Otoritas Bursa Tunggu Penjelasan Sari Roti Terkait Keberatan Denda

Otoritas bursa tetap meminta Nippon Indosari untuk menyampaikan langkah-langkah ke depan setelah mereka mengajukan keberatan atas sanksi KPPU.
Image title
29 November 2018, 17:51
Sari roti
Arief Kamaludin|KATADATA

Bursa Efek Indonesia (BEI) menyatakan menunggu PT Nippon Indosari Corpindo Tbk (ROTI) untuk memberikan tanggapan terkait rencana Nippon Indosari untuk mengajukan keberatan atas sanksi denda sebesar Rp2,8 miliar. Produsen Sari Roti ini dikenakan sanksi oleh Komisi Pengawas Persaingan Usaha (KPPU) karena keterlambatan pemberitahuan akusisi saham PT Prima Top Boga (PTB).

"Setelah (pengajuan) keberatan itu disampaikan, tentunya dari publik ingin mengetahui kapan keberatan itu akan diproses dan ujungnya seperti apa," ujar Direktur Penilaian Perusahaan BEI I Gede Nyoman Yetna Setia di Gedung BEI, Jakarta, Kamis (28/11).

Kemarin, Rabu (28/11), Nippon Indosari sudah menyampaikan pernyataan dalam keterbukaan infromasi. Salah satu poin yang disampaikan oleh perusahaan yaitu mereka masih menunggu salinan putusan KPPU. Atas keterbukaan tersebut, Nyoman menyatakan pihaknya memantau atas penerimaan salinan putusan KPPU tersebut.

Namun, BEI menghormati proses yang sedang berjalan, untuk itu pihak BEI masih hanya memantau perkembangan proses. Namun, pihak bursa tetap meminta Nippon Indosari untuk menyampaikan langkah-langkah ke depan setelah mereka mengajukan keberatan atas sanksi KPPU.

Advertisement

"Kan setiap pihak punya hak dan tentunya punya kewajiban. Biarkan proses berjalan dulu termasuk hak mengajukan keberatan," kata Nyoman.

Nyoman memastikan untuk saat ini saham berkode emiten ROTI ini tidak akan dihentikan perdagangannya (suspensi). Penghentian perdagangan saham dilakukan dengan pertimbangan beberapa kondisi luar biasa, terutama yang berhubungan going concern terkait dengan legal dan kinerja keuangan.

Dalam konteks legal, suspensi dilakukan jika perusahaan tersebut pailit karena ada unsur ketidakpastian yang akan memengaruhi eksistensi perusahaan tersebut. Secara going concern, diperhatikan pendapatannya atau mendapatkan opini khusus dari auditornya. "Kasus roti ini kasus yang di luar dari konteks (legal dan kinerja keuangan)," kata Nyoman menambahkan.

Adapun pada 26 November lalu, KPPU dalam putusannya menyatakan Nippon Indosari terlambat memberitahu akusisi kepada KPPU. Terkait putusan itu, KPPU memberikan waktu 14 hari setelah salinan putusan diterima untuk mengajukan keberatan.

Dalam keterbukaan informasi, Nippon Indosari mengatakan sudah melaporkan soal akusisi tersebut kepada KPPU pada 29 Maret setelah PTB mendapatkan persetujuan dari Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM) pada 1 Maret. Sehingga pemberitahuan kepada KPPU tidak lebih dari 30 hari kerja setelah mendapat persetujuan dari BKPM.

Transaksi akusisi bernilai  Rp31,4 miliar ini dilakukan Nippon Indosari untuk melengkapi dan membuat sinergi bisnis mereka yang bergerak di bidang roti yang memiliki umur simpan singkat. Sedangkan Prima Top Boga yang bergerak di bidang produk roti dan pastry beku yang umur simpannya lebih lama, sehingga sinergi ini akan membantu bisnis Nippon Indosari.

News Alert

Dapatkan informasi terkini dan terpercaya seputar ekonomi, bisnis, data, politik, dan lain-lain, langsung lewat email Anda.

Dengan mendaftar, Anda menyetujui Kebijakan Privasi kami. Anda bisa berhenti berlangganan (Unsubscribe) newsletter kapan saja, melalui halaman kontak kami.
Video Pilihan

Artikel Terkait