Temukan Fakta Baru, Kerugian Nasabah KSP Indosurya Naik jadi Rp 14 T

Berdasarkan temuan baru tim kuasa hukum nasabah KSP Indosurya Cipta, total kerugian membengkak menjadi Rp 14,6 triliun dari 5.700 nasabah.
Image title
6 Juni 2020, 11:21
ksp indosurya, gagal bayar ksp indosurya
Arief Kamaludin|KATADATA
Hasil temuan baru tim kuasa hukum nasabah KSP Indosurya Cipta, total kerugian yang diderita nasabah mencapai Rp 14,6 triliun, bukan Rp 10 triliun yang dilaporkan sebelumnya.

Kasus gagal bayar Koperasi Simpan Pinjam atau KSP Indosurya Cipta terus berlanjut di jalur hukum. Terbaru, kuasa hukum nasabah menenggarai kerugian dana simpanan di KSP Indosurya totalnya mencapai  Rp 14,6 triliun dari lebih 5.700 nasabah. Jumlah tersebut lebih besar dari yang dilaporkan sebelumnya Rp 10 triliun.

Kuasa Hukum nasabah KSP Indosurya Agus Wijaya mengatakan, membengkaknya kerugian nasabah KSP Indosurya diketahui berdasarkan bukti tagihan yang ada pada pengurus Penundaan Kewajiban Pembayaran Utang (PKPU).

“Yang jelas uang nasabah ini digunakan untuk kepentingan pribadi. Itu sesuai tagihan yang ada pengurus di PKPU,” kata Agus ketika dihubungi Katadata.co.id, Jumat (5/6) malam.

Sedangkan, sekitar 1.000 nasabah telah mengadukan pengelola koperasi ke Badan Reserse Kriminal (Bareskrim) Polri, pada Jumat (5/6), dengan dengan tuduhan penipuan dan tindak pidana pencucian uang (TPPU). Untuk pelaporan pertama, pihaknya melampirkan bukti berupa bukti tagihan dan buku tabungan nasabah sejumlah total Rp 80 miliar.

Advertisement

(Baca: 1.000 Nasabah akan Adukan Tindak Pidana Pengurus KSP Indosurya)

 “Rencananya Senin depan kita akan laporkan lagi sebesar Rp 100 miliar hingga total jumlahnya mencapai Rp 2 triliun dari 1.000 kliennya,” jelasnya.

Adapun untuk kasus penipuannya, Agus mengatakan bahwa kliennya dijanjikan imbal hasil hasil investasi sebesar 8% hingga 11% setiap tahunnya, tergantung nominal uang yang akan diinvestasikan.

Namun dalam enam bulan terakhir, KSP Indosurya sudah tidak lagi membayarkan dan simpanan pokok, terlebih lagi membayarkan imbal hasil atau bunga dana simpanan nasabah.

Kejanggalan lainnya, lanjut Agus, manakala saat nasabah Indosurya yang memiliki pinjaman di koperasi, ketika jatuh tempo justru ditagih oleh PT Indosurya Inti Finance, bukan oleh pihak KSP Indosurya.

(Baca: Kerugian Akibat Investasi Bodong selama 10 Tahun Capai Rp 92 Triliun)

Oleh karena itu, dia menduga telah ada pengalihan piutang atau cessie, karena KSP Indosurya tak lagi memiliki dana untuk mengembalikan uang nasabah. Ini menunjukkan telah ada unsur niat tidak baik dari pihak koperasi, karena dengan sengaja telah mengosongkan uang dan aset koperasi.

Agus mengakui, pihak pengurus KSP Indosurya memang terlihat ada itikad baik. Hal ini terlihat dengan upaya pengurus KSP Indosurya untuk mengubungi satu per satu para nasabah melalui sambungan telepon. Namun dia menyayangkan, pengurus KSP Indosurya tak memperbolehkan nasabah didampingi oleh kuasa hukum. Itu sebabnya, pihaknya akan membuat surat laporan kepada Hakim Pengawas. 

Dalam sebuah rekaman yang dibagikan oleh salah seorang nasabah KSP Indosurya, diketahui perwakilan pengacara koperasi masih mencoba memberikan penawaran perdamaian dengan aset properti. Aset yang dimaksud berupa apartemen One Casablanca, Jakarta Selatan, senilai Rp 4,06 miliar.

(Baca: KSP Indosurya Terus Bernegosiasi Sebelum Jadwal Pengadilan)

Namun, nasabah segera menolak tawaran tersebut karena tidak menginginkan pengembalian berupa aset. Dalam hal ini, sikap mayoritas nasabah KSP Indosurya sudah sepakat bahwa pengembalian hanya berupa uang tunai.

 "Uang yang saya kumpulkan 30 tahun dipegang oleh koperasi tidak bisa diambil, kenapa sekarang saya diatur-atur harus menerima aset. Saya hanya mau uang saya Rp 3,8 miliar seutuhnya kembali, bunganya tidak perlu yang penting semua kembali," ujar nasabah tersebut.

Ini merupakan kedua kalinya KSP Indosurya mengajukan tawaran perdamaian sebelum waktu yang ditentukan. Sebelumnya, pada 12 Mei 2020 perwakilan koperasi mengundang beberapa nasabah untuk membujuk nasabah yang hadir untuk mewakilkan hak tagih kepada pihak koperasi.

(Baca: Nasabah KSP Indosurya Tuntut Pengembalian Dana hingga 5 Tahun)

Reporter: Muchammad Egi Fadliansyah
News Alert

Dapatkan informasi terkini dan terpercaya seputar ekonomi, bisnis, data, politik, dan lain-lain, langsung lewat email Anda.

Dengan mendaftar, Anda menyetujui Kebijakan Privasi kami. Anda bisa berhenti berlangganan (Unsubscribe) newsletter kapan saja, melalui halaman kontak kami.
Video Pilihan

Artikel Terkait