Rupiah Melemah Sebab Pasar Khawatir Kasus Baru Corona RI Masih Tinggi

Pelaku pasar khawatir tingginya kasus baru akan menghambat pemulihan ekonomi nasional.
Agatha Olivia Victoria
19 Juni 2020, 17:29
nilai tukar rupiah, kasus baru covid 19, pemulihan ekonomi nasional
ANTARA FOTO/Nova Wahyudi/wsj.
Nilai tukar rupiah melemah tipis terhadap dolar AS 0,16% menjadi Rp 14.100 per. Pelemahan didorong kekhawatiran pasar terkait jumlah kasus baru covid 19 di RI yang masih tinggi, yang berpotensi menghambat proses pemulihan ekonomi.

Nilai tukar rupiah pada pasar spot sore ini, Jumat (19/6) melemah 0,16% ke level Rp 14.100 per dolar Amerika Serikat (AS). Mata uang Garuda melemah akibat adanya kekhawatiran pasar akan masih tingginya pertambahan kasus baru Covid-19 di Tanah Air.

Adapun rupiah melemah di antara penguatan mayoritas mata uang Asia. Mengutip Bloomberg, yen Jepang menguat 0,02%, dolar Hong Kong 0,01%, dolar Singapura 0,04%, dolar Taiwan 0,06%, peso Filipina 0,19%, yuan Tiongkok 0,24%, ringgit Malaysia 0,19%, dan baht Thailand 0,34%.

Sementara won Korea Selatan melemah 0,14% dan rupee India turun 0,06%. Adapun kurs Jakarta Interbank Spot Dollar Rate (JISDOR) menempatkan rupiah di level Rp 14.242 per dolar AS. Angka tersebut turun 56 poin dari posisi kemarin pagi.

Analis Pasar Uang Bank Mandiri Reny Eka Putri mengatakan kekhawatiran penambahan kasus baru Covid-19 menjadi salah satu antisipasi di dalam negeri dengan adanya pelonggaran Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB). "Sehingga dikhawatirkan recovery akan lebih lama lagi," kata dia kepada Katadata.co.id, Jumat (19/6).

Advertisement

(Baca: Kasus Corona RI Meningkat 1.041 Orang, Terbanyak dari Sulsel & Jakarta)

Jumlah pasien virus corona di RI mengalami kenaikan 1.041 menjadi 43.803 orang pada hari ini. Peningkatan kasus terbanyak berada di Sulawesi Selatan yakni 207 orang dan DKI Jakarta sebanyak 141 orang.

Kenaikan kasus baru tersebut didapatkan dari tambahan 20.717 uji spesimen. Total, pemerintah telah melaporkan sebanyak 601.239 sampel spesimen yang diperiksa.

Jumlah kesembuhan pasien dari corona juga bertambah 551 menjadi 17.349 orang. Sedangkan angka kematian akibat corona meningkat 34 sehingga 2.373 orang meninggal usai terinfeksi Covid-19. Sementara, masih ada 36.446 orang dalam pemantauan (ODP) dan 13.211 pasien dalam pengawasan (PDP).

Selain itu, Renny menyebut pelemahan rupiah juga masih didorong oleh kondisi eksternal yang masih memanas. Salah satunya, konflik AS-Tiongkok, serta keadaan geopolitik Tiongkok dan India. Meski demikian, dia menilai pergerakan rupiah ini masih wajar. "Jadi tidak terlalu mengkhawatirkan," ujarnya.

Dia pun memperkirakan nilai tukar rupiah akan berada di rentang Rp 14.000 hingga Rp 14.240 per dolar AS pekan depan. "Pergerakan kurs rupiah minggu depan akan banyak dipengaruhi oleh rilis data ekonomi AS," ujarnya.

(Baca: Dibuka Menguat, Rupiah Bergerak Melemah Dekati 14.100 per Dolar AS)

Reporter: Agatha Olivia Victoria
News Alert

Dapatkan informasi terkini dan terpercaya seputar ekonomi, bisnis, data, politik, dan lain-lain, langsung lewat email Anda.

Dengan mendaftar, Anda menyetujui Kebijakan Privasi kami. Anda bisa berhenti berlangganan (Unsubscribe) newsletter kapan saja, melalui halaman kontak kami.
Video Pilihan

Artikel Terkait