Tren Kenaikan Berlanjut, IHSG Berpotensi Tembus 6.500 pada Akhir Tahun

Pasar modal banyak didukung sentimen positif. Namun kenaikan defisit neraca berjalan atau current account deficit (CAD) berpotensi menjegal laju IHSG.
Happy Fajrian
4 Desember 2018, 18:36
Bursa Saham
Arief Kamaludin|Katadata

Meredanya perang dagang antara Amerika Serikat (AS) dan Tiongkok menciptakan lingkungan yang kondusif bagi investor di pasar modal. Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) terus melaju pada sesi perdagangan hari ini, Selasa (4/12), dengan mencatatkan kenaikan sebesar 0,56% atau 34,54 poin ke posisi 6.152,86 pada penutupan perdagangan.

Analis Panin Sekuritas William Hartanto menilai, iklim pasar modal dan perekonomian global memang akan mengikuti perkembangan hubungan antara AS dan Tiongkok, setidaknya selama 90 hari kedepan. "Termasuk sentimen windows dressing. Saya kira masih akan naik terus (IHSG), kecuali ada data dalam negeri yang kurang bagus, misalnya current account deficit (CAD)," papar William kepada Katadata.co.id, di Jakarta, Selasa (4/12).

Menurut William, untuk saat ini pergerakan pasar modal didukung banyak sentimen positif, seperti nilai tukar rupiah yang terus menguat terhadap dollar dan pembelian bersih (net buy) asing di pasar modal Indonesia yang pada akhir perdagangan sore ini tercatat mencapai Rp1,66 triliun di seluruh pasar.

William memprediksi, jika dengan dukungan sentimen positif tersebut, IHSG berpotensi menyentuh posisi 6.500 pada akhir tahun ini. "Akhir tahun IHSG diprediksi akan berada dalam rentang 6.300 - 6.500. Tahun depan ada potensi IHSG menuju 6.700," paparnya.

Advertisement

Pada perdagangan hari ini, tujuh dari sepuluh indeks sektoral berada pada zona hijau, mendukung kenaikan indeks. Sementara tiga sektor lainnya terkoreksi menahan laju indeks. Sektor industri dasar melesat naik paling kencang sebesar 1,66% menjadi 820,49, diikuti sektor infrastruktur dengan kenaikan 1,63% menjadi 1.054,94.

Kemudian sektor keuangan naik 0,75% menjadi 1.185,38, sektor manufaktur naik 0,41% menjadi 1.577,32, sektor perdagangan naik 0,36% menjadi 799,54. Sementara itu sektor perdagangan dan konsumer masing-masing naik tipis. Sektor perdagangan naik 0,18% ke posisi 1.757,22, sedangkan sektor konsumer naik 0,13% ke posisi 2.485,50.

Total perdagangan saham hari ini tercatat mencapai Rp10,89 triliun dengan jumlah saham yang diperdagangkan mencapai 12,63 miliar saham. Kendati indeks terus melaju positif, sebanyak 221 saham terkoreksi hari ini, 187 saham mencatatkan kenaikan, dan 127 saham stagnan.

Saham-saham yang menjadi penggerak IHSG hari ini di antaranya yaitu saham Indah Kiat Pulp and Paper Tbk (INKP) yang membukukan kenaikan harga 10,24% menjadi Rp11.575 per saham. Kemudian saham Kapuas Prima Coal Tbk (ZINC) naik 8,62% menjadi Rp1.575 per saham, saham Perusahaan Gas Negara Tbk (PGAS) naik 6,09% menjadi Rp2.090 per saham, JAPFA Tbk (JPFA) naik 5,45% menjadi Rp2.130, Pabrik Kertas Tjiwi Kimia Tbk (TKIM) naik 4,89% menjadi Rp11.800, serta United Tractors Tbk (UNTR) naik 4,28% menjadi Rp29.825 per saham.

Sementara itu saham-saham yang menahan kenaikan IHSG hari ini yaitu saham Matahari Department Store Tbk (LPPF) yang terkoreksi 2,74% menjadi Rp5.325 per saham, serta Gudang Garam Tbk (GGRM) yang terkoreksi 1,33% menjadi Rp79.975 per lembar saham.

Reporter: Ihya Ulum Aldin
News Alert

Dapatkan informasi terkini dan terpercaya seputar ekonomi, bisnis, data, politik, dan lain-lain, langsung lewat email Anda.

Dengan mendaftar, Anda menyetujui Kebijakan Privasi kami. Anda bisa berhenti berlangganan (Unsubscribe) newsletter kapan saja, melalui halaman kontak kami.
Video Pilihan

Artikel Terkait