Dapat Proyek Rp 900 M Bangun Sirkuit Moto GP, Saham PTPP Malah Turun

PTPP baru saja mendapat kontrak baru dari ITDC untuk membangjun jalan yang akan juga digunakan sebagai sirkuit Moto GP.
Image title
17 Juli 2020, 20:35
PT PP (Persero)
www.bumn.go.id
Harga saham PTPP hari ini, Jumat (17/7) turun 1,01% ke Rp 985 per saham walau perusahaan baru saja mendapat kontrak proyek pembangunan jalan di KEK Mandalika senilai Rp 900 miliar.

Harga saham Pembangungan Perumahan Tbk (PTPP) pada penutupan perdagangan akhir pekan ini, Jumat (17/7), turun 1,01% ke Rp 985 per saham. Padahal emiten BUMN ini baru saja mendapatkan kontrak pengerjaan proyek pembangunan jalan di kawasan ekonomi khusus Mandalika dari Indonesia Tourism Development Corporation (ITDC).

Direktur Utama PTPP Novel Arsyad mengungkapkan proyek pembangunan jalan ini nilainya sebesar Rp 900 miliar. Adapun nantinya jalan yang dibangun PTPP juga akan difungsikan sebagai sirkuit Moto GP yang rencananya aakn dihelat pada pertengahan 2021.

"PTPP akan mengerjakan pembangunan jalan panjang lintasan 4,31 kilometer. Ini merupakan sirkuit jalan raya pertama di dunia dengan konsep pemandangan indah," katanya kepada Katadata.co.id, Jumat (17/7).

 

Advertisement

Jika ditarik lebih jauh, saham emiten pelat merah ini sudah terkoreksi sebesar 37,22% sepanjang tahun ini. Bahkan pada 24 Maret lalu saham PTPP menyentuh level terendah sebesar Rp 484 per saham.

(Baca: Saham BUMN Konstruksi Rontok Imbas Corona, Semester 2 Diramal Membaik)

Novel menjelaskan bahwa PTPP akan melanjutkan pekerjaan pembagunan jalan di Sirkuit Mandalika yang sebelumnya telah mencapai progres 40%. Ditargetkan pembangunan akan selesai pada pertengahan Juni 2021. "Berkat pengalaman PTPP, kami yakin dapat menyelesaikan pembangunan jalan dengan kualitas tinggi dan sesuai standar internasional," ujarnya. 

Adapun, kata Arsyad, pembiayaannya bakal menggunakan skema pre-financed project. Pembiayaan pembangunan tersebut juga didukung oleh bank yang tergabung dalam bank Himbara, yakni Bank Mandiri, BRI, BTN dan BNI. "Pembangunan ini merupakan bagian dari kawasan destinasi pariwisata super prioritas," jelasnya. 

Senada, Direktur Utama ITDC Abdulbar M. Mansoer, berharap dengan hadirnya PTPP maka pengerjaan proyek ini dapat diselesaikan tepat waktu. Ia mengungkapkan alasan menggandeng PTPP lantaran emiten tersebut telah berpengalaman menggarap proyek berstandar internasional. 

"Kami yakin sirkuit akan memenuhi standar internasional dan sesuai standar yang ditentukan federation internationale de motocyclisme (FIM) serta dapat sesuai jadwal," katanya dalam keterangan resminya.

(Baca: Pacu Kinerja, PP Properti Luncurkan Tiga Proyek Perumahan)

Meski hari ini terkoreksi, harga saham PTPP terus mengalami kenaikan sejak terjun ke level terendahnya di Rp 484 per saham pada 24 Maret silam. Direktur Anugrah Mega Investama Hans Kwee pun memprediksi saham-saham emiten konstruksi berpotensi mengalami kenaikan pada paruh kedua tahun ini.

Pasalnya, pemerintah akan kembali menggarap proyek-proyek strategis nasional yang sempat terhenti pada semester pertama sejak virus corona masuk ke Indonesia. "Alasannya pemerintah akan menggenjot pemulihan ekonomi pasca pandemi corona," ujar Hans.

Salah satu instrumennya ialah dengan menggenjot proyek-proyek strategis nasional yang sempat terhenti pada semester pertama. Termasuk, kembali membangun KEK Mandalika.

Oleh karena itu, Hans merekomendasikan saham-saham emiten kontruksi milik BUMN seperti WIKA, PTPP dan WSKT akan prospek pada semester dua ini. "Bahan baku kontruksi banyak impor. Rupiah cukup aman di Rp 14.000. Jadi emiten ini juga diuntungkan," katanya.

(Baca: DPR Setuju Pemerintah Kucurkan Rp 151 Triliun untuk BUMN Lewat 3 Skema)

Reporter: Muchammad Egi Fadliansyah
News Alert

Dapatkan informasi terkini dan terpercaya seputar ekonomi, bisnis, data, politik, dan lain-lain, langsung lewat email Anda.

Dengan mendaftar, Anda menyetujui Kebijakan Privasi kami. Anda bisa berhenti berlangganan (Unsubscribe) newsletter kapan saja, melalui halaman kontak kami.
Video Pilihan

Artikel Terkait