Kinerja di Sesi II Mengecewakan, IHSG Hanya Naik Tipis 0,04%

Pada sesi kedua perdagangan, IHSG sempat meluncur ke zona merah. Saham-saham sektor pertanian, tambang, dan keuangan selamatkan IHSG dari koreksi.
Image title
21 Januari 2019, 18:26
BEI
Ajeng Dinar Ulfiana | KATADATA
Bursa Efek Indonesia mengadakan konferensi pers mengenai Pengumuman Perdagangan Bursa Efek Indonesia 2018 di Bursa Efek Indonesia, Jakarta Selatan (27/12). Direktur Utama BEI Inarno Djajadi mengatakan dirinya optimis dengan pergantian tahun ini, meski tahun depan memasuki tahun politik. Justru tantangan terbesar datang dari faktor eksternal yang tak bisa dihindari.

Indeks harga saham gabungan (IHSG) mengakhiri perdagangan saham hari ini, Senin (21/1) pada posisi 6.450,83 atau naik tipis 0,04%. Kinerja IHSG pada sesi II mengecewakan dan sempat turun ke zona merah di level 6.438,90. Padahal IHSG sempat naik ke posisi 6.472,15 pada awal perdagangan sesi II.

Dari sepuluh indeks sektoral, kinerja lima sektor terkoreksi hari ini. Namun kontribusi terbesar yang menahan laju IHSG adalah sektor aneka industri yang turun 1,37%, manufaktur turun 0,38%, serta sektor barang konsumsi yang turun 0,3%. IHSG selamat dari koreksi lebih dalam berkat sektor pertanian yang melesat naik 3,72%, tambang naik 0,81%, infrastruktur naik 0,48% dan keuangan naik 0,4%.

Kinerja 225 saham yang memerah hari ini mengantarkan IHSG pada posisi terakhirnya hari ini. Sementara 196 saham berkinerja positif dan 140 stagnan. Total nilai perdagangan saham hari ini mencapai Rp 8,40 triliun dengan saham yang diperdagangkan mencapai 12,38 miliar saham.

(Baca: IHSG Naik 0,28% Pada Sesi I Ditopang Sektor Pertanian dan Tambang)

Advertisement

Investor asing masih terus menggelontorkan dananya di pasar saham Indonesia. Pembelian bersih investor asing hari ini mencapai Rp 443,69 miliar yang sebagian besar digunakan untuk memborong saham PT Bank Central Asia Tbk (BBCA) sebesar Rp 267 miliar dan saham PT Telekomunikasi Indonesia Tbk (TLKM) Rp 195,6 miliar.

Saham BBCA termasuk salah satu saham berkinerja terbaik hari ini. Saham bank swasta terbesar di Indonesia tersebut harganya melesat naik Rp 600 menjadi Rp 27.725 per saham atau naik 2,21%. Beberapa saham lain yang berkinerja terbaik hari ini di antaranya PT PP London Sumatera Indonesia Tbk (LSIP) yang harga sahamnya naik Rp 105 (7,87%) menjadi Rp 1.440, serta PT Semen Indonesia Tbk (SMGR) naik Rp 275 (2,17%) menjadi Rp 12.975 per saham.

Sedangkan pada jajaran saham top losers hari ini antara lain PT Wijaya Karya Tbk (WIKA) yang turun Rp 70 (3,68%) menjadi Rp 1.830, PT Erajaya Swasembada Tbk (ERAA) juga turun Rp 70 (3,03%) menjadi Rp 2.240, PT Indah Kiat Pulp and Paper Tbk (INKP) turun Rp 350 (2,85%) menjadi Rp 11.950.

Saham PT Bank Negara Indonesia Tbk (BBNI) turun Rp 175 (1,86%) menjadi Rp 9.225, PT Astra Internasional Tbk (ASII) turun Rp 150 (1,77%) menjadi Rp 8.325, serta PT Pabrik Kertas Tjiwi Kimia Tbk (TKIM) turun Rp 200 (1,55%) menjadi Rp 12.675 per saham.

(Baca: Mau Dimerger, BEI Suspensi Perdagangan Saham Bank Danamon dan BNP)

News Alert

Dapatkan informasi terkini dan terpercaya seputar ekonomi, bisnis, data, politik, dan lain-lain, langsung lewat email Anda.

Dengan mendaftar, Anda menyetujui Kebijakan Privasi kami. Anda bisa berhenti berlangganan (Unsubscribe) newsletter kapan saja, melalui halaman kontak kami.
Video Pilihan

Artikel Terkait