Waspadai Profit Taking, IHSG Dibuka Terkoreksi 0,53%

Pelaku pasar menanti hasil pertemuan Presiden Trump dan Presiden Xi yang akan menentukan kelanjutan perang dagang antara keduanya akan mereda atau memanas.
Image title
30 November 2018, 10:32
Bursa saham
Katadata | Arief Kamaludin

Potensi profit taking membayangi perdagangan pasar modal hari ini, Jumat (30/11), setelah Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) naik signifikan sebesar 1,94% ke posisi 6.107,17 poin pada sesi perdagangan kemarin.

Potensi tersebut sudah terlihat pada pembukaan perdagangan pagi ini dengan nilai indeks yang bergerak turun hingga ke posisi 6.079,98 poin. Sampai berita ini dibuat indeks bahkan sudah terkoreksi hingga posisi 6.072,21 poin atau terkoreksi 0,57%.

(Baca: Katadata Market Index: Tren Bearish Bayangi Bursa Saham di November)

Selain adanya potensi profit taking, sejumlah sentimen lain akan memengaruhi pergerakan indeks hari ini. The Federal Reserve diperkirakan tidak akan menaikkan policy rate-nya sehingga akan membuat rupiah berada pada proyeksi menguat terhadap dolar AS.

Namun merosotnya harga minyak mentah dunia ke bawah US$60 per barel akan membawa sentimen negatif terhadap pasar. Selain itu pelaku pasar juga akan berhati-hati jelang pertemuan Presiden AS Donald Trump dan Presiden Tiongkok Xi Jinping. Ada potensi perang dagang antara keduanya memanas jika pertemuan tersebut tidak menghasilkan kesepakatan.

“Investor terus memantau hasil pertemuan antara Presiden Trump dan Presiden Xi hari Sabtu di G20 Summit. Kami memperkirakan IHSG trade mix to up hari ini sebagaimana mata uang Rupiah berada dalam recovery trajectory terhadap USD karena Fed seharusnya tidak menaikkan policy rate-nya pada tahun 2019 sebanyak yang telah difaktorkan,” kata kepala Analis Mirae Asset Securities Hariyanto Wijaya dalam risetnya, Jumat (30/11).

Nilai transaksi saham hingga pukul 10 pagi ini tercatat mencapai Rp2,57 triliun dengan volume saham yang diperjual belikan mencapai 2,95 miliar lembar saham. Sebanyak 155 saham mengalami kenaikan, 171 saham turun, sedangkan 132 saham stagnan. Sementara itu investor asing tercatat melakukan penjualan bersih (net sell) sebesar Rp108,04 miliar di seluruh pasar.

Sementara itu dari indeks sektoral, delapan dari sepuluh sektor mengalami penurunan. Hanya sektor pertambangan dan sektor aneka industri yang mengalami kenaikan, yaitu sektor tambang naik 0,88% ke posisi 1.723,34 dan sektor aneka industri sementara naik tertinggi sebesar 1,02% ke posisi 1.426,98 poin.

Di jajaran top gainers, Sinergi Megah Internusa Tbk (NUSA) sahamnya menghijau dengan kenaikan 15,64% menjadi Rp525, Medco Energi International Tbk (MEDC) naik 9,60% menjadi Rp685, Matahari Department Store Tbk (LPPF) naik 6,20 menjadi Rp4.970, Elnusa Tbk (ELSA) naik 5,26% menjadi Rp318, dan Jasa Marga (Persero) Tbk (JSMR) naik 4% menjadi Rp4.160.

Sementara di jajaran top losers, Dewata Freightinternational Tbk (DEAL) ada di urutan pertama dengan koreksi sebesar 10,43% menjadi Rp515, Pabrik Kertas Tjiwi Kimia Tbk (TKIM) terkoreksi 6,48% menjadi Rp11.550, Pool Advista Indonesia Tbk (POOL)  terkoreksi 4,55% menjadi Rp5.775, Indah Kiat Pulp and Paper Tbk (INKP) terkoreksi 3,42% menjadi Rp11.300, dan PP Properti Tbk (PPRO) sahamnya terkoreksi 3,20% menjadi Rp121.

(Baca juga: T+2 Diterapkan, Nilai Transaksi Saham Harian Tembus Rp9 Triliun)

Advertisement
News Alert

Dapatkan informasi terkini dan terpercaya seputar ekonomi, bisnis, data, politik, dan lain-lain, langsung lewat email Anda.

Dengan mendaftar, Anda menyetujui Kebijakan Privasi kami. Anda bisa berhenti berlangganan (Unsubscribe) newsletter kapan saja, melalui halaman kontak kami.
Video Pilihan

Artikel Terkait