Ada Ancaman Gelombang Kedua Covid-19, IHSG dan Bursa Saham Asia Rontok

Seluruh bursa saham utama di Asia hari ini tertekan sentimen dari ancaman gelombang kedua virus corona imbas pelonggaran lockdown.
Image title
12 Mei 2020, 17:07
ihsg hari ini, ihsg naik, virus corona, covid 19
ANTARA FOTO/Muhammad Adimaja/hp.
IHSG hari ini Selasa (12/5) turun 1,09% mengekor bursa saham Asia yang memerah tertekan sentimen dari ancaman gelombang kedua penularan virus corona di dunia.

Pantau Data dan Informasi terbaru Covid-19 di Indonesia pada microsite Katadata ini.

Indeks harga saham gabungan (IHSG) ditutup turun 1,09% ke level 4.588,73 pada penutupan perdagangan Selasa (12/5). Ancaman gelombang kedua penyebaran Covid-19 di dunia imbas pelonggaran lockdown menjadi sentimen negatif yang menekan pasar saham global.

Analis Binaartha Sekuritas M. Nafan Aji Gusta Utama menilai pasar masih khawatir akan adanya ancaman serangan pandemi Covid-19 gelombang kedua. Hal itu sejalan dengan peringatan Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) kepada negara-negara yang berencana melonggarkan lockdown.

"Bahwa negara-negara yang melakukan pelonggaran lockdown akan memunculkan kasus Covid-19 baru," kata Nafan Aji kepada Katadata.co.id, Selasa (12/5).

(Baca: Saham Bank Masih Jadi Sasaran Jual Asing, IHSG Sesi I Anjlok 1,24%)

Seperti diketahui bahwa beberapa bursa di Asia pada hari ini bergerak di zona merah. Seperti bursa Nikkei 225 di Jepang yang turun 0,12% , Shanghai Composite di Tiongkok juga turun 0,11%, dan Strait Times Index di Singapura turun 0,97%. Bursa Hang Seng di Hong Kong ditutup turun 1,45% dan Kospi Index di Korea Selatan turun 0,68%.

Di dalam negeri, arus modal asing kembali mengalir keluar cukup deras, dimana pada hari ini asing melakukan jual dengan nilai bersih Rp 1,04 triliun di seluruh pasar. Saham-saham di sektor perbankan menjadi sasaran jual investor asing hari ini.

Saham yang paling besar dilepas investor asing yaitu saham PT Bank Rakyat Indonesia Tbk (BBRI) senilai Rp 457,27 miliar. Dilepasnya saham ini, menjadi salah satu sentimen yang membuat saham BBRI anjlok hingga 4,96% di level Rp 2.490 per saham.

Kemudian, saham PT Bank Central Asia Tbk (BBCA) yang juga jadi sasaran jual dengan nilai bersih Rp 175,73 miliar. Saham bank swasta terbesar di Indonesia ini pun harus turun hingga 1,42% menjadi Rp 26.100 per saham.

(Baca: BI Catat Modal Asing Kembali Kabur dari RI Rp 6,95 T dalam Tiga Hari)

Sementara, saham PT Bank Mandiri Tbk (BMRI) dilego investor asing dengan nilai bersih Rp 139,39 miliar. Saham bank milik pemerintah ini pun harus ditutup anjlok hingga 5,2% menjadi Rp 4.010 per saham.

Tekanan aksi jual investor asing terhadap saham-saham perbankan membuat indeks sektor finansial turun 2,33%, paling besar dibandingkan dengan sektor-sektor lainnya. Selain ketiga saham tersebut, saham PT Bank Negara Indonesia Tbk (BBNI) pun turun hingga 3,68% di Rp 3.660 per saham.

Secara umum, tercatat ada 6,78 miliar unit saham yang diperdagangkan hari ini dengan total nilai transaksinya mencapai Rp 6,92 triliun. Sejalan dengan turunnya indeks, 281 saham ditutup di zona merah, sedangkan 111 saham lainnya ditutup menguat, dan 139 saham stagnan.

(Baca: Dana Asing Keluar, Sri Mulyani: Krisis Covid-19 Lebih Parah dari 2008)

Reporter: Ihya Ulum Aldin

Katadata bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 2005 2020 55). Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik di sini untuk info lebih lengkapnya.

Video Pilihan

Artikel Terkait