Medco Energi Terbitkan Obligasi Rp 5,7 T untuk Bayar Utang & Ekspansi

Obligasi Medco Energi sebesar US$ 400 juta atau Rp 5,7 triliun bertenor tujuh tahun dengan kupon 6,95%.
Image title
6 November 2021, 09:23
medco energi, obligasi, surat utang,
Arief Kamaludin|KATADATA
Medco Energi menerbitkan obligasi senilai US$ 400 juta atau Rp 5,7 triliun untuk membayar utang dan mendorong pertumbuhan perusahaan.

PT Medco Energi Internasional Tbk (MEDC) mengumumkan penerbitan surat utang atau obligasi 144A/Reg senilai US$ 400 juta atau sekitar Rp 5,7 triliun. Tenornya selama tujuh tahun dan kupon 6,95 %.

Direktur Utama Medco Energi Hilmi Panigoro mengatakan perseroan akan menggunakan dana bersih dari obligasi untuk membiayai kembali utang serta mendukung agenda pertumbuhan perseroan.

"Kami senang dengan hasil akhir dari penerbitan obligasi, dukungan kuat dari investor obligasi internasional dan domestik mencerminkan catatan perusahaan dalam memberikan komitmen, kinerja operasional, dan rencana deleveraging yang konsisten," ujarnya dalam keterangan tertulis, dikutip Sabtu (6/11).

Afirmasi peringkat kredit Perseroan dengan peringkat B+ dari Fitch, B+ dari S&P dan B1 dari Moodys. Sebelumnya, Perseroan telah mempublikasikan strategi perubahan iklim dengan tujuan untuk mencapai net zero untuk emisi Scope 1 and Scope 2 pada 2050 dan Scope 3 pada 2060.

Advertisement

Hilmi menjelaskan strategi perubahan iklim ini memperkuat komitmen berkelanjutan perseroan terhadap tujuan jangka panjang. “Dengan membaiknya harga komoditas dan permintaan energi, kami berharap dapat terus melanjutkan pertumbuhan berkelanjutan kami,” ujarnya.

Berdasarkan hasil kinerja paruh pertama tahun ini, Medco Energi mencatatkan EBITDA sebesar US$ 318 juta atau meningkat 15 % dibandingkan capaian tahun lalu.

Kenaikan EBITDA ini didorong harga-harga komoditas yang digarap perseroan, seperti minyak yang mencapai US$ 62,3 per barel atau 61% lebih tinggi dibandingkan paruh pertama tahun lalu.

Sedangkan untuk harga rata-rata gas bumi mencapai US$ 5,9 per mmBtu atau naik 8% dibandingkan tahun lalu yang hanya US$ 5,4 per mmBtu.

Reporter: Antara
News Alert

Dapatkan informasi terkini dan terpercaya seputar ekonomi, bisnis, data, politik, dan lain-lain, langsung lewat email Anda.

Dengan mendaftar, Anda menyetujui Kebijakan Privasi kami. Anda bisa berhenti berlangganan (Unsubscribe) newsletter kapan saja, melalui halaman kontak kami.
Video Pilihan

Artikel Terkait