Gerakkan 170 Industri, Sektor Perumahan Jadi Motor Pemulihan Ekonomi

Sektor perumahan memiliki keterkaitan yang erat dengan 170 industri lainnya sehingga memiliki daya ungkit yang kuat terhadap perekonomian.
Agatha Olivia Victoria
Oleh Agatha Olivia Victoria
29 Juli 2020, 16:37
sektor perumahan, dampak covid 19, pemulihan ekonomi nasional
ANTARA FOTO/Yulius Satria Wijaya/pras.
Sektor perumahan disebut dapat mendorong percepatan pemulihan ekonomi nasional karena keterkaitannya dengan 170 sektor industri lainnya.

Wakil Menteri Keuangan Suahasil Nazara menilai sektor perumahan memiliki multiplier effect atau efek berantai terhadap 170 industri. Sehingga sektor ini memiliki potensi dan daya ungkit yang sangat besar terhadap upaya pemulihan ekonomi nasional dari dampak covid-19.

"Sektor perumahan bisa menarik sektor lainnya seperti sektor kontruksi, tenaga kerja, sektor semen, dan bahkan pertambangan," kata Suahasil dalam sebuah diskusi virtual, Rabu (29/7).

Apalagi, lanjut dia, saat ini pemerintah telah memberikan dukungan berbagai  stimulus untuk menggerakkan sektor  perumahan. Beberapa stimulus tersebut seperti skema bantuan pembiayaan kredit pemilikan rumah (KPR) melalui Fasilitas Likuiditas Pembiayaan Perumahan (FLPP) dan subsidi selisih bunga KPR.

Kemudian ada subsidi bantuan uang muka, dan bantuan pembiayaan perumahan berbasis tabungan. Selain itu, ada pula tabungan perumahan rakyat (Tapera) yang saat ini terus dibangun dengan sinergi yang baik agar dapat bisa menjadi sumber pembiayaan perumahan yang baru.

Pemerintah juga  mengunakan instrumen penempatan dana di perbankan guna memacu pemulihan ekonomi. Salah satu perbankan yang mendapatkan dana tersebut yakni Bank Tabungan Negara (BTN) Tbk yang memang memiliki spesialisasi di sektor perumahan.

Dengan demikian, dia berharap penempatan dana pemerintah tersebut turut bisa mendorong peningkatan permintaan kredit BTN, terutama permintaan kredit di sektor perumahan.

Direktur Jenderal Pembiayaan Infrastruktur Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat Eko Heripoerwanto menjelaskan bahwa berbagai skema KPR bersubsidi diharapkan dapat mendongkrak industri perumahan subsidi di Indonesia.

“Kami meyakini langkah strategis tersebut akan mempercepat pemulihan sektor perumahan yang juga akan berpengaruh pada ekonomi nasional,” kata Eko dalam kesempatan yang sama.

Hingga kini, pemerintah memang telah memberikan berbagai stimulus untuk mendongkrak sektor perumahan. Stimulus tersebut diberikan untuk menurunkan backlog perumahan sekaligus mengakselerasi program pemulihan ekonomi nasional.

Direktur Utama BTN Pahala Nugraha Mansury menjelaskan sebagai salah satu entitas perbankan dalam ekosistem perumahan ini, adanya keberpihakan pemerintah mulai dari aturan hingga penempatan dana negara menjadi angin yang segar.

Adapun hingga kini sektor perumahan di Tanah Air baru memberikan kontribusi terhadap PDB Nasional sebesar 2,77%. Posisi tersebut jauh di bawah kontribusi properti di negara kawasan Asean lainnya yang berkisar 8%-23%.

“Sehingga kami berkomitmen akan terus mendukung pengembangan sektor perumahan. Apalagi di masa pandemi ini, rumah menjadi tempat berlindung paling aman bagi masyarakat Indonesia,” kata Pahala.

Adapun pandemi Covid-19 berdampak signifikan terhadap empat sektor ekonomi, yakni konstruksi, perdagangan besar dan eceran, manufaktur, dan pertanian. Pertumbuhan keempat sektor ini pada kuartal I 2020 melambat signifikan jika dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya.

Reporter: Agatha Olivia Victoria

Video Pilihan

Artikel Terkait