BPS: Harga Emas Perhiasan Naik Hingga 10% di 80 Kota Sepanjang Juli

Kenaikan harga emas di 80 kota di Indonesia sejalan dengan naiknya harga emas dunia pada periode yang sama.
Agatha Olivia Victoria
3 Agustus 2020, 14:41
harga emas, bps,
ANTARA FOTO/Ari Bowo Sucipto/aww.
Harga emas perhiasan naik di 80 kota di Indonesia seiring kenaikan harga emas dunia sepanjang Juli 2020.

Badan Pusat Statistik atau BPS mencatat harga emas perhiasan naik di 80 dari 90 kota yang dipantau pada Juli 2020. Ini seiring kenaikan harga emas dunia yang selama periode yang sama naik lebih dari 10%, baik di pasar berjangka maupun pasar spot.

Menurut data Bloomberg, sepanjang bulan Juli 2020, harga emas di pasar berjangka naik 10,3% dari US$ 1.800,5 per ons menjadi US$ 1.985,9. Sedangkan di pasar spot global harga emas naik 10,95% dari US$ 1.780,96 per ons menjadi US$ 1.975,86 per ons.

Sejalan dengan kenaikan harga emas global, harga emas batangan di butik Logam Mulia Antam naik dari Rp 918 ribu per gram pada akhir Juni menjadi Rp 1,016 juta per 30 Juli 2020.

Kenaikan tertinggi terjadi di Kabupaten Bungo, Jambi. "Di Bungo harga emas perhiasan naik 10%," ujar Kepala BPS Suhariyanto dalam konferensi virtual, Senin (3/8).

Tak hanya di Bungo, kenaikan tertinggi terjadi di Tarakan, Medan, dan Padang masing-masing 9%. Dengan kenaikan tersebut, emas perhiasan menyumbang inflasi 0,05% pada kelompok perawatan pribadi dan jasa lainnya.

Kelompok tersebut mengalami inflasi tertinggi pada Juli lalu yaitu 0,93% dengan andil 0,06% terhadap inflasi secara keseluruhan. "Harga emas memang naik tajam dan mencapai puncak pada hari terakhir ini," kata Suhariyanto.

Meski begitu, kenaikan harga emas perhiasan masih belum bisa menyumbang inflasi pada Juli. Tercatat, terjadi deflasi 0,1% pada bulan lalu akibat anjloknya harga bawang merah, daging ayam ras, bawang putih, beras, jeruk, cabai rawit, kelapa, gula pasir, hingga tarif angkutan udara. 

Adapun harga emas dunia terus melanjutkan kenaikannya pada sesi perdagangan pagi hari ini seiring dengan terus turunnya imbal hasil obligasi dan surat utang pemerintah Amerika Serikat (AS). Sementara itu logam mulia Antam relatif tak bergerak di harga Rp 1.028.000 per gram.

Menurut data Bloomberg, harga emas dunia di pasar berjangka Comex berada di level US$ 1.989,3 per troy ons atau naik US$ 2,9 dibandingkan sesi sebelumnya. Sedangkan harga emas di pasar spot turun US$ 2,4 menjadi US$ 1.973,46 per troy ons.

Tim analis ANZ memperkirakan harga emas masih bisa naik hingga ke level US$ 2.300 per troy ons walau sepanjang tahun ini atau year to date (ytd) telah naik hingga 30%. “Kami yakin reli (kenaikan harga emas) masih akan berlanjut,” tulis analis ANZ seperti dikutip Reuters, hari ini.

Pendorongnya yaitu kebijakan The Fed yang menurunkan suku bunga acuannya hingga mendekati nol persen untuk mendorong perekonomian yang terpukul. Kebijakan ini menekan imbal hasil obligasi dan surat utang pemerintah AS sehingga investor beralih ke emas.

Reporter: Agatha Olivia Victoria

Video Pilihan

Artikel Terkait