Bos Twitter Jack Dorsey Ramal Hiperinflasi Bakal Melanda Ekonomi Dunia

Bos Twitter Jack Dorsey merespon inflasi di Amerika Serikat yang mencapai level tertinggi 30 tahun, dan memprediksi inflasi akan terus memburuk dan meluas ke negara lain di dunia.
Image title
25 Oktober 2021, 07:46
twitter, jack dorsey, inflasi, hiperinflasi,
Reuters
Co-founder dan CEO Twitter Jack Dorsey.

Co-founder Twitter Jack Dorsey memprediksi dunia akan dilanda hiperinflasi. Hal ini seiring melonjaknya angka inflasi di Amerika Serikat (AS) ke level tertingginya dalam 30 tahun yang disebabkan naiknya harga komoditas energi global.

Dia menyebut inflasi di Amerika akan semakin memburuk. “Hiperinflasi akan mengubah segalanya. Ini akan terjadi di AS dalam waktu dekat, kemudian dunia,” kata Dorsey melalui akun Twitternya, @jack, dikutip Senin (25/10).

 

Ketua Bank Sentral Amerika, Federal Reserve (Fed), Jerome Powel mengakui bahwa tekanan inflasi di Amerika kemungkinan akan bertahan dalam jangka waktu yang lebih panjang dari yang diprediksi sebelumnya. “Tekanan inflasi akan bertahan hingga tahun depan,” kata dia akhir pekan lalu.

Powell menambahkan bahwa Fed mulai mengurangi kebijakan yang sebelumnya bertujuan untuk memacu perekonomian namun dikritik karena dianggap sebagai penyebab melonjaknya angka inflasi.

Pada September Amerika mencatatkan inflasi tahunan sebesar 5,4% yang merupakan rekor tertinggi dalam tiga dekade terakhir. Inflasi ini disebabkan kenaikan harga makanan dan komoditas energi.

“Masalahnya ada di makanan dan energi. Semoga kita bisa mencari jalan keluar dari masalah kelangkaan ini. Meski begitu inflasi tidak akan kembali ke 0-2% seperti yang terjadi pada satu dekade terakhir,” ujar Chief Investment Officer Crossmark Global Investments, Bob Doll.

Para peneliti telah mendokumentasikan 57 kasus hiperinflasi pada 2018, dengan episode pertama yang tercatat terjadi antara 1795 dan 1796 di Prancis pasca-revolusi. Zimbabwe adalah salah satu contoh hiperinflasi yang paling terkenal, sedangkan Venezuela menjadi contoh kasus terbaru.

Beberapa ekonom telah melihat kemungkinan hiperinflasi di AS pada awal Maret 2021 ketika ekonomi mulai kembali dibuka pasca penguncian dan pembatasan besar-besaran selama pandemi virus corona, setelah vaksin mulai tersedia.

Investor besar lainnya juga memprediksi bahwa inflasi di Amerika dapat terus memburuk, namun tidak sampai akan terjadi hiperinflasi yang merupakan kondisi di mana harga-harga meroket dengan cepat dan merusak nilai tukar hingga berpotensi meruntuhkan perekonomian.

Saatnya Investasi Bitcoin?

Hedge fund manager Paul Tudor Jones mengatakan bahwa mata uang kripto dapat menjadi instrumen pelindung dari inflasi yang lebih efektif daripada emas. “Posisi kripto sangat jelas lebih unggul daripada emas saat ini,” ujarnya.

Dorsey merupakan pendukung bitcoin yang kuat. Dia mengatakan bahwa Square, platform pemrosesan kartu debit dan kredit yang ia dirikan, sedang mencari cara untuk menambang mata uang kripto. Square juga memiliki beberapa bitcoin dan memfasilitasi perdagangan di dalamnya.

“Ketakutan akan inflasi, atau hiperinflasi, menjadi faktor pendorong meroketnya Bitcoin. Ini bentuk ketidakpercayaan terhadap Fed,” tulis sebuah artikel di Bloomberg awal tahun ini.

News Alert

Dapatkan informasi terkini dan terpercaya seputar ekonomi, bisnis, data, politik, dan lain-lain, langsung lewat email Anda.

Dengan mendaftar, Anda menyetujui Kebijakan Privasi kami. Anda bisa berhenti berlangganan (Unsubscribe) newsletter kapan saja, melalui halaman kontak kami.
Video Pilihan

Artikel Terkait