Helmy Yahya, Sang Raja Kuis yang Tak Lagi Jadi Bos TVRI

Helmy Yahya akan mengambil langkah hukum untuk menanggapi surat pemberhentian dari Dewan Pengawas TVRI.
Image title
17 Januari 2020, 14:54
kisruh TVRI, Helmy Yahya, profil Helmy Yahya, Dewan Pengawas TVRI, Helmy Yahya dicopot dari jabatan dirut TVRI, Liga Primer Inggris
YOUTUBE/IAI
Helmy Yahya ketika menjadi pembicara di forum APA Fest 2019 yang diselenggarakan Ikatan Akuntan Indonesia (IAI), pada November lalu.

Dewan Pengawas (Dewas) TVRI memberhentikan Helmy Yahya dari jabatan direktur utama pada 16 Januari 2020. Padahal, masa jabatan Helmy seharusnya baru berakhir pada 2022.

Melalui Surat Keputusan Dewas TVRI Nomor 8/Dewas/TVRI/2020, Dewas menyebut Helmy dicopot dari jabatannya lantaran tidak bisa mempertanggungjawabkan pembelian hak siar Liga Primer Inggris yang berbiaya besar. "Saudara tidak menjawab atau memberi penjelasan mengenai pembelian program siaran berbiaya besar, antara lain Liga Inggris," tulis Dewas TVRI dalam suratnya, seperti dikutip CNNIndonesia, Jumat (17/1).

Desember lalu, Dewas juga telah mengirimkan surat penonaktifan sementara kepada Helmy. Surat itu dibalas Helmy dengan pernyataan bahwa ia masih menjabat sebagai dirut TVRI yang sah pada periode 2017-2022. Menengahi perselisihan ini, Menteri Komunikasi dan Informatika Johnny G. Plate pada waktu itu menyarankan agar Dewas TVRI dan Helmy melakukan mediasi.

Keputusan Dewas TVRI itu juga menuai aksi dari sejumlah karyawan TVRI yang tak menyetujui hal tersebut. Mereka menyegel kantor Dewas pada Kamis (16/1) malam. “Saya akan melakukan perlawanan hukum,” kata Helmy dalam sebuah pesan pendek kepada grup internal perusahaan yang tersebar, seperti dikutip dari Tempo.co, Kamis (16/1).

Advertisement

(Baca: Helmy Yahya Dipecat, Kisruh dengan Dewas TVRI karena Liga Primer)

Karier Sang Raja Kuis

Berikut ini adalah profil Helmy Yahya yang kami rangkum dari berbagai sumber. Helmy lahir di Indralaya, Ogan Ilir, Sumatera Selatan, pada 6 Maret 1963. Ia adalah lulusan Politeknik Keuangan Negara STAN dan University of Miami, Florida, Amerika Serikat.

Adik dari Tantowi Yahya ini telah menghiasi puluhan acara kuis dan reality show di berbagai stasiun televisi sejak 1989. Ia berperan sebagai tim kreatif hingga produser. Salah satu acara yang dipandu olehnya dan cukup populer adalah Siapa Berani? Berkat rekam-jejaknya di berbagai acara tersebut, ia dijuluki sebagai Raja Kuis Indonesia.

Pada 2009 dan 2010, ayah dari empat anak ini mendirikan lembaga kursus Helmy Yahya Broadcasting Academy yang memiliki 3 cabang, yakni di Bandung, Surabaya, dan Jakarta.

Selain di dunia hiburan, Helmy juga sempat terjun di dunia politik. Namun, ia tercatat dua kali gagal dalam perhelatan pemilihan kepala daerah (Pilkada), yakni pada 2008 sebagai calon wakil gubernur Provinsi Sumatra Selatan. Kemudian, pada Pilkada Kabupaten Ogan Ilir 2010, Helmy yang mencalonkan diri sebagai calon bupati dari PDI Perjuangan, belum mencapai hasil seperti yang diinginkannya.

(Baca: Menkominfo Johnny Plate Minta Kisruh TVRI Diselesaikan Secara Internal)

Dilarang Tantowi saat Ditawari Jabatan di TVRI

Ketika Helmy diminta untuk menjadi direksi di TVRI, Tantowi sempat melarangnya. Kisah ini diceritakan Helmy dalam APA Fest 2019 yang diselenggarakan oleh Ikatan Akuntan Indonesia (IAI), November 2019. Ia memiliki pertimbangan lain yang menjadi alasannya menerima tantangan tersebut. "Saya dibesarkan di televisi. Ini adalah kesempatan saya untuk membalas apa yang sudah diberikan industri televisi kepada saya," ujar Helmy dalam video yang diunggah IAI.

Pada 29 November 2017, Helmy Yahya dilantik sebagai Direktur Utama TVRI periode 2017-2022. Sejak menjabat sebagai Dirut TVRI, Helmy berusaha membuat TVRI kembali diminati publik. Hal tersebut dapat dilihat melalui bertambahnya konten-konten bertema milenial.

“Setiap malam ada siaran langsung musik, kecuali hari Sabtu. Kami punya Taman Buaya Music Club untuk semua genre musik dan semua usia," kata Helmy, dikutip dari pemberitaan Harian Kompas, 20 Februari 2018.

Selain itu, Helmy juga menjadikan bulan Maret sebagai bulan film bagi TVRI. Menurutnya, konsep itu lahir dari kerja sama antara TVRI dengan Pusat Pengembangan Perfilman (Pusbang) Nasional.

"Film-film pendek yang dibuat oleh anak muda akan dikonteskan oleh Pusbang Film bekerja sama dengan TVRI. Bulan film dan hari musik,” kata Helmy, seperti dikutip dari Kompas.com (15/2/2019).

Stasiun televisi pertama di Indonesia itu juga kerap menayangkan siaran langsung beragam olahraga, seperti turnamen bulutangkis, hingga pertandingan multievent sekelas Asian Games 2018 dan SEA Games 2019. Namun, karier Helmy di TVRI akhirnya harus berhenti karena berlarut-larutnya perselisihan dengan Dewas TVRI.

Reporter : Destya Galuh Ramadhani (Magang)

 

News Alert

Dapatkan informasi terkini dan terpercaya seputar ekonomi, bisnis, data, politik, dan lain-lain, langsung lewat email Anda.

Dengan mendaftar, Anda menyetujui Kebijakan Privasi kami. Anda bisa berhenti berlangganan (Unsubscribe) newsletter kapan saja, melalui halaman kontak kami.
Video Pilihan

Artikel Terkait