Realisasi Buy Back Saham Rp 876 Miliar, BUMN Hanya Rp 181 Miliar

Total buy back yang direncanakan mencapai Rp 19,3 triliun. Realisasi buy back BUMN mencapai Rp 181 miliar, sedangkan non-BUMN Rp 694 miliar.
Image title
24 April 2020, 15:21
buy back saham, bumn, bursa efek indonesia
ANTARA FOTO/Aditya Pradana Putra/foc.
Total buy back saham yang telah direalisasikan oleh emiten hingga 23 April 2020 mencapai Rp 876 miliar dari total Rp 19,31 triliun.

Bursa Efek Indonesia (BEI) mencatat ada 65 perusahaan tercatat di bursa yang berencana untuk melakukan pembelian kembali (buy back) saham publik tanpa menggelar Rapat Umum Pemegang Saham (RUPS). Total nilai buy back yang direncanakan per 23 April 2020 mencapai Rp 19,31 triliun.

Namun, buy back yang terealisasi baru senilai Rp 876,09 miliar atau 4,5% dari total yang direncanakan. "Total perusahaan tercatat yang berencana buy back sebanyak 65 perusahaan, dimana ada 12 BUMN dan 53 non-BUMN," kata Direktur Utama BEI Inarno Djajadi dalam konferensi pers secara virtual, Jumat (24/4).

Secara jumlah perusahaan, memang BUMN lebih sedikit dari swasta. Namun secara nilai, perusahaan pelat merah siap melakukan buy back senilai Rp 10,15 triliun atau 52,6% dari total yang direncanakan. Sementara swasta Rp 9,16 triliun atau 47,4%.

Inarno menyampaikan bahwa sudah ada 42 perusahaan, 7 BUMN dan 35 swasta, yang melaksanakan buyback di pasar saham atau 64,6% dari total emiten yang merencanakan.

Advertisement

(Baca: Induk SCTV dan Indosiar Bakal Buy Back Saham Hingga Rp 1 Triliun)

Dia melanjutkan, total nilai buyback yang telah dieksekusi BUMN mencapai Rp 181 miliar atau setara dengan 1,8% dari total rencana senilai Rp 10,15 triliun.

"Sedangkan (buyback) perusahaan non-BUMN adalah sebesar Rp 694 miliar atau 7,6% dari total rencana buyback seluruh non-BUMN," kata Inarno menambahkan.

Seperti diketahui, Otoritas Jasa Keuangan (OJK) mengizinkan emiten untuk melakukan buyback saham publik tanpa perlu mendapatkan persetujuan dari RUPS. Hal tersebut karena turunnya indeks harga saham gabungan (IHSG) karena penyebaran virus corona.

Jumlah saham yang dapat dibeli kembali dapat lebih dari 10% dari modal disetor dan paling banyak 20% dari modal disetor, dengan ketentuan paling sedikit saham yang beredar 7,5% dari modal disetor.

(Baca: 61 Emiten Bersiap Buyback Saham Senilai Rp 17,4 Triliun)

Reporter: Ihya Ulum Aldin
News Alert

Dapatkan informasi terkini dan terpercaya seputar ekonomi, bisnis, data, politik, dan lain-lain, langsung lewat email Anda.

Dengan mendaftar, Anda menyetujui Kebijakan Privasi kami. Anda bisa berhenti berlangganan (Unsubscribe) newsletter kapan saja, melalui halaman kontak kami.
Video Pilihan

Artikel Terkait