Punya Modal Berlebih, Bank Mandiri Bidik Akuisisi Perusahaan Keuangan

"Kami berusaha mencari persusahaan di jasa keuangan baik bank maupun multifinance yang memiliki complementary (melengkapi) bisnis," kata Kartiko.
Image title
7 Januari 2019, 19:48
Bank Mandiri
Agung Samosir|KATADATA
Bank Mandiri

Sebagai bank besar di Indonesia, Bank Mandiri (Persero) Tbk. dibekali permodalan yang sangat kuat. Per September 2018, rasio kecukupan modal atau capital adequacy ratio (CAR) Bank Mandiri mencapai lebih dari 21%. Direktur Utama Bank Mandiri Kartiko Wirjoatmodjo menilai CAR Bank Mandiri tidak perlu sampai setinggi itu.

"CAR Bank Mandiri tidak perlu sebesar itu, kalau kami lihat, CAR kami (cukup) di 16,5%. Sehingga kami ada kelebihan CAR sekitar 4,5% yang setara Rp 30 triliun - Rp 35 triliun jika dikonversi ke rupiah," terang Tiko, sapaan akrab Kartiko di Plaza Bank Mandiri, Jakarta, Senin (7/1).

Tiko mengungkapkan, ekses permodalan senilai Rp 35 triliun tersebut akan digunakan untuk membiayai proses akuisisi perusahaan jasa keuangan. Kendati demikian, Tiko belum bisa mengungkapkan perusahaan jasa keuangan apa yang sedang mereka incar. Menurut Tiko, Bank Mandiri membuka peluang untuk mengakuisisi bank umum atau perusahaan pembiayaan.

"Kami memang berusaha cari persusahaan di jasa keuangan baik bank maupun multifinance yang memiliki complementary (melengkapi) bisnis. Tidak ada target spesifik yang ditentukan. Bank Mandiri akan selalu melihat potensi di pasar," kata Tiko.

Advertisement

Tiko memastikan, perusahaan jasa keuangan yang akan diakuisisi Bank Mandiri akan memiliki fokus bisnis maupun segmen yang berbeda dengan bisnis Bank Mandiri.  Sehingga akuisisi perusahaan tersebut akan semakin melengkapi portofolio layanan jasa keuangan di bawah naungan Bank Mandiri.

Namun, Tiko belum dapat memastikan kapan rencana akuisisi tersebut akan diwujudkan. "Yang bisnisnya tidak sama dengan segmen dan produk dari Bank Mandiri, untuk melengkapi bisnis Bank Mandiri," kata Tiko. 

(Baca: Ingin Kuasai Segmen Komersil, Bank Mandiri Bentuk Direktorat Baru)

Reporter: Ihya Ulum Aldin
News Alert

Dapatkan informasi terkini dan terpercaya seputar ekonomi, bisnis, data, politik, dan lain-lain, langsung lewat email Anda.

Dengan mendaftar, Anda menyetujui Kebijakan Privasi kami. Anda bisa berhenti berlangganan (Unsubscribe) newsletter kapan saja, melalui halaman kontak kami.
Video Pilihan

Artikel Terkait