Target Kredit Bank Mandiri Tumbuh Satu Digit, Hati-hati ke Komersial

Bank Mandiri menyiapkan strategi khusus untuk masing-masing segmen agar kredit tetap tumbuh positif di tengah pukulan pandemi corona.
Image title
26 Agustus 2020, 19:36
pertumbuhan kredit bank mandiri, strategi kredit bank mandiri
Agung Samosir|KATADATA
Bank Mandiri ungkap strategi untuk menggenjot penyaluran kredit tahun ini yang pertumbuhannya dipatok lebih rendah dibandingkan tahun lalu.

PT Bank Mandiri (Persero) Tbk memasang target pertumbuhan kredit yang konservatif tahun yaitu hanya satu digit. Sementara sepanjang tahun lalu, kredit Bank Mandiri mampu tumbuh double digit hingga 10,6% secara tahunan atau year on year (yoy).

Direktur Keuangan dan Strategi Bank Mandiri Silvano Winston Rumantir mengakui pertumbuhan kredit tahun ini memang tidak bisa sebesar tahun lalu karena adanya pandemi Covid-19. Namun, manajemen bank milik pemerintah ini berkomitmen menggenjot penyaluran kreditnya.

"Jadi yang kami bisa komitmen adalah kredit tetap tumbuh secara positif untuk sektor-sektor yang berprospek tumbuh secara prudent," kata Silvano dalam konferensi pers secara virtual, Rabu (26/8).

Meski proyeksi kredit hanya tumbuh single digit pada tahun ini, Bank Mandiri tetap memiliki strategi untuk menumbuhkan penyaluran kreditnya. Direktur Manajemen Risiko bank Mandiri Ahmad Siddik Badruddin pun menyampaikan beberapa strategi di beberapa segmen kredit.

Advertisement

Pada segmen Kredit Usaha Rakyat (KUR), Bank Mandiri tak mengerem penyalurannya. Sepanjang semester I tahun ini Bank Mandiri telah menyalurkan KUR sebesar Rp 31,5 triliun atau tumbuh hingga 23% yoy dibandingkan periode yang sama 2019 sebesar Rp 25,6 triliun.

Alasan Bank Mandiri tetap menyalurkan KUR di tengah pandemi, karena segmen KUR merupakan salah satu segmen yang kualitas kreditnya sangat baik. Artinya, segmen KUR ini merupakan segmen berisiko kecil menghasilkan kredit macet.

Bank Mandiri terus menyalurkan KUR karena beranggapan bahwa jika bisnis atau usaha debitur masih bisa jalan selama pandemi, kemungkinan besar mereka bisa bertahan. "Sampai akhir tahun, kami optimis akan bisa mencapai pencapaian target untuk KUR," kata Siddik.

Pada segmen komersial, Bank Mandiri memiliki strategi yang berbeda. Siddik mengatakan pihaknya sedikit berhati-hati dalam menyalurkan kredit ke segmen ini. Adapun sepanjang semester I Bank Mandiri telah menyalurkan kredit komersial sebesar Rp 143,9 triliun, naik 9,5% yoy dari Rp 131,4 triliun.

Siddik mengatakan, pemberian kredit sektor komersial ini diutamakan kepada nasabah lama Bank Mandiri yang menunjukkan kinerja cukup baik selama pandemi Covid-19. Apalagi, nasabah tersebut memerlukan tambahan kredit modal kerja supaya bisnisnya bisa terus berjalan.

Kredit tersebut bisa digunakan nasabah untuk membayar gaji karyawan sehingga tidak melakukan PHK. Bisa juga digunakan untuk membayar tagihan-tagihan utilitas seperti listrik, sewa kantor, dan gudang. Maupun membeli bahan mentah untuk produksi atau barang untuk jualan.

"Sedangkan pemberian kredit terhadap debitur baru, sangat selektif di segmen komersial ini," kata Siddik menambahkan.

Sementara untuk penyaluran kredit program pemulihan ekonomi nasional (PEN), Bank Mandiri mendapatkan penempatan dana Rp 10 triliun dari pemerintah. Dari penempatan deposito tersebut, Bank Mandiri telah menyalurkan kredit mencapai Rp 29 triliun hingga Agustus 2020.

Pemerintah memang menargetkan dari penempatan dana, bank pelat merah harus menjadikannya kredit hingga tiga kali lipat dalam tempo sekitar tiga bulan. "Targetnya Rp 30 triliun pada September 2020 bisa tercapai karena lebih cepat," ujar Siddik.

Bank Mandiri menyalurkan kredit PEN tersebut ke beberapa sektor usaha, utamanya yaitu industri pupuk dan obat hama. Lalu juga disalurkan ke industri jasa keuangan, konsumen, konstruksi, pertanian dan kehutanan, peralatan rumah tangga, pertanian dan perikanan, hotel, restoran, dan perdagangan

"Jadi itu sekitar 80% dari pemberian kredit under PEN, disalurkan kepada industri tersebut," kata Siddik.

Reporter: Ihya Ulum Aldin
News Alert

Dapatkan informasi terkini dan terpercaya seputar ekonomi, bisnis, data, politik, dan lain-lain, langsung lewat email Anda.

Dengan mendaftar, Anda menyetujui Kebijakan Privasi kami. Anda bisa berhenti berlangganan (Unsubscribe) newsletter kapan saja, melalui halaman kontak kami.
Video Pilihan

Artikel Terkait