IHSG Naik 1,15%, Investor Asing Catat Beli Bersih Saham Rp 1,9 Triliun

Defisit neraca perdagangan tidak memengaruhi kinerja IHSG karena defisit sudah diperkirakan sebelumnya.
Image title
15 Januari 2019, 19:22
BEI
Ajeng Dinar Ulfiana | KATADATA
Bursa Efek Indonesia mengadakan konferensi pers mengenai Pengumuman Perdagangan Bursa Efek Indonesia 2018 di Bursa Efek Indonesia, Jakarta Selatan (27/12).

Indeks harga saham gabungan (IHSG) melesat naik 1,15% ke posisi 6.408,78 pada penutupan perdagangan hari ini, Selasa (15/1). Terakhir kalinya IHSG berada pada level 6.400 yaitu pada Maret tahun lalu. Setelah itu IHSG trennya terus menurun. Baru pada Oktober 2018 IHSG kembali memasuki tren naik.

Kinerja IHSG senada dengan kinerja bursa saham utama di kawasan Asia yang juga mengalami kenaikan yang cukup signifikan, kecuali indeks PSEi Filipina yang terkoreksi 0,13% hari ini. Indeks Hang Seng melesat paling kencang dengan kenaikan 2,02%, Kospi Korea terangkat 1,58%, Shanghai naik 1,36%, Strait Times naik 1,22%, Nikkei naik 0,96%, dan KLCI Malaysia naik 0,19%.

Hari ini Badan Pusat Statistik (BPS) merilis data neraca perdagangan Indonesia. Menurut data BPS, NPI mencatatkan defisit hingga US$ 8,57 miliar, yang merupakan defisit terbesar sepanjang sejarah Indonesia merdeka. Kendati demikian, defisit NPI ini telah diperkirakan oleh investor sebelumnya.

Sehingga, kinerja IHSG tidak terpengaruh, salah satunya karena dorongan investor asing yang kembali membanjiri pasar saham Indonesia dengan total pembelian bersih saham yang mencapai Rp 1,91 triliun.

Advertisement

(Baca: Terbesar Sepanjang Sejarah, Neraca Dagang 2018 Defisit US$ 8,57 Miliar)

Lima saham yang paling banyak diborong oleh investor asing hari ini antara lain PT Telekomunikasi Indonesia Tbk (TLKM) senilai Rp 187,2 miliar, PT Bank Mandiri Tbk (BMRI) senilai Rp 177 miliar, Bank Central Asia Tbk (BBCA) senilai Rp 153,2 miliar, Bank Rakyat Indonesia Tbk (BBRI) senilai Rp 88,8 miliar, serta Unilever Indonesia Tbk (UNVR) senilai Rp 82,5 miliar.

Transaksi perdagangan saham hari ini tercatat mencapai Rp 10,78 triliun dengan saham yang diperdagangkan mencapai 17,56 miliar saham. Sebanyak 234 saham mencatatkan kinerja positif, 170 saham terkoreksi, dan 140 saham stagnan.

Ketidakpastian pada kondisi global menjadi berkah tersendiri bagi pasar saham Indonesia, sehingga dana asing kembali masuk ke Indonesia. Saat ini di Amerika Serikat (AS) masih berlangsung penutupan layanan publik (government shutdown) yang telah berlangsung selama 24 hari. Kemudian di Inggris, investor diliputi ketidakpastian proses Brexit atau keluarnya Inggris dari Uni Eropa yang masih menantikan proses pengambilan suara di parlemen.

(Baca: Kurs Rupiah Perkasa di Tengah Data Defisit Besar Neraca Dagang)

Namun sinyal positif datang dari berlanjutnya proses negosiasi perdagangan antara AS dan TIongkok di Washington DC, AS, sebelum akhir bulan ini. Pihak Tiongkok akan diwakilkan oleh Liu He, penasihat ekonomi paling senior Presiden Xi Jinping. Pertemuan di Washington ini akan melanjutkan proses negosiasi tiga hari pada 7-9 Januari kemarin.

Selain itu Tiongkok juga akan mengeluarkan stimulus ekonomi untuk merespon perlambatan yang terjadi pada ekonominya.

News Alert

Dapatkan informasi terkini dan terpercaya seputar ekonomi, bisnis, data, politik, dan lain-lain, langsung lewat email Anda.

Dengan mendaftar, Anda menyetujui Kebijakan Privasi kami. Anda bisa berhenti berlangganan (Unsubscribe) newsletter kapan saja, melalui halaman kontak kami.
Video Pilihan

Artikel Terkait