Terkoreksi 0,58%, IHSG Nantikan Sinyal Positif dari AS

Tekanan dari pasar Amerika Serikat (AS) membuat IHSG terkoreksi lumayan. Tidak ada sentimen positif dari domestik, IHSG tertolong window dressing.
Image title
26 Desember 2018, 18:40
Bursa saham
ANTARA FOTO/Akbar Nugroho Gumay

Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) pada penutupan perdagangan hari ini, Rabu (26/12) terkoreksi sebesar 0,58% menjadi berada di level 6.127,85. Sentimen negatif dari eksternal, menjadi faktor pendorong terbesar terkoreksinya IHSG.

Analis Binaartha Sekuritas Muhammad Nafan Aji mengatakan, terjadinya penutupan sebagian layanan pemerintah (partial government shutdown)  Amerika Serikat (AS) menjadi salah satu penyebab koreksi IHSG. Selain itu, perselisihan antara Presiden AS Donald Trump dan Gubernur Bank Sentral AS, The US Federal Reserve Jerome Powell terkait suku bunga AS, ikut mengantarkan pergerakan IHSG ke zona merah.

Kendati ada tekanan dari pasar AS, Nafan menilai laju IHSG hingga akhir tahun akan cenderung stagnan. Namun, ada katalis positif dari momen Natal dan tahun baru yang akan membuat pergerakan indeks masih akan positif hingga akhir tahun.

Investor asing sepanjang tahun ini masih membukukan jual bersih di pasar reguler sebesar Rp 46,2 triliun, namun pada perdagangan hari ini, investor asing mencatatkan beli bersih sebesar Rp 30,7 miliar. Namun, asing masih mencatatkan jual bersih di seluruh pasar senilai Rp 51,42 triliun sepanjang tahun 2018.

Advertisement

(Baca: IHSG Selama Pekan Lalu Selamat dari Tekanan Global, Hanya Turun 0,1%)

Namun tekanan dari investor asing dapat diimbangi oleh investor domestik yang mencatatkan beli bersih senilai Rp 51,42 triliun sepanjang 2018 ini di seluruh pasar. "Para pelaku pasar domestik melakukan aksi buy back ketika indeks turun signifikan," kata Nafan Aji kepada Katadata.co.id, Rabu (26/12).

Sementara itu analis Semesta Indovest Aditya Perdana Putra mengatakan, hingga akhir tahun pasar modal dalam negeri cenderung akan mengalami kenaikan. Dia memperkirakan, dengan bursa yang hanya menyisakan dua hari perdagangan hingga akhir tahun ini, IHSG akan berada di level 6.150.

Menurutnya, pekan ini tidak ada sentimen yang signifikan dari dalam negeri, bahkan IHSG akan cenderung mengalami kenaikan karena ada windows dressing. Sedangkan sentimen dari lingkungan eksternal juga diprediksi tidak ada yang signifikan. "Jika pasar AS rebound, maka akan menjadi sinyal yang positif bagi indeks di sisa beberapa hari ke depan," kata Aditya kepada Katadata.co.id.

Pada perdagangan hari ini, sebanyak tujuh indeks sektoral berkontribusi terhadap kinerja IHSG yang memerah. Sementara itu, tiga sektor berhasil kembali ke zona hijau setelah pada rehat perdagangan siang tadi ikut terkoreksi. Indeks sektor aneka industri terkoreksi paling dalam sebesar 2,82%, diikuti oleh sektor agri sebesar 2,18%, dan sektor properti yang ikut terkoreksi sebesar 1,69%.

Pada perdagangan hari ini, volume saham yang ditransaksikan sebanyak 15,8 miliar lembar saham dengan nilai transaksi mencapai Rp 11,6 triliun. Ada 160 saham yang berada di zona hijau, 257 saham terkoreksi, dan 118 saham yang stagnan.

(Baca: Ancaman Baru Fasilitas Dagang Amerika untuk Indonesia)

Reporter: Ihya Ulum Aldin
News Alert

Dapatkan informasi terkini dan terpercaya seputar ekonomi, bisnis, data, politik, dan lain-lain, langsung lewat email Anda.

Dengan mendaftar, Anda menyetujui Kebijakan Privasi kami. Anda bisa berhenti berlangganan (Unsubscribe) newsletter kapan saja, melalui halaman kontak kami.
Video Pilihan

Artikel Terkait