Rekomendasi Saham di Tengah Prediksi Beragam IHSG Hari Ini

Analis memiliki prediksi beragam terhadap IHSG hari ini di tengah minimnya sentimen pasar dari domestik.
Image title
30 September 2021, 06:37
ihsg, ihsg hari ini, saham, rekomendasi saham
ANTARA FOTO/Muhammad Adimaja/aww.
Karyawan mengamati pergerakan harga saham di Jakarta, Kamis (11/2/2021).

Indeks harga saham gabungan (IHSG) berbalik naik atau rebpund 0,81% ke level 6.162,55 pada perdagangan Rabu (29/9) setelah terkoreksi sejak awal pekan ini. Analis memiliki prediksi beragam terkait pergerakan indeks komposit pada perdagangan terakhir triwulan III-2021, hari ini, Kamis (30/9).

Analis Artha Sekuritas Indonesia Dennies Christoper Jordan mengatakan IHSG hari ini punya potensi menguat dengan area resisten di level 6.212 dan 6.187. Sementara area support di level 6.111 dan 6.060.

Dennies mengatakan, penguatan IHSG hari ini diperkirakan terbatas dikarenakan telah menyentuh area jenuh beli. "Pergerakan masih minim sentimen dari dalam negeri," katanya dalam riset tertulis.

Support merupakan area harga saham tertentu yang diyakini sebagai titik terendah pada satu waktu. Ketika menyentuh support, harga biasanya akan kembali naik karena meningkatnya pembelian. Namun jika tembus, harga akan terus turun untuk menemukan titik support baru.

Sebaliknya, resisten adalah tingkat harga saham tertentu yang dinilai sebagai titik tertinggi. Setelah saham menyentuh level ini, biasanya akan ada aksi jual cukup besar sehingga laju kenaikan terhambat.

Ia merekomendasikan saham Wijaya Karya (WIKA) dan Perusahaan Gas Negara (PGAS) untuk tahan (hold) jika sudah beli sebelumnya. Pasalnya, indikator teknikal netral dan sentimen netral.

Sementara, ia merekomendasikan saham Adaro Energy (ADRO) untuk tahan jika sudah beli sebelumnya atau boleh menambah posisi kepemilikan saham, namun boleh beli jika belum.

CEO Indosurya Bersinar Sekuritas William Surya Wijaya mengatakan sebaliknya. Menurutnya, IHSG hari ini berpotensi bergerak turun dengan rentang pergerakan di level 5.969 dan 6.202.

William mengatakan, perkembangan pergerakan IHSG masih terlihat betah berada dalam fase konsolidasi wajar dikarenakan masih minimnya sentimen yang dapat mendongkrak kenaikan IHSG.

Hingga jelang berakhirnya kuartal ketiga, kondisi perekonomian Indonesia masih lambat. "Sehingga potensi penurunan terlihat lebih besar dibanding peluang kenaikan," katanya.

Ada sejumlah saham yang ia rekomendasikan untuk investor hari ini di antaranya Bank Central Asia (BBCA), Bank Negara Indonesia (BBNI), Unilever Indonesia (UNVR), Semen Indonesia (SMGR), dan Astra International (ASII).

Reporter: Ihya Ulum Aldin
News Alert

Dapatkan informasi terkini dan terpercaya seputar ekonomi, bisnis, data, politik, dan lain-lain, langsung lewat email Anda.

Dengan mendaftar, Anda menyetujui Kebijakan Privasi kami. Anda bisa berhenti berlangganan (Unsubscribe) newsletter kapan saja, melalui halaman kontak kami.
Video Pilihan

Artikel Terkait