Luncurkan Fitur Serupa TikTok di Instagram, Saham Facebook Lompat 6,5%

Facebook resmi meluncurkan fitur Reels pada Instagram yang serupa dengan TikTok, untuk menyaingi popularitas aplikasi asal Tiongkok itu.
Image title
Oleh Happy Fajrian
7 Agustus 2020, 09:36
facebook, instagram reels, saham facebook, tiktok
alexey malkin|123RF.com
Facebook meluncurkan Reels pada aplikasi Instagram di AS. Reels serupa dengan TikTok.

Harga saham perusahaan teknologi asal Amerika Serikat (AS), Facebook Inc. melonjak 6,5% pada perdagangan Kamis (6/8) ke level US$ 265,28 per saham. Kenaikan ini didorong oleh langkah Facebook yang meluncurkan fitur Instagram baru di AS, yakni Reels.

Reels memiliki fitur yang sama dengan aplikasi video pendek asal Tiongkok, TikTok, yang membolehkan pengguna membuat konten dengan tambahan audio atau musik, serta efek augmented reality.

Fitur ini sebenarnya sudah dirilis di Brazil pada November 2019, namun baru diluncurkan di AS pada Rabu (5/8) dan di sejumlah wilayah operasional Instagram lainnya.

“Bagi Facebook, TikTok merupakan ancaman sejalan dengan meningkatnya popularitas di antara remaja dan anak muda di AS. TikTok memiliki lebih dari 100 juta pengguna aktif di AS,” kata juru bicara Facebook seperti dikutip CNBC.com, Jumat (7/8).

Seperti diketahui TikTok semakin menjadi perhatian di AS setelah Presiden Donald Trump mengancam akan menghentikan operasionalnya di AS karena dinilai sebagai ancaman terhadap keamanan negara. Hal ini lantaran TikTok memiliki data lebih dari 100 juta penggunanya di AS.

Untuk menghindari pemblokiran dan agar tetap dapat beroperasi di AS, TikTok pun berupaya mendivestasi sahamnya kepada perusahaan asal negeri Paman Sam. Salah satu perusahaan teknologi AS yang telah menyatakan minatnya yaitu Microsoft Corp.

Meski demikian, juru bicara Microsoft menegaskan bahwa proses negosiasi untuk akuisisi TikTok masih berjalan, dan tidak ada jaminan bahwa proses negosiasi ini akan berhasil. Namun Trump telah memberi tenggat waktu selama 45 hari bagi TikTok untuk menyelesaikan divestasinya kepada perusahaan AS.

Terkait akuisisi ini, CEO Microsoft Satya Nadella telah meyakinkan Trump bahwa dengan  akuisisi, data pengguna TikTok AS akan ditransfer dan disimpan di AS.

“Microsoft sepenuhnya memahami kekhawatiran Presiden. Kami berkomitmen untuk mengakuisisi TikTok dengan tunduk pada tinjauan keamanan dan memberikan manfaat ekonomi yang tepat untuk AS,” kata Microsoft dalam sebuah pernyataan seperti dikutip Reuters, Senin (3/8).

Adapun pendapatan Facebook (FB) terus meningkat tiap kuartalnya pada 2019. Namun sempat turun dari kuartal IV 2018 ke kuartal I 2019. Nilainya dari US$ 7,37 dolar menjadi US$ 6,42 dolar.

Video Pilihan

Artikel Terkait