informasi terkini dan terpercaya seputar ekonomi, bisnis, data, politik, dan lain-lain, langsung lewat email Anda.

Dengan mendaftar, Anda menyetujui Kebijakan Privasi kami. Anda bisa berhenti berlangganan (Unsubscribe) newsletter kapan saja, melalui halaman kontak kami.
Video Pilihan

Artikel Terkait