IHSG Diramal Menguat Jelang Rilis Data Inflasi, Ini Saham Pilihannya

Laju IHSG hari ini dipengaruhi sentimen rilis data inflasi yang diprediksi masih dalam kondisi stabil.
Cahya Puteri Abdi Rabbi
30 Juni 2022, 06:24
ihsg hari ini, inflasi, saham pilihan, rekomendasi saham
ANTARA FOTO/Sigid Kurniawan/tom.
Pekerja membersihkan dinding dekat layar pergerakan indeks harga saham gabungan (IHSG) di Bursa Efek Indonesia, Jakarta, Kamis (28/4/2022).

Indeks harga saham gabungan (IHSG) pada perdagangan hari ini, Kamis (30/6) diperkirakan menguat dan bergerak di rentang 6.921-7.074. Sebelumnya, IHSG ditutup melemah 0,77% di level 6.942,351 pada akhir perdagangan 29 Juni 2022.

CEO PT Yugen Bertumbuh Sekuritas William Surya Wijaya mengatakan, pola pergerakan IHSG hari ini dipengaruhi oleh rilis data inflasi yang disinyalir masih akan dalam kondisi stabil.

"Selain itu, rilis data perekonomian terkait kunjungan wisatawan yang diperkirakan akan meningkat juga menjadi sentimen baik bagi pola gerak IHSG saat ini," kata William dalam risetnya, dikutip Kamis (30/6).

William merekomendasikan saham Unilever Indonesia (UNVR), Indofood Sukses Makmur (INDF), Indofood CBP Sukses Makmur (ICBP), H.M. Sampoerna (HMSP), Kalbe Farma (KLBF), Bumi Serpong Damai (BSDE), Pakuwon Jati (PWON), Bank Central Asia (BBCA), dan Bank Ina Perdana (BINA).

Advertisement

Sementara itu, Analis Binaartha Sekuritas Ivan Rosanova menyebut bahwa secara teknikal IHSG sedang menguji support di level 6.940 yang dibentuk oleh Fibonacci retracement 61,8% dengan peluang melemah menuju zona support 6.890-6.905, jika IHSG bergerak di bawah level tersebut.

Titik resisten IHSG hari ini diperkirakan ada di posisi 7.000, 7.070 dan 7.106, sedangkan support di posisi 6.940, 6.890 dan 6.860.

Support merupakan area harga saham tertentu yang diyakini sebagai titik terendah pada satu waktu. Saat menyentuh support, harga umumnya akan kembali naik karena peningkatan pembelian. Jika harga terus turun, maka akan berlanjut untuk menemukan titik support baru.

Sedangkan, resisten adalah tingkat harga saham tertentu yang dinilai sebagai titik tertinggi. Setelah saham menyentuh level ini, biasanya akan ada aksi jual cukup besar hingga laju kenaikan harga tertahan.

Ivan merekomendasikan untuk hold atau buy on weakness pada Merdeka Copper Gold (MDKA) di rentang harga 3.700-3.850 dan pada Adaro Energy Indonesia di rentang 2.800-2.850.

Aksi hold atau buy on weakness juga disarankan pada saham Indofood CBP Sukses Makmur (ICBP) di rentang harga 9.250-9.350. ICBP akan mempertahankan momentum bullish apabila harga masih berada di atas support 9.225 yang dibentuk oleh Fibonacci retracement 38,2%.

Ivan juga merekomendasikan hold atau buy on weakness pada saham Indah Kiat Pulp and Paper (INKP) di rentang harga 7.350-7.500. Ia menyebut, INKP berpeluang melanjutkan struktur koreksi wave b menuju 7.425.

Terakhir, Ia menyarankan untuk hold atau buy on weakness di rentang harga 1.440-1.450 pada saham Bank Tabungan Negara (BBTN).

Reporter: Cahya Puteri Abdi Rabbi
News Alert

Dapatkan informasi terkini dan terpercaya seputar ekonomi, bisnis, data, politik, dan lain-lain, langsung lewat email Anda.

Dengan mendaftar, Anda menyetujui Kebijakan Privasi kami. Anda bisa berhenti berlangganan (Unsubscribe) newsletter kapan saja, melalui halaman kontak kami.
Video Pilihan

Artikel Terkait