Kabar Baik Soal Obat Corona, Bursa Asia Menghijau dan IHSG Naik 2,6%

Obat remdesivir yang dikembangkan perusahaan farmasi AS, Gilead Sciences Inc. dapat mempercepat pemulihan pasien dari covid-19.
Image title
30 April 2020, 12:35
ihsg hari ini, bursa saham asia, obat corona, obat covid 19, remdesivir,
ANTARA FOTO/Hafidz Mubarak A/foc.
IHSG sesi I Kamis (30/4) naik 2,59% sejalan dengan laju kenaikan bursa saham Asia yang didorong sentimen positif perkembangan obat corona.

Indeks harga saham gabungan (IHSG) dan bursa saham Asia kompak bergerak lebih tinggi pada perdagangan hari ini, Kamis (30/4). Menghijaunya bursa saham Asia salah satunya didorong oleh kabar baik soal perkembangan obat corona alias Covid-19.

IHSG pada perdagangan sesi I siang ini naik hingga 2,59% ke level 4.685,48. Bahkan kinerja indeks saham domestik menjadi yang terbaik di antara indeks saham di bursa Asia. Hingga berita ini ditulis, indeks Strait Times Singapura mengekor IHSG dengan kenaikan 2,09%.

Kemudian diikuti indeks KLSE Malaysia yang naik 1,44%, lalu indeks Shanghai Composite di Tiongkok naik 1,3%, PSEi Filipina naik 0,95%, Kospi di Korea Selatan naik 0,7%, serta Hang Seng di bursa Hong Kong naik 0,28%. Hanya indeks Nikkei 225 Jepang yang terkoreksi meski hanya 0,06%.

Pengujian klinis obat Covid-19, remdesivir, oleh perusahaan farmasi asal Amerika Serikat (AS) Gilead Sciences Inc. menunjukkan perkembangan yang positif.

Advertisement

(Baca: IHSG Diproyeksi Naik Terkerek Kinerja Kuartal I Emiten Positif)

Dikutip dari BBC, penasihat kesehatan Gedung Putih Anthony Fauci mengungkapkan bahwa, “remdesivir memiliki efek positif yang signifikan dan jelas dalam mengurangi waktu yang dibutuhkan pasien Covid-19 untuk pemulihan”.

Investor pun berharap obat tersebut dapat segera membuka karantina wilayah alias lockdown di berbagai belahan dunia. Pasalnya lockdown telah membuat aktivitas ekonomi dunia nyaris berhenti, ratusan juta orang kehilangan pekerjaannya, hingga kekhawatiran resesi global.

Kabar positif ini juga turut mendorong Wall Street menutup perdagangan Rabu (29/4) dengan kenaikan hingga lebih dari 3%. Indeks Dow Jones naik 2,21%, S&P 500 naik 2,66%, dan Nasdaq naik 3,57%.

Sama halnya dengan bursa Eropa seperti indeks Xetra Dax di bursa Frankfurt, Jerman, naik 2,63%; sedangkan indeks FTSE 100 di London, Inggris, naik 2,89%.

(Baca: Pengujian Obat Corona Gagal, IHSG dan Bursa Saham Asia Berguguran)

IHSG Naik Ditopang Saham-saham Perbankan

Adapun sepanjang sesi I hari ini di Bursa Efek Indonesia (BEI), investor mentransaksikan 4,51 miliar saham dengan nilai Rp 5,08 triliun. Sebanyak 240 saham naik, 130 saham turun, dan selebihnya stagnan.

Kinerja positif IHSG didorong oleh seluruh indeks sektoral yang bergerak naik. Namun saham-saham di sektor keuangan yang naik hingga 4,83% paling signifikan menopang laju indeks, terutama  saham-saham bank besar.

Seperti harga saham Bank Mandiri Tbk (BMRI) yang lompat 8%, saham Bank Central Asia Tbk (BBCA) naik 7,32%, Bank Negara Indonesia Tbk (BBNI) naik 6,65%.Kemudian saham Bank Rakyat Indonesia Tbk (BBRI) naik 4,65% serta saham Bank Tabungan Negara Tbk (BBTN) naik 5,46%.

Sedangkan saham Bank Maspion Indonesia Tbk (BMAS) dan Bank Tabungan Pensiunan Nasional Syariah Tbk (BTPS) menjadi top gainers di sektor ini, masing-masing naik hingga 17,32% dan 13,61%.

(Baca: Harga Saham Telkom dan Indosat Meroket, IHSG Ditutup Naik 0,83%)

News Alert

Dapatkan informasi terkini dan terpercaya seputar ekonomi, bisnis, data, politik, dan lain-lain, langsung lewat email Anda.

Dengan mendaftar, Anda menyetujui Kebijakan Privasi kami. Anda bisa berhenti berlangganan (Unsubscribe) newsletter kapan saja, melalui halaman kontak kami.
Video Pilihan

Artikel Terkait