Sektor Tambang Topang IHSG Naik 0,66% Mengekor Bursa Global

IHSG mengekor kinerja bursa saham global yang menghijau berkat kinerja saham-saham sektor pertambangan yang naik signifikan.
Image title
Oleh Ihya Ulum Aldin
13 Juli 2020, 17:10
ihsg, sektor tambang, saham tambang, bursa global
ANTARA FOTO/M Risyal Hidayat/foc.
Layar menampilkan pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) saat dibukanya perdagangan saham di gedung Bursa Efek Indonesia, Jakarta, Selasa (26/5/2020). IHSG dibuka menguat 32,16 poin atau 0,71 persen ke posisi 4.578,11 pada pukul 09.25 WIB.

Indeks harga saham gabungan atau IHSG ditutup naik 0,66% ke level 5.064,44 pada perdagangan Senin (13/7). Penguatan ini sejalan dengan kinerja bursa saham global dan Asia yang mengalami kenaikan.

Seperti indeks Nikkei 225 di Jepang dan Kospi di Korea Selatan yang masing-masing melesat 2,22% dan 1,67%. Begitu juga dengan indeks Shanghai Composite di Tiongkok sebesar 1,77%, indeks Hang Seng di Hong Kong naik 0,17%. Meskipun indeks Straits Times di Singapura turun 0,83%.

Sementara, indeks di kawasan Eropa pada pembukaan perdagangannya, juga ada di area positif. Seperti FTSE 100 di Inggris yang bergerak naik 0,7% atau pun indeks Xetra Dax di Jerman yang dibuka menguat 0,4%.

Berdasarkan indeks sektoral saham dalam negeri, mayoritas ditutup naik dengan sektor pertambangan memimpin dengan kenaikan sebesar 3,21%. Menguatnya sektor ini, sejalan dengan wacana pemotongan produksi batu bara untuk mengimbangi permintaan yang tengah lesu.

(Baca: Harga Saham Sektor Tambang Melesat, IHSG Sesi I Ditutup Naik 0,25%)

"Adanya wacana pemotongan produksi batu bara guna mengimbangi pelemahan permintaan batu bara, menjadi salah satu katalis saham-saham pertambangan naik optimis," kata Analis Reliance Sekuritas Indonesia Lanjar Nafi.

Beberapa saham di sektor ini yang bergerak naik seperti Adaro Energy Tbk (ADRO) yang meroket 6,45% ke Rp 1.155 per saham. Lalu, Vale Indonesia Tbk (INCO) melejit 7,44% di Rp 3.320 per saham. Lalu Merdeka Copper Gold Tbk (MDKA) juga naik 3,03% di Rp 1.530 per saham.

Saham lainnya seperti Bukit Asam Tbk (PTBA) melesat naik 4,83% di Rp 2.170 per saham. Saham Aneka Tambang Tbk (ANTM) juga lompat 4,65% di Rp 675 per saham. Saham Indo Tambangraya Megah Tbk (ITMG) juga meroket 4,03% di Rp 7.750 per saham.

Masih di sektor tambang, saham Timah Tbk (TINS) juga bergerak meroket hingga 5,6% di Rp 660 per saham. Lalu, Indika Energy Tbk (INDY) bahkan naik hingga 24,83% di Rp 930 per saham. Serta Harum Energy Tbk (HRUM) naik signifikan 5,04% di Rp 1.250 per saham.

(Baca: Perang Dagang AS-Tiongkok Memanas, Rupiah Menguat ke 14.425 per US$)

Selain itu, saham-saham yang menguat signifikan juga berasal dari sektor agrikultur yang naik 2,36% pada hari ini. Kenaikan ini didorong oleh konsumsi minyak sawit mentah domestik yang naik pada periode Januari-Mei 2020 sebesar 3,6% menjadi 7,34 juta ton berdasarkan data GAPKI.

"Ada kenaikan minyak sawit domestik pada periode Januari hingga Mei karena penggunaan wajib biodiesel B30 yang mulai diimplementasikan," kata Lanjar menambahkan.

Beberapa saham yang naik di sektor ini di antaranya Astra Agro Lestari Tbk (AALI) yang meroket hingga 1,18% di Rp 8.575 per saham. Lalu, saham PP London Sumatra Indonesia Tbk (LSIP) juga naik 3,55% di Rp 875 per saham. Lalu Sinar Mas Agro Resources and Technology Tbk (SMAR) meroket hingga 10,33% di Rp 3.310 per saham.

Kenaikan pada saham-saham tersebut merupakan bagian dari total 237 saham yang ditutup menguat hari ini, sementara hanya 183 saham yang bergerak turun, sementara 147 saham tidak mengalami perubahan harga.

(Baca: Cathay Life Bakal Suntik Modal, Bank Mayapada Target 2022 Jadi BUKU 4)

Total saham yang diperdagangkan pada hari ini sebanyak 8,1 miliar unit saham, dengan nilai transaksi hari ini totalnya mencapai Rp 6,27 triliun, dan frekuensi transaksi mencapai 590.916 kali. Saat ini, total nilai kapitalisasi pasar mencapai Rp 5.886,51 triliun.

Meski begitu, modal asing di pasar saham dalam negeri, hari ini masih tercatat mengalir keluar. Di pasar reguler, asing mencatatkan jual dengan nilai bersih Rp 101,8 miliar, meski di pasar negosiasi dan tunai asing mencatatkan pembelian dengan nilai bersih Rp 57,7 miliar.

Reporter: Ihya Ulum Aldin

Video Pilihan

Artikel Terkait