Transkon Jaya Resmi Jadi Emiten ke-700 di BEI, Sahamnya Meroket 24,8%

Pada perdagangan perdananya di BEI saham Transkon Jaya kebanjiran peminat sehingga harganya langsung melesat hingga ke batas auto reject atas (ARA) di Rp 312 per saham.
Image title
Oleh Muchammad Egi Fadliansyah
27 Agustus 2020, 11:06
transkon jaya ipo, perusahaan tercatat ke 700, saham transkon jaya
ANTARA FOTO/Indrianto Eko Suwarso/wsj.
Karyawan mengamati layar pergerakan harga saham di gedung Bursa Efek Indonesia, Jakarta.

PT Transkon Jaya Tbk resmi menjadi perusahaan ke-36 yang mencatatkan sahamnya di Bursa Efek Indonesia (BEI) sepanjang tahun ini. Perusahaan berkode emiten TRJA ini juga menjadi perusahaan tercatat ke-700.

Adapun sebanyak 100 perusahaan tercatat resmi melantai di BEI dalam rentang kurang dari dua tahun sejak 28 September 2018 saat seremoni perusahaan tercatat ke-600.

"Pertumbuhan ini merupakan suatu pencapaian bagi BEI dan juga merupakan bentuk kepercayaan dari para pelaku bisnis terhadap pasar modal Indonesia," kata Sekretaris Perusahaan BEI Yulianto Aji Sadono dalam keterangan resminya, Kamis (27/8).

Dia juga menambahkan bahwa dengan dicatatkannya emiten ke-700 menunjukkan minat perusahaan yang tetap tinggi untuk mencari pendanaan di pasar modal meskipun di tengah kondisi yang serba sulit akibat pandemi corona.

Hal ini tercermin dari antrean perusahaan yang akan IPO tahun ini dalam pipeline BEI. "Saat ini masih terdapat 11 perusahaan yang berada di pipeline pencatatan saham BEI,” ujar Yulianto.

Adapun Transkon Jaya adalah perusahaan yang bergerak bidang rental kendaraan ringan (light vehicle/LV) untuk perusahaan tambang. Perusahaan melepas sebanyak 375 juta saham baru ke publik atau setara dengan 24,83% saham yang ditempatkan dan disetorkan perusahaan.

Saham tersebut ditawarkan ke masyarakat pada level Rp 250 per saham, sehingga total dana yang diperoleh perusahaan dari IPO ini sekitar Rp 93,75 miliar. Corporate Secretary Traskon Jaya Alexander Syauta mengungkapkan dana tersebut akan digunakan untuk membeli kendaraan baru untuk pengembangan usaha dan untuk modal kerja.

“Selama masa penawaran umum yang berlangsung pada tanggal 14, 18 dan 19 Agustus 2020, saham TRJA banyak diminati oleh masyarakat dengan adanya kelebihan permintaan kurang lebih sebanyak 82,68 kali dari porsi penjatahan terpusat (pooling) saham yang ditawarkan kepada masyarakat,” katanya.

Pada perdagangan perdananya di BEI hari ini pun saham perusahaan masih kebanjiran peminat. Sampai dengan pukul 10.45 WIB telah ada order pembelian saham ini sebanyak 88.956 lot, namun tanpa adanya penawaran jual.

Alhasil sejak awal perdagangan harga saham ini langsung melesat ke batas auto reject atas (ARA) di level Rp 312 per saham atau 24,8%. Perseroan yang berkantor pusat di Balikpapan ini telah menggeluti bisnis penyewaan kendaraan LV selama hampir 20 tahun di Kalimantan.

Reporter: Muchammad Egi Fadliansyah

Video Pilihan

Artikel Terkait