Diminati Jepang, Harga Saham Solusi Bangun Indonesia Meroket 55,6%

Image title
23 April 2020, 15:20
harga saham solusi bangun indonesia, semen indonesia, perusahaan semen jepang, taiheiyo
ANTARA FOTO/M Risyal Hidayat
Pekerja melakukan aktivitas bongkar muat semen di Pelabuhan Sunda Kelapa, Jakarta. Harga saham Solusi Bangun Indonesia, entitas anak Semen Indonesia, hari ini, Kamis (23/4), lompat 25% setelah perusahaan semen asal Jepang menyatakan minat untuk membeli 15% saham.

Harga saham PT Solusi Bangun Indonesia Tbk (SBI) pada perdagangan Kamis (23/4) meroket hingga 25% ke level Rp 1.300 per saham. Karena kenaikannya ini, saham anak usaha PT Semen Indonesia (Persero) Tbk (SMGR) terkena auto rejection atas.

Secara total, saham perusahaan berkode emiten SMCB ini diperdagangkan sebanyak 282,7 ribu unit saham, dengan nilai transaksi mencapai Rp 366,45 juta, dan frekuensi sebanyak 125 kali. Nilai kapitalisasi pasar perusahaan yang dulu bernama Holcim Indonesia ini mencapai Rp 9,96 triliun.

Kenaikan signifikan ini sebenarnya sudah terjadi sejak perdagangan kemarin, dimana saat itu sahamnya ditutup meroket 24,55% menjadi Rp 1.040 per saham. Sehingga, dalam dua hari terakhir ini, saham Solusi Bangun Indonesia sudah naik 55,6%.

Kenaikan harga saham emiten ini sejalan dengan ketertarikan perusahaan semen asal Jepang, Taiheiyo Cement Corporation (Taiheiyo) untuk menjalin kerja sama strategis dan memiliki sahamnya.

(Baca: Perusahaan Jepang Tertarik Beli 15% Saham Anak Usaha Semen Indonesia)

Berdasarkan keterbukaan informasi yang diunggah kemarin, Rabu (22/4), Taiheiyo berminat menanamkan modalnya sebesar US$ 220 juta atau sekitar Rp 3,43 triliun (asumsi kurs Rp 15.590/US$) pada SBI melalui skema Hak Memesan Efek Terlebih Dahulu (HMETD) alias Rights Issue. Nilai tersebut setara dengan 15% kepemilikan saham SBI.

Adapun Semen Indonesia, SBI, dan Taiheiyo telah menandatangani nota kesepahaman alias memorandum of understanding (MoU) terkait kerjasama strategis dan rencana kemitraan bisnis ini pada Selasa 21 April 2020.

"Pelaksanaan kemitraan tersebut akan memperhatikan ketentuan yang berlaku serta perjanjian definitif terkait yang akan ditandatangani kemudian," dikutip dari keterbukaan informasi yang disampaikan SBI.

Saat ini, mayoritas saham SBI memang dimiliki oleh Semen Indonesia sebesar 98,31%. Sementara, masyarakat menggenggam kepemilikan sebesar 1,69% dari total saham. Adapun transaksi ini ditargetkan rampung pada Juli 2020, dan Taiheiyo akan mengeksekusi rights issue saham SBI pada Maret 2021.

(Baca: Ditopang Saham Sektor Industri Dasar, IHSG Sesi I Naik 0,93%)

Reporter: Ihya Ulum Aldin
News Alert

Dapatkan informasi terkini dan terpercaya seputar ekonomi, bisnis, data, politik, dan lain-lain, langsung lewat email Anda.

Dengan mendaftar, Anda menyetujui Kebijakan Privasi kami. Anda bisa berhenti berlangganan (Unsubscribe) newsletter kapan saja, melalui halaman kontak kami.
Video Pilihan

Artikel Terkait